Estetika Jaringan Access TELKOM, Bersih Indah Rapi (menggunakan Systim Duct Cable, Manhole, Handhole, Jaringan Kabel Bawah Tanah) untuk mencegah VISUAL VOLLUTION bagi perkotaan (Bagian-3)

B A B IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Jaringan Akses Telekomunikasi Eksisting Kota Kupang

4.1.1. Jaringan Akses Tembaga

Jaringan yang dikembangkan pada era tahun 1960-2003 meliputi jaringan Open Wire line, Overhead cable (kabel udara), dan Underground direct cable (kabel tanah tanam langsung).

Kelebihan dan kekurangan jenis jaringan akses tembaga disajikan pada table 3.

Tabel 3. Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Akses Tembaga

KELEBIHAN KEKURANGAN
· Teknologi sederhana dan tidak membutuhkan keahlian Khusus.· Dapat diinstalasi dimanapun sesuai dengan keperluan.· Dapat menyalurkan data cukup baik. · Merusak estetika (keindahan) kota dan lingkungan.· Membutuhkan sumberdaya yang banyak seperti : material, SDM dan sarana penunjang lainnya.· Corrective maintenance lebih dominan sehingga membutuhkan cost yang tinggi.
Hasil Analisis Data Sekunder Jaringan Akses Tembaga Kota Kupang (2004)

Tabel 4. Data Penggunaan Material dan Perlengkapan Jaringan Akses Tembaga Eksisting Kota Kupang

No NAMA MATERIAL & PERLENGKAPAN SAT JLH KET
1 Kabel Tanah Tanam Langsung (Gambar 14 dan 15) m’ 173.256 Diinstalasi di sebagian besar kawasan kota
2 Kabel udara (Gambar 4) m’ 83.500 S d a
3 Tiang telepon 7 m (Gambar 11) Btg 8.732 S d a
4 Rumah Kabel (Gambar 12) Unit 32 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
5 Distribution Point (Gambar 11) Unit 1.947 Diinstalasi di sebagian besar kawasan kota
6 Saluran Penanggal (Gambar 7) m’ 1.936.350 Diinstalasi di seluruh rumah/ gedung
7 Jembatan kabel di parit/ sungai (Gambar 18 dan 19) Unit 828 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
8 Lintasan penyeberangan kabel di jalan (Gambar 16 dan 17) Unit 186 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
9 Titik sambungan dalam tanah (Gambar 21) Unit 2.224 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
10 Titik sambungan di atas udara (Gambar 6) Unit 58 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
11 Temberang tarik/sokong (Gambar 1) Unit 89 Diinstalasi pada kawasan tertentu.

Data Potensi Jaringan Akses Tembaga Kota Kupang (2003)

Tabel 5. Kapasitas Jaringan Akses Tembaga Kota Kupang

No JENIS INSTALASI SAT KAPASITAS TERPAKAI
1 Kabel Primer SST 17.540 13.909
2 Kabel sekunder SST 22.620 12.079
Sumber : Data Potensi Jaringan Akses Tembaga Kota Kupang(2004)

clip_image001

Gambar 36. Contoh Sampel Distribusi Rumah Kabel Jaringan Akses Tembaga Eksisting Kota Kupang

clip_image003

Gambar 37. Contoh Sampel Distribusi Rumah Kabel Jaringan Akses Tembaga Eksisting Kupang Oesapa

clip_image005

Gambar 38. Contoh Sampel Distribusi Rumah Kabel Jaringan Akses tembaga Eksisting Kupang Tenau

clip_image007

Gambar 39. Peta distribusi Rumah Kabel dan KondisiJaringan Akses Tembaga Eksisting

clip_image009

Instalasi tiang telepon tdk beraturan
Jaringan akses tembaga (kbl udara) semrawut

clip_image010clip_image011clip_image013

Utilitas kota rusak akibat galian kbl telepon

clip_image014clip_image016clip_image017clip_image018clip_image019clip_image021

4.1.2. Jaringan Akses Radio

Penggunaan jaringan Akses Radio pada saat ini sudah semakin beragam. Sistem Jaringan di kota Kupang bukan lagi didominasi oleh jaringan akses tembaga tetapi juga Kombinasi dengan jaringan akses radio seperti : Wireless Local Loop (WLL), Ultraphone dan Rural IRT . Kekurangan dan kelebihan jaringan Akses Radio sebagai berikut :

4.1.2.1. Jenis Wireless Local Loop (WLL)

Tabel 6 Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Akses Radio WLL

KELEBIHAN KEKURANGAN
· Fleksibel (mudah dipindahkan).· Membutuhkan sumberdaya relatif lebih kecil.· Tidak merusak estetika (keindahan) Kota dan lingkungan. · Rentan terhadap gangguan alam seperti : petir, pepohonan yang tinggi.· Kurang baik bila digunakan untuk menyalurkan data.· Suku cadang terbatas.

· Tergantung area Line Of Sigth (LOS).

· Maksimal jangkauan layanan kurang lebih 5 km.

Hasil Analisis Data Sekunder Jaringan Akses Radio Kota Kupang (2004)

Tabel 7. Data Penggunaan Material dan Perlengkapan Jaringan Akses Radio Wireless Local Loop (WLL) Kota Kupang

No NAMA MATERIAL & PERLENGKAPAN SATUAN JLH KETERANGAN
1 Perangkat Central Station (Gambar 26) Unit 1 Dipasang di Ruang Transmisi Sentral Telepon Otomat Kupang.
2 Terminal Station Unit 1 Dipasang di Jl. WJ. Lalementik Kupang.
3 Antena Pelanggan (Gambar 26) Unit 1.920 Di instalasi di rumah/gedung pelanggan.
4 Remote Network Terminal (RNT) Unit 1.920 Di instalasi di rumah/gedung pelanggan.

Tabel 8 Kapasitas Jaringan Akses Radio Wireless Local Loop

No JENIS INSTALASI SATUAN KAP TERPAKAI
1 Central Station Palapa SST 1.420 1.204
2 Terminal Station Oepoi SST 500 430
TOTAL SST 1.920 1.634
Sumber : Data SIMYAN KANOPTEL Kupang (2004)

4.1.2.2. Jenis Wireless Ultraphone

Tabel 9. Kelebihan dan Kekurangan Akses Radio Ultraphone

KELEBIHAN KEKURANGAN
· Fleksibel (mudah dipindahkan) menurut keperluan.· Membutuhkan sumberdaya relatif lebih kecil.· Jangkauan layanan dapat mencapai kurang lebih 15 km.

· Tidak merusak estetika (keindahan) Kota dan lingkungan.

· Rentan terhadap gangguan alam seperti petir, pepohonan yang tinggi.· Kurang baik bila digunakan untuk menyalurkan data.· Suku cadang terbatas.

Tabel 10. Data Penggunaan Material dan Perlengkapan Jaringan Akses Radio Ultraphone Kota Kupang

No NAMA MATERIAL & PERLENGKAPAN SAT JLH KETERANGAN
1 Perangkat Central Station (Gambar 28 ) Unit 1 Dipasang di Ruang Transmisi Sentral Telepon Otomat Kupang.
2 Antena Pelanggan (Gambar. 28) Unit 300 Di instalasi di rumah/gedung pelanggan.
3 Power Supply Unit 300 Diinstalasi di rumah/ gedung pelanggan.

Tabel 11. Kapasitas Jaringan Akses Radio Ultraphone

No JENIS INSTALASI SAT KAPASITAS TERPAKAI
1 Central Station Palapa SST 338 250
TOTAL SST 338 250
Sumber : Data SIMYAN KANOPTEL Kupang (2004)

4.1.2.3. Jenis Rural IRT.

Tabel 12. Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Akses Radio Rural

KELEBIHAN KEKURANGAN
· Sangat cocok digunakan di daerah pinggiran kota yang padat demand. · Rentan terhadap gangguan petir.· Konfigurasi jaringan lebih rumit karena gabungan akses radio dan tembaga.

Tabel 13. Data Penggunaan Material dan Perlengkapan Jaringan Akses Radio Rural IRT eksiting Kota Kupang

No NAMA MATERIAL & PERLENGKAPAN SAT JLH KETERANGAN
1 Perangkat Central Station (Gambar 30) Unit 2 Dipasang di Ruang Transmisi Sentral Telepon Otomat Kupang.
2 Stasiun Terminal Unit 2 Di instalasi di lokasi Site
3 Kabel Primer m’ 100
4 Kabel sekunder m’ 15.000
5 Tiang rute Btg 323
6 Tiang DP Btg 37
7 Temberang tarik Unit 38
8 Titik sambungan Unit 42

Tabel 14. Kapasitas Jaringan Akses Radio Rural IRT

 

No JENIS INSTALASI SAT KAPASITAS TERPAKAI
Rural IRT 1500 SST 128 114
2 Rural IRT 2000 SST 64 40
TOTAL SST 192 144
Sumber : Data SIMYAN KANOPTEL Kupang (2004)
Gambar 40. Peta Distribusi Jaringan Akses RadioWLL, Ultraphone, Rural IRT

clip_image023

4.2. P e r e n c a n a a n

4.2.1. Master Plan Kota Kupang

Kota Kupang termasuk kota sedang dimana kondisi geografisnya berbukit-bukit dan sebagian lagi datar, sedang testur tanah sebagian besar mengandung batu karang.

Master plan kota didesain sesuai dengan kebutuhan dimana pembangunan fisik kawasan strategis kota dapat berlangsung efektif,efesien dan ekonomis berlandaskan pada enam azas penataan kota sehingga dapat terlaksana pembangunan kota yang mendorong terwujudnya fungsi kota. Keenam azas pembangunan kota Kupang tersebut yaitu :

4.2.1.1. Mendorong pemerataan dan perluasan manfaat sosial ekonomi bagi seluruh golongan dan lapisan masyarakat.

4.2.1.2. Mendorong pembangunan berkelanjutan dengan pendekataan tata ruang yang terpadu, berjangka panjang yang mencakup keterpaduan aspek-aspek ekonomi, sosial dan fisik.

4.2.1.3. Meningkatkan produktifitas ekonomi perkotaan.

4.2.1.4. Mendukung peningkatan sosial ekonomi kelompok masyarakat ekonomi lemah.

4.2.1.5. Melestarikan warisan budaya dan sejarah serta memperbaiki kondisi lingkungan hidup perkotaan.

4.2.1.6. Mendorong terciptanya lingkungan perkotaan sehat.

4.2.2. Pembagian Wilayah Kota Kupang

4.2.2.1. Wilayah I, fungsi utamanya adalah menampung kegiatan dengan skala besar dan memanfaatkan lahan secara intensif terdiri dari kegiatan perdagangan, pemerintahan, fasilitas peribadatan dan pariwisata.

4.2.2.2. Wilayah II, difungsikan sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan yang dicanangkan untuk keperluan jangka panjang.

4.2.2.3. Wialayah III, difungsikan sebagai pintu gerbang utama kota Kupang, terutama fasilitas Bandara Udara, Perguruan Tinggi dan Kawasan Perumahan.

4.2.2.4. Wilayah IV, difungsikan sebagai wilayah kegiatan industri manufaktur yang padat modal, pelabuhan laut dan sebagian kawasan perumahan.

4.2.2.5. Wilayah V, peruntukan utamanya adalah kawasan pemukiman dan fasilitas pelayanan lainnya.

Gambar 41. Master Plan Pembagian Wilayah Kota Kupang

clip_image025

4.3. Jaringan Akses Telekomunikasi yang Berwawasan Lingkungan di Kota Kupang

4.3.1. Jaringan Akses Radio Jenis CDMA

Untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan perkotaan dan perbaikan estetika (keindahan) kota Kupang, maka untuk melayani daftar tunggu (calon pelanggan) sebanyak 10.026 satuan sambungan , maka direncanakan membangun CDMA sebanyak 7.900 satuan sambungan. Jaringan Akses jenis CDMA ini di samping digunakan untuk keperluan akses suara (voice) juga dapat digunakan untuk akses data dan fasilitas telekomunikasi lainnya.

Jaringan akses Radio CDMA direncanakan menggunakan satu buah Central station yang berada di Kawasan Sentral Telepon Otomat Kupang Jl. Palapa, dan tiga buah Remote Base Station masing-masing Remote Base Station (RBS) Tenau, Remote Base Station (RBS) Kolhua dan Remote Base Station (RBS) Lasiana.

4.3.1.1. Central Base Station CDMA Palapa

Melayani akses pelanggan pada daerah wilayah I, wilayah II dan sebagian wilayah V merupakan daerah kawasan bisnis, perkantoran dan sebagian kawasan perumahan (Gambar 42).

4.3.1.2. Remote Base Station (RBS) Kolhua

Melayani akses pelanggan wilayah-V dan daerah sekitarnya yang merupakan daerah kawasan perumahan (Gambar 42).

4.3.1.3. Remote Base Station (RBS) Tenau

Melayani akses pelanggan wilayah-IV dan sekitarnya yang merupakan daerah kawasan pelabuhan, perumahan dan kawasan industri (Gambar 42).

4.3.1.4. Remote Base Station (RBS) Lasiana

Melayani akses pelanggan wilayah-III dan daerah sekitarnya yang merupakan daerah kawasan Bandara Udara, kawasan perumahan dan kawasan sekolah/ perguruan tinggi (Gambar 42).

Keempat base station tersebut di atas cakupannya dirancang untuk saling overlapping sehingga wilayah cakupan tidak terjadi blank spot (daerah kosong). Aplikasi penggunaan (Gambar 42).

Gambar 42. Peta Perencanaan Jaringan Akses CDMA

clip_image027

Untuk mengetahui bahwa Jaringan Akses Radio Jenis CDMA merupakan jaringan yang berwawasan lingkungan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 15. Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Akses CDMA

KELEBIHAN KEKURANGAN
· Membutuhkan sumberdaya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan jaringan akses tembaga dan jaringan akses fiber optic.· Pembangunan jaringan CDMA baik yang baru maupun dalam rangka ekspansi kapasitas tidak merusak utilitas kota.· Menunjang estetika (keindahan) kota.

· Radiasi relatif kecil karena teknologinya menggunakan kombinasi antara kode dan frekuensi (CDMA).

· Akses pelanggan di samping menggunakan fixed telephone juga dapat menggunakan mobile telephone serhingga flexible.

· Kecepatan akses relatif agak lambat dibandingkan dengan jaringan akses fiber optic.· Membutuhkan keahlian khusus baik dalam pembangunan, pengeoperasian maupun pemeliharaan.
Sumber : Hasil Analisis Data Sekunder (2004)

Tabel 16. Data Kebutuhan Material dan Perlengkapan Jaringan Akses Radio CDMA Kota Kupang

No NAMA MATERIAL & PERLENGKAPAN SAT JLH KETERANGAN
1 Perangkat Central Station (Gambar 39) Unit 1 Diinstalasi di Ruang Transmisi Sentral Telepon Otomat Kupang.
2 Romote Base Station (Gambar

Sumber : Data SIMYAN KANOPTEL Kupang (2004)

39)

Unit 3 Diinstalasi di Kolhua, Lasiana, Tenau

Tabel 17. Kapasitas Jaringan Akses Radio CDMA

No JENIS INSTALASI SATUAN KAPASITAS TERPAKAI
Central Station CDMA Palapa SST 7.900 Belum dipasarkan
TOTAL SST 7.900

4.3.2. Jaringan Akses Jenis Fiber Optic

Jaringan akses fiber optic pertama kali dikembangkan di kota Kupang pada tahun 2003 dengan kapasitas fiber optic 12 core yang mampu mengakses pelanggan sebanyak 23.040 satuan sambungan. Pembangunan jaringan akses fiber optic tahap pertama difokuskan untuk melayani pusat perbelanjaan Mall Fobamora dan daerah sekitarnya dengan kapasitas 1.040 satuan sambungan.

Perencanaan untuk pengembangan jaringan akses fiber optic lebih lanjut pada daerah-daerah yang telah permanen di kota Kupang dibutuhkan sistem jaringan yang menggunakan duct. Duct ini dibangun dengan maksud di samping untuk mempermudah dalam instalasi juga dapat meminimalkan kerusakan sewaktu jaringan telah beroperasi (Gambar 28).

Wilayah-wilayah yang sudah permanen di kota Kupang baik jalan maupun bangunan meliputi : Jalan Suharto, Jalan Jend. Soedirman, Jalan Muhammad Hatta, Jalan Urip Sumiharjo, Jalan Achmad Yani dan poros Tim-Tim sampai batas Kota Kupang, Jalan Soekarno, Jalan Siliwangi, Jalan Sumatera, Jalan Tompelo, Jalan Cakdoko, Jalan WJ. Lalementik, Jalan Eltari dan sekitarnya, Jalan Perintis Kemerdekaan dan sekitarnya sedang wilayah kawasan pemukiman meliputi : Kawasan BTN Kolhua, BTN Liliba, Perumnas, Perumahan AURI, BTN Air Mata, Perumahan Perhubungan Udara , Perumahan PEMDA, Kompl. Perumahan POLDA, Perumahan BRIMOB, Perumahan POLRES, Perumahan Alak, Kawasan Pelabuhan Tenau dan Kawasan Pemukiman di pusat kota.

Perencanaan pengembangan jaringan akses fiber optic dilaksanakan secara bertahap antara lain sebagai berikut :

4.3.2.1. Tahap pertama ( Catuan RFA, RFB)

Pengembangan jaringan akses fiber optic tahap pertama untuk ekspansi kapasitas dan peningkatan mutu telah dioperasikan dengan mencatu kawasan Jalan Wj. Lalementik dan sekitarnya, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jalan Amabi dan sekitarnya, pusat perbelanjaan Mall Flobamora. Model dari jaringan ini masih kombinasi antara fiber optic dan akses tembaga yang diinstalasi baik menggunakan kabel tanah tanam langsung (underground cable) maupun kabel udara (overhead cable) sehingga konsep jaringan yang berwawasan lingkungan belum optimal karena sebagian instalasi masih kurang menunjang estetika (keindahan) kota.

clip_image028
Gambar 43. Peta skema Jaringan Akses Fiber Optic

clip_image030

clip_image031

Gambar 44. Konfigurasi Sistem Duct Fiber Optic RFA dan RFB

clip_image033

4.3.2.2. Tahap kedua (Catuan RFC, RFD, RFJ, RFK)

Pengembangan jaringan akses fiber optic tahap kedua diperuntukan pada ekspansi kapasitas dan mengganti jaringan akses tembaga eksisting yang sebagian besar sudah melampaui batas pemakaian dan tidak layak untuk dikembangkan di pusat-pusat perkotaan yang telah permanen karena merusak estetika (keindahan) kota. Wilayah-wilayah yang menjadi perencanaan tahap kedua meliputi : Kawasan Pelabuhan Udara, Perumahan BTN Liliba, Perumahan BTN Air Mata, Jalan Timtim dan sekitarnya sampai batas kota, Kawasan Kelapa Lima, Perumahan BTN Kolhua, Kawasan Oepura, Kawasan Pemukiman Sikumana.

clip_image035

Gambar 45. Konfigurasi sistem duct Fiber Optic RFC,RFD,RFJ,RFK

4.3.2.3. Tahap ketiga (Catuan RFE, RFG, RFH, RFI)

Pengembangan tahap ketiga ini disamping untuk keperluan ekapansi kapasitas juga diperuntukan sebagai pengganti jaringan akses tembaga eksisting. Pengembangan tahap ketiga ini meliputi : Kawasan pelabuhan, kawasan Industri Bolok, Perumahan Perumnas Alak, Kawasan pemukiman Nomosain, Kawasan Pertokoan Siliwangi, Kawasan Pertokoan Kuanino, Kawasan POLDA, Kawasan pemukiman Naikoten, Kawasan Perkantoran Jl. Palapa, Kawasan pemukiman Jl. Cat Doko, Tompelo, Kawasan Jl. Urip Somiharjo, Kawasan Pasar Oeba dan sekitarnya.

Gambar 46. Konfigurasi sistem duct Fiber Optic RFH,RFE,RFG,RFI

clip_image037

Gambar 47. Perencanaan Jaringan Akses Fiber Optic

clip_image039

Untuk mengetahui bahwa Jaringan Akses Fiber Optic merupakan jaringan yang berwawasan lingkungan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 18. Kelebihan dan Kekurangan

KELEBIHAN KEKURANGAN
· Sistem jaringan dilengkapi duct (polongan pipa) untuk mempermudah instalasi dan tidak merusak utilitas kota dan lingkungan berulang-ulang.· Menunjang estetika (keindahan) kota, karena seluruh instalasi termasuk saluran penanggal ke rumah di tanam dalam tanah.· Tidak menimbulkan radiasi karena menggunakan cahaya.

· Kecepatan akses data sangat cepat dibandingkan dengan jaringan akses lainnya.

· Kapasitas chanal sangat besar, 1 core fiber optic = 1.920 SST

· Kelengkapan Man Hole (HH) dan Hand Hole (HH) yang dipasang pada setiap jarak rute 250 meter dapat digunakan menampung air hujan untuk keperluan penyiraman taman kota dan bahan baku air pemadam kebakaran, type kecil sebanyak 5,4 m3 sedang ukuran besar sebanyak 22,68 m3.

· Membutuhkan keahlian khusus baik dalam pembangunan, pengeoperasian maupun pemeliharaan.· Membutuhkan biaya besar untuk penyediaan infrastruktur pada awal pembangunan.· Melibatkan banyak pihak pada pada saat pembangunan.

· Pada masa konstruksi membutuhkan waktu yang banyak dan cenderung mengganggu lalu-lintas.

Hasil Analisis Data Sekunder Jaringan Akses Fiber Optic Kota Kupang (2004)

Tabel 19. Data Penggunaan Material dan Perlengkapan Jaringan Akses fiber Optic catuan RFA, RFB (tahap-1) Kota Kupang

No NAMA MATERIAL & PERLENGKAPAN SAT JLH KETERANGAN
1 Kabel primer fiber optic m’ 4.303 Diinstalasi mulai dari Sentral Telepon Otomat Palapa sampai di Jalan WJ.Lalementik Ktr. TELKOM.
2 Kabel sekunder (kabel tanah tanam langsung) m’ 17.530 Dinstalasi pada kawasan Mall Flobamora, Jalan Amabi dan sekitarnya, Jalan Perkem dan sekitarnya
3 Tiang telepon 7 m Btg 352 S d a
4 Selter ONU/DLC Unit 2 Diinstalasi di Jalan WJ. Lalementik (Ktr.TELKOM) dan Jalan Amabi
5 Distribution Point Unit 77 Diinstalasi di sebagian besar kawasan kota
6 Saluran Penanggal m’ 142.500 Diinstalasi di seluruh rumah/gedung pelanggan.
7 Jembatan kabel di parit/ sungai Unit 27 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
8 Lintasan penyeberangan kabel di jalan Unit 52 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
9 Titik sambungan dalam tanah Unit 88 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
10 Man Hole (MH) Unit 27 Diinstalasi mulai dari Jl. Palapa sampai di Jalan WJ. Lalementik (Oebufu)

Tabel 20. Kapasitas Jaringan Akses fiber optic (tahap satu) Kota Kupang

No JENIS INSTALASI SAT KAPASITAS TERPAKAI
1 Kabel Primer (fiber optic) SST 1.040 980
2 Kabel sekunder (kabel tanah tanam langsung) SST 1.700 980
Sumber : Data Potensi Jaringan Akses Telekomunikasi Kota Kupang (2004)

Tabel 21. Data Rencana Kebutuhan Material dan Perlengkapan Jaringan Akses fiber Optic catuan RFC, RFD, RFJ, RFK (tahap dua) Kota Kupang

No NAMA MATERIAL & PERLENGKAPAN SAT JUMLAH KETERANGAN
1 Kabel primer (fiber optic) m’ 16.250 Diinstalasi mulai dari Sentral Telepon Otomat Palapa sampai ke masing-masing catuan RFC,RFD,RFJ,RFK
2 Kabel sekunder (kabel tanah tanam langsung) m’ 78.340 Dinstalasi pada kawasan daerah pelayanan RFC,RFD,RFJ,RFK
4 Selter ONU/DLC Unit 4
5 Distribution Point bawah tanah Unit 1.353. Diinstalasi di sebagian besar kawasan kota
6 Saluran Penanggal bawah tanah m’ 1.500.000 Diinstalasi di seluruh rumah/gedung pelanggan.
7 Jembatan kabel di parit/ sungai Unit 123 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
8 Lintasan penyeberangan kabel di jalan Unit 145 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
9 Titik sambungan dalam tanah Unit 1.402 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
10 Man Hole (MH) Unit 65 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
11 Hand Hole (HH) Unit 4

Tabel 22. Kapasitas Jaringan Akses fiber optic (tahap dua) Kota Kupang

No JENIS INSTALASI SAT KAPASITAS TERPAKAI
1 Kabel Primer (fiber optic) SST 10.000 -
2 Kabel sekunder (kabel tanah tanam langsung) SST 15.000 -
Sumber : Rencana Proyek Out Side Plant Ophar Jaringan KANOPTEL Kupang (2004-2014)

Tabel 23. Data Rencana Kebutuhan Material dan Perlengkapan Jaringan Akses fiber Optic Catuan RFE, RFG, RFH, RFI (Tahap Tiga) Kota Kupang

No NAMA MATERIAL & PERLENGKAPAN SAT JLH KETERANGAN
1 Kabel primer (fiber optic) m’ 23.750 Diinstalasi mulai dari Sentral Telepon Otomat Palapa sampai ke masing-masing catuan
2 Kabel sekunder (kabel tanah tanam langsung m’ 128.340 Dinstalasi pada kawasan daerah pelayanan
4 Selter ONU/DLC Unit 4
5 Distribution Point bawah tanah Unit 1.400. Diinstalasi di sebagian besar kawasan kota
6 Saluran Penanggal bawah tanah m’ 2.250.000 Diinstalasi di seluruh rumah/gedung pelanggan.
7 Jembatan kabel di parit/ sungai Unit 147 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
8 Lintasan penyeberangan kabel di jalan Unit 182 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
9 Titik sambungan dalam tanah Unit 1.470 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
10 Man Hole (MH) Unit 95 Diinstalasi pada kawasan tertentu.
11 Hand Hole (HH) Unit 4

Tabel 24. Kapasitas Jaringan Akses fiber optic Kota Kupang

No JENIS INSTALASI SAT KAPASITAS TERPAKAI
1 Kabel Primer (fiber optic) SST 15.000 -
2 Kabel sekunder (kabel tanah tanam langsung) SST 25.000 -
Sumber : Rencana Proyek Out Side Plant Ophar Jaringan KANOPTEL Kupang (2004-2014)

clip_image041

Gambar 48. Penampang duct dalam tanah
Gambar 49. Ukuran jarak span pipa duct dan Man Hole

clip_image043

Gambar 50. Konstruksi Man Hole (Tampak Irisan Samping)

clip_image045

Tabel 25. Ukuran Man Hole Type S
STANDARISASI MAN HOLE TYPE-S
Type Of Length Width Heigth Number
MH L W H Or MH
        Cover
(Cm) (Cm) (Cm) (Unit)
H1S5-S 250 120 180 1
H2S7-S 400 150 210 2
H3S7-S 500 180 210 2
H4S7-S 600 210 210 2
H5S7-S 600 210 260 2

clip_image047

Gambar 51. Konstruksi Man Hole Type S (Tampak Atas)
Tabel 26. Ukuran Man Hole Type-L
STANDARISASI MAN HOLE TYPE-L
Type Of Length Width Heigth Number
MH L W H Or MH
        Cover
(Cm) (Cm) (Cm) (Unit)
H1S5-L 370 120 180 1+1
H2S7-L 520 150 210 1+1
H3S7-L 650 180 210 2+1
H4S7-L 780 210 210 2+1
H5S7-L 780 210 260 2+1

clip_image049

Gambar 52. Konstruksi Man Hole Type L (Tampak Atas)
Tabel 27. Ukuran Man Hole Type T
Gambar 53. Konstruksi Man Hole Type T (Tampak Atas)
STANDARISASI MAN HOLE TYPE-T
Type Of Length Width Heigth Number
MH L W H Or MH
        Cover
(Cm) (Cm) (Cm) (Unit)
H1S5-T 370 120 180 1+1
H2S7-T 520 150 210 1+1
H3S7-T 650 180 210 2+1
H4S7-T 780 210 210 2+1
H5S7-T 780 210 260 2+1

clip_image051

Tabel 28. Ukuran Han Hole (HH)
STANDARISASI HANDHOLE
Type Of Length Width Heigth Number
HH L W H Or HH
Cover
(Cm) (Cm) (Cm) (Unit)
HH1 70 125 110 3

clip_image053

Gambar 54. Konstruksi Han Hole (Tampak Atas)

4.4. Komparasi Jaringan Akses Telekomunikasi Kota Kupang

Tabel 29. Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Akses Telekomunikasi

AKSES RADIO
  No   U r a i a n   CDMA   WLL  Ultra-phone    Rural IRT    Akses Tembaga Akses Fiber Optic (Duct)
1 Cost :· Investasi awal/ 1 Sst.· Maintenance, operasional/ 1 Sst/ tahun    $. 250

 

 

$. 6

  $.275

 

 

$.10

  $.750

 

 

$.12

  $.475

 

 

$.29

  $.350

 

 

$.25

  $. 500

 

 

$. 7.2

2 Sumberdaya· Material, Accessories, sarana penunjang· Sumber Daya Manusia/ 10.000 pelanggan Sedikit(Tabel 4.14).2 Org Sedang(Tabel 4.5)20 Org Sedang(Tabel 4.9)20 Org BanyakTabel 4.1240 Org BanyakTabel 4.240 Org Banyak(Tabel4.17).10 Org
3 Mendukung estetika (keindahan) kota  Ok  Ok  Ok  Not Ok  Not Ok  Ok
4 Radiasi gelombang radio Kecil Kecil Besar Kecil Tdk ada Tdk ada
AKSES RADIO
  No   U r a i a n   CDMA   WLL   Ultra-phone    Rural IRT    Akses Temba-ga Akses Fiber Optic (Duct)
5 Kualitas akses :· Akses suara· Akses data BaikCepat SedangLambat BaikLambat BaikSedang BaikCepat BaikLebih cepat
6 Teknologi (penggunaan) Fixed & Mobile Fixed Fixed Fixed Fixed Fixed
7 Pada saat Instalasi dan operasional tidak merusak utilitas kota. Ok Ok Ok Ok Not Ok Not Ok
8 Sarana penunjang jaringan akses sebagian dapat digunakan untuk kepentingan lingkungan hidup, contoh pada (Tabel 4.16).    

 

 

 

 

 

Not Ok

   

 

 

 

 

 

Not Ok

   

 

 

 

 

 

Not Ok

   

 

 

 

 

 

Not Ok

   

 

 

 

 

 

Not Ok

   

 

 

 

 

 

Ok

Sumber : Hasil perencanaan & evaluasi penelitian Jaringan Akses Telekomunikasi Kota Kupang (2004)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.561 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: