Persaingan Teknologi GSM versus CDMA

Persaingan GSM-CDMA, Siapa Diuntungkan?

SEJAK awal memang sudah terjadi persaingan antara kubu Amerika Serikat dan Eropa dalam pengembangan standar telekomunikasi seluler. Hanya dalam perkembangannya, kubu Eropa dengan standar GSM (Global System for Mobile Communication) bisa menepuk dada karena mampu menguasai sekira 78% pasar seluler dunia dan diterima di lima benua, sedangkan standar CDMA (Code Division Multiple Access) asal AS masih kalah jauh, bahkan di negara asalnya, AS, populasi pelanggan CDMA relatif kecil.

Kepopuleran CDMA praktis kalah dibanding GSM yang memang dari sisi teknologi lebih bersifat open source sehingga mudah diadopsi banyak negara. Teknologi CDMA saat ini baru dapat ditemui di A.S., Korea Selatan, sebagian Jepang, dan saat ini mulai dikembangkan di Cina dan Indonesia.

 

Setelah ketinggalan jauh dari teknologi GSM, saat ini CDMA seolah-olah ingin membalas kekalahan dengan gebrakan teknologi yang cukup berani. Berawal dari CDMA IS 95 atau dikenal dengan nama CDMA-One yang hanya bisa dipergunakan untuk berkomunikasi suara plus SMS maka saat ini perkembangannya cukup menakjubkan. CDMA IS 95 dalam waktu singkat berkembang menjadi CDMA2000-1X generasi 2+ yang mampu dipergunakan untuk komunikasi data kecepatan tinggi (2.4 Mbyte). Tidak hanya cukup sampai di situ. CDMA2000-1X mulai pula berevolusi menjadi CDMA2000-1xEV-DO (evolution data only) yang sudah tergolong generasi ketiga (3G) yang mampu dipergunakan untuk kebutuhan komunikasi full multi-media sehingga mampu menghadirkan gambar-gambar hidup alias video-streaming, seperti gambar TV dan kebutuhan lainnya.

 

            NOKIA FLEXI                         NOKIA GSM

 

Ada juga CDMA2000-1xEV-DV (evolution data and voice) yang bisa digenjot hingga kecepatan 3,1 Mbps. Oleh sejumlah pakar telekomunikasi, teknologi CDMA disebut-sebut akan menjadi standar telefon seluler generasi ketiga (3G). Generasi ketiga memiliki kemampuan mengirim data dan video serta akan mengubah cara berkomunikasi yang pada saat ini lebih banyak berorientasi pada suara (voice centric) menjadi komunikasi berorientasi data (data centric) dengan kecepatan lebih tinggi yakni akan mencapai di atas 2 Mbps.

         CDMA                                                      CDMA

Untuk komunikasi suara, pengguna CDMA akan mendapat kualitas suara — konon katanya — “seindah aslinya” sehingga seolah-olah berbicara face to face. Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan CDMA. Pertama, komunikasi seluler tidak lagi rawan radiasi, tidak lagi seperti suara robot, tidak terputus-putus. Kedua, sistem CDMA dinilai lebih advance dibanding sistem seluler digital yang sudah ada. Ketiga, mampu memberikan suara alami yang lebih sempurna dibandingkan dengan sistem seluler digital yang sudah ada. Keempat, power output yang sangat rendah yakni 0,2 watt (bandingkan dengan sistem GSM) yang menggunakan 1,5-3 watt, menjadikan baterai sistem CDMA lebih tahan lama. Dari sisi fitur, CDMA juga mampu memberikan fitur sangat lengkap dibandingkan sistem digital manapun seperti fitur call number identification, voice mail, call waiting, dan SMS.

Sementara dari segi biaya, relatif hemat karena penghitungannya dilakukan secara real time yakni pulsa dihitung per detik, tanpa pembulatan seperti halnya penghitungan pulsa GSM yang selama ini berlaku.Perbedaan mendasar dari teknologi CDMA adalah sistem modulasinya. Modulasi CDMA merupakan kombinasi FDMA (Frekuensi Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Accsess). Pada teknologi FDMA, 1 kanal frekuensi melayani 1 sirkit pada satu waktu, sedangkan pada TDMA, 1 kanal frekuensi dipakai oleh beberapa pengguna dengan cara slot waktu yang berbeda. Pada CDMA beberapa pengguna bisa dilayani pada waktu bersamaan dan frekuensi yang sama, dengan pembedaan satu dengan lainnya ada pada sistem coding-nya sehingga penggunaan spektrum frekuensinya teknologi CDMA sangat efisien. Pada awal kehadirannya, kendala yang dihadapi operator bukan pada teknologinya, melainkan pada masih terbatasnya lisensi spektrum frekuensi yang dimiliki operator.

 

                 CDMA  CANGGIH                                            GSM  CANGGIH

Hal lain yang membatasi operator adalah belum adanya jaminan apakah produk dari vendor yang dipakai cukup adaptif untuk migrasi secara mudah atau harus totalitas diganti seluruh peralatannya. Namun sekarang semua keterbatasan itu bisa disingkirkan. Sejumlah negara kini memang tengah memokuskan perhatiannya pada pengembangan CDMA. Dalam hal ini patut dicatat, Korea Selatan dengan jumlah pengguna CDMA di negerinya yang mencapai 56 juta, tidak saja menjadi leader di kawasan Asia, tetapi juga merupakan negara dengan jumlah pelanggan CDMA terbesar di dunia.   Selain di Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Cina, CDMA Kehadiran Telkomflexi yang mengadopsi CDMA2000-1x seolah kian menegaskan dimulainya babak baru persaingan antarstandar GSM dan CDMA.  Sejumlah operator yang selama ini menikmati angka pertumbuhan signifikan, merasa terusik oleh kehadiran fleksi. Sejumlah analis menilai pertumbuhan pelanggan baru seluler akan sangat bergantung kepada seberapa hebat aksi penetrasi Telkomfleksi.

Quad-band GSM for calling

Meski ancamannya bersifat jangka panjang, tetapi sejumlah operator sudah menerapkan sejumlah antisipasi.Satelindo dan Excelcomindo menurunkan tarif percakapan. Sementara Telkomsel dan IM3 menurunkan tarif dan meluaskan zona lokal, plus bebas roaming jika menerima panggilan, untuk mengimbangi tarif pulsa lokal plus limited mobility Flexi. Pertarungan dan persaingan bisnis seluler pun bertambah sengit.  akan muncul strategi dan kebijakan-kebijakan baru oleh operator seluler. Sangat mungkin, agar lebih kompetitif, bakal terjadi penurunan tarif secara masal di sejumlah operator karena struktur tarif masih jadi komponen paling menarik untuk pasar seluler Indonesia.Persoalannya, ancaman CDMA terhadap GSM bukan hanya datang dari Telkom lewat Flexinya. Sejumlah operator pemegang lisensi CDMA, meski bukan untuk fix phone, kini sudah siap beroperasi dengan sejumlah penawaran keunggulan yang tak kalah menariknya dengan fleksi. Jika di ajang balap Formula-1 terjadi persaingan antara dua kelompok pembalap dengan jenis ban berbeda, Brigdestone dan Michelin, di ajang bisnis seluler akan terjadi pertarungan antaroperator dengan standar berbeda, GSM vs CDMA.

 

 

Sebentar lagi bakal beroperasi Mobile 8 Telecom (M8T)  perusahaan hasil sindikasi operator AMPS yang dipastikan bakal menambah semarak persaingan. Jika Flexi cenderung bermain di semua segmen, M8T dengan CDMA 2000-1x nya akan membidik segmen kelas atas yang membutuhkan komunikasi data berkecepatan tinggi. Hanya struktur tarifnya sama dengan seluler, yakni dengan penambahan air time. Selain Mobile 8, akan ada pula Wireless Indonesia (WIN), yang bermain pada platform PCS 1900 MHz. WIN akan meluncurkan CDMA 2000-1x EV-DO.Rupanya, pihak GSM juga tak mau menyerah begitu saja. Sadar kalah dalam kecepatan transfer data, GSM kini sudah menemukan solusinya, yakni dengan apa yang disebut EDGE (Enchance Data for GSM Evolution). EDGE sudah dapat pengakuan dari 3GPP (Third Generation Partnership Project) yang membawahi seluruh standar aplikasi teknologi 3G. Hanya, secara operasional aplikasi EDGE memberatkan anggaran.

                  Supports GSM, CDMA or TD.

Meski mampu di gelar pada jaringan GSM eksis, namun tetap butuh upgrade beberapa software pada level BSC (Base Station Subsystem) yang mencakup di dalamnya BTS dan BSC (Base Station Controler). Saat ini baru Telkomsel dan IM3 yang sudah melengkap diri dengan EDGE.Untuk itulah, diperlukan upaya lain agar biaya membendung serbuan CDMA bisa semurah mungkin. Di sinilah kemudian muncul solusi lain, yakni hadirnya GSM 1x sebagai hasil kolaborasi GSM dan CDMA. Lucunya, kolaborasi ini justru ditawarkan Qualcomm, perusahaan AS yang sejak awal adalah pemilik CDMA.

Meski masih dalam tahap uji coba, GSM 1x setidaknya memberi harapan operator GSM agar tidak kalah dalam persaingan dengan CDMA. Baru satu operator yang sudah menggelar GSM 1x yakni China Unicom.Dari semua kecenderungan tersebut, bagaimana wajah bisnis seluler di tanah air ke depan? Dengan adanya persaingan antara operator GSM dan CDMA, lantas siapa yang bakal memetik keuntungan? Apakah kelak di Indonesia, demi menyelamatkan seluruh tatanan bisnis seluler, juga akan dicapai suatu bentuk kolaborasi dan konvergensi antara GSM dan CDMA?Memang terlalu dini untuk menyebut bahwa CDMA bakal mematikan operator GSM.

Hanya, dengan perkembangan terbaru yakni kesungguhan para vendor dan produsen handset CDMA untuk mendukung penggelaran telekomunikasi berbasis CDMA tampaknya ancaman tersebut tak bisa dianggap remeh. Lihat saja suasana di pasar HP. Kita nyaris sulit membedakan mana HP GSM, mana HP CDMA. Dominasi HP GSM sudah mulai tersaingi. Produsen juga tidak hanya dimonopoli satu vendor, Samsung misalnya. Sekarang Nokia, Motoralla, dan Ericson tak malu-malu memproduksi HP CDMA.Menurut Agus Pranata, Operations Manager, Personal Communications Sector Motorola, secara umum pasar seluler di Indonesia sangat menjanjikan, baik yang berbasis GSM maupun CDMA, keduanya akan bertumbuh bersama, sehingga kedunya memiliki peluang sama untuk meningkat. Masing-masing punya pasar, CDMA masih butuh waktu untuk mengejar GSM. Lihat saja, dalam tempo 8 tahun, jumlah pelanggan GSM baru 14 juta. Nah, untuk CDMA mungkin bisa lebih cepat, apalagi HP-HP yang mendukungnya sudah tersedia.

Fiturnya ada yang sangat canggih, misalnya untuk digunakan menangkap siaran TV atau pembicaraan tatap muka. Ada yang mampu merekam gambar video selama 20 menit dengan colour LCD TFT 65.000 sehingga gambar yang ditampilkan mendekati sempurna. Hargapun cukup bersaing. Beberapa nama produk HP CDMA bisa disebut di sini seperti Nokia 3585 dan 3586, Sanex Tel SC 9889, Motorola V120 e, dan Hyundai Curitel TX 308. Jadi, dari sisi kepentingan pelanggan dan masyarakat luas, adanya persaingan antara GSM dan CDMA telah memunculkan suasana kondusif dan menguntungkan. Masyarakat kini disuguhi banyak pilihan. Bukan saja dalam memilih standar teknologi mana yang bakal dipakai, tetapi juga, model-model atau merk HP apa yang cocok dengan dirinya. Masyarakat juga mendapat keuntungan lain, yakni kian kompetitifnya harga HP dan tarif pulsa telepon.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.730 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: