Planning and Design OPTICAL ACCESS NETWORK

Perencanaan Jaringan Lokal Akses Fiber Optic

Perencanaan adalah proses untuk mengembangkan dan mempertahankan kesesuaian yang layak antara sasaran, keahlian dan sumber daya.

Prosedur perencanaan :

image

Tahapan Kegiatan Perencanaan Jaringan Lokal Access Fiber

Survei Demand dan Olah data
a. Peramalan Jenis Layanan
b. Peramalan Jumlah Satuan Sambungan

Perhitungan Demand
a. Metode Makro
b. Metode Mikro

Metode Ekonomi Makro

 

image

image

 

Metode Ekonomi Mikro

 

image

image

Penentuan Teknologi

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penentuan teknologi :

  • Klasifikasi pelanggan, pelanggan dikelompokkan sebagai pelanggan perumahan, bisnis, industri dan fasilitas umum.
  • Letak geografis, yaitu apakah terkonsentrasi atau tersebar.
  • Kebutuhan jumlah satuan sambungan.
  • Kebutuhan ini akan sangat berpengaruh terhadap kapasitas perangkat yang akan digunakan.
  • Kebutuhan jenis service dan Kemampuan teknologi. Hal ini akan mempengaruhi pemilihan jenis teknologi. Kebutuhan jenis service harus disesuaikan dengan waktu perencanaan.
    Teknologi yang dapat diterapkan dalam Jarlokaf sampai saat ini adalah sebagai berikut :
  • Digital Loop Carrier (DLC)
  • Passive Optical Network (PON)
  • Synchronous Digital Hierarchy (SDH)

image

image

image

Konfigurasi Jaringan Jarlokaf

Konfigurasi dasar jaringan yang dapat dipergunakan pada Jarlokaf adalah :
• Konfigurasi Single Star
Konfigurasi Single Star hanya memiliki satu titik star pada sisi sentral seperti gambar 12.a dan 12.b.
Teknologi Jarlokaf yang dapat menggunakan konfigurasi ini adalah DLC.
• Konfigurasi Triple Star
Konfigurasi Triple Star memiliki tiga titik star. Contoh teknologi yang digunakan adalah DLC.
• Konfigurasi Multiple Star
Konfigurasi Multiple Star memiliki lebih dari satu titik star pada kabel serat optik. Teknologi yang dapat digunakan adalah OAN dan PON.
• Kombinasi dengan Ring
Kombinasi dengan Ring digunakan untuk meningkatkan kehandalan sistem. Kombinasi dengan Ring dapat berupa penerapan ring kabel atau ring SDH dan teknologi yang dapat digunakan adalah DLC ataupun OAN.

image

Penentuan Batas Daerah Pelayanan

Batas daerah pelayanan Remote Terminal ditentukan oleh faktor-faktor :

  • Jarak maksimum pelanggan yang akan dilayani disesuaikan dengan jenis layanan yang dapat diberikan.
  • Daerah pelayanan dapat berupa kawasan yang terkonsentrasi ataupun tersebar.

Pemilihan dan Penempatan Perangkat Utama

Lokasi Central Terminal

  • Ditempatkan sedekat mungkin dengan sistem catu daya.
  • Temperatur ruangan dimana perangkat diletakkan harus diatur
  • Tersedianya perlengkapan operasi dan pemeliharaan yang baik.

Lokasi Remote Terminal
Persyaratan penempatan RT :

  • Panjang kabel penanggal untuk menjangkau pelanggan dalam daerah pelayanan RT relatif pendek.
  • Penempatan RT sebisa mungkin berada di tengah-tengah daerah pelayanan untuk mendapatkan jangkauan optimum.
  • Pada gedung yang bertingkat, perangkat RT dapat ditempatkan di basement atau di setiap lantai dengan mempertimbangkan kemudahan dalam menyediakan supplai daya, instalasi, operasi dan pemeliharaan.
  • Posisi RT harus aman dari gangguan.

Penyusunan Rancangan Dasar dan Rancangan Rinci

  • Penyusunan rancangan dasar adalah gambaran umum jaringan yang akan dibangun pada daerah layanan STO.
  • Penyusunan rancangan rinci adalah gambar rute jaringan berdasarkan penentuan tempat yang sesuai untuk menempatkan :
  • Perangkat/sentral
  • Jarak antara sentral dengan pelanggan.
  • Total panjang kabel optik.
  • Kebutuhan core yang digunakan dalam perencanaan jaringan fiber optic.

image

image

image

Bill of Quantity / Quantification

 

Secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Perhitungan material dan volume kerja dilakukan setelah rancangan dasar dan rancangan keseluruhan.
  • Perhitungan dilakukan berdasarkan gambar yang disetujui.
  • Hasil dari proses perhitungan ini dilengkapi bill of quantity.
  • Bill of quantity mencakup semua jenis material selain material utama, material tambahan atau perangkat/peralatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan.
  • Bill of quantity digunakan sebagai dasar estimasi biaya proyek dan perkiraan cakupan kerja.

ANTARMUKA (INTERFACE) JARLOKAF V 5.1

Antarmuka V 5.1 menggunakan arsitektur lapisan 1 G.703.
• Antarmuka V 5.1 dirancang untuk mendukung jasa :
–   PSTN
–   BRA-ISDN
– Leased Channel Permanent (sirkit sewa permanent) maupun semi permanen.

image

ANTARMUKA (INTERFACE) JARLOKAF V 5.2

  • Antarmuka V 5.2 sebagai pengembangan dari antarmuka V 5.1 menggunakan multilink.
  • Antarmuka V 5.2 dapat mendukung aplikasi POTS, ISDN-BRA, ISDN-PRA dan Leased Line.

image

image

Traffic Pelayanan Telekomunikasi

 

image

Waktu Pendudukan

image

image

image

Manajemen Proyek

Jaringan kerja adalah suatu alat bagi manajemen untuk :

  • Merencanakan proyek sehingga sasaran dalam ukuran waktu dan sumber daya dapat dievaluasi.
  • Mengendalikan proyek yang sedang dilaksanakan dan segera mengambil tindakan apabila ada penyimpangan.
  • Memperlancar komunikasi antara berbagai departemen atau bagian dan perusahaanperusahaan yang ada kaitannya dengan proyek.
  • Memelihara disiplin organisasi dengan menetapkan cara-cara kerja secara tegas.
  • Meningkatkan kualitas rencana proyek dan pelaksanaannya

Menyusun Jaringan Kerja Proyek

  • Menetapkan sasaran proyek yang akan dilaksanakan.

 

  • Uraikan proyek tersebut dalam bentuk pekerjaan-pekerjaan atau aktivitas aktivitas.
  • Buat diagram panah.

 

image

A. Aktifitas  (1-2) ; B & C  Aktifitas Paralel  (2-3); (2-4) ; Aktifitas paralel D-E (3-5); (4-5)

 

 

Jenis Proyek yang Menggunakan Jaringan Kerja

  • Proyek kontruksi
  • Riset dan pengembangan
  • Proyek-proyek pemerintah
  • Perawatan atau pekerjaan overhaul dalam pabrik.
  • Memperkenalkan produk baru.
  • Bidang bisnis yang lainnya.

Crash Cost atau Biaya Kilat

Tujuannya adalah untuk menyelesaikan pekerjaan secara cepat dengan kualitas yang sama sehingga akan mengakibatkan penambahan pengeluaran biaya.

image

Perubahan Jadwal Network Planning

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk perubahan jadwal proyek :
• Perhatikan Biaya Normal dan waktu keseluruhan proyek.
• Tentukan lintasan kritisnya.
• Tentukan kegiatan yang dapat dipersingkatan dan yang dapat memberikan biaya perubahan minimal.
Perubahan untuk Crash dapat dilakukan pada aktivitas 2-3 dimana terjadi pengurangan waktu selama maksimum 2 minggu dan terjadi penambahan biaya.

image

Pekerjaan Sipil

Pekerjaan sipil yang dilakukan berdasarkan No. CL3004 dan MH-2001.
• Sistem Duct
# Sistem duct untuk kabel utama
# Concrete Duct terdiri dari pipa PVC dimana diameter dalam pipa 100 mm dengan ketebalan 2 mm dan Semi duct (compact sand) terdiri dari pipa PVC dengan diameter dalam pipa PVC adalah 100 mm serta ketebalan 5,5 mm.
Ditanam langsung ke tanah dan ditekan dengan pasir. Apabila kedalaman duct dilokasi tidak cukup (dangkal) maka pipa plastik dilapisan atas duct dapat diganti dengan pipa besi. Jarak antara Manhole untuk rute lurus maximum 400 m dan rute berbelok maximum 100 m.
# Rute duct dipilih berdasarkan hasil survei lapangan, data perencanaan kota, dan data lain yang relevan.
# Jumlah pipa duct
dimana : N = Jumlah kabel utama yang dibutuhkan untuk 20 tahun 1.5 = Faktor pengamanan untuk pertambahan pelanggan
Pipa cadangan
Jumlah pipa 1 – 15 dengan 1 pipa cadangan
Jumlah pipa 16 – 30 dengan 2 pipa cadangan
Jumlah pipa 31 – 45 dengan 3 pipa cadangan
Jumlah pipa > 46 dengan 4 pipa cadangan
# Duct harus diletakkan di sisi jalan. Apabila duct akan diletakkan di jalan maka harus ditanam lebih dalam dengan kedalaman :
• Di DKI Jakarta
Disisi jalan kedalamannya 1,1 m dari permukaan tanah sampai atas duct dan kedalaman untuk di jalan 1,3 m dari permukaan tanah sampai atas duct
• Diluar Jakarta
Disisi jalan kedalamannya 0,8 m dari permukaan tanah sampai atas duct dan kedalaman untuk di jalan 1 m dari permukaan tanah sampai atas duct
Number of pipes = (1.5 x N) + reserve.

image

Manhole (MH)

MH dibuat untuk meletakkan :
• Cable jointing closure
• Cable branching closure
MH harus memiliki ruang yang cukup untuk meletakkan :

Duct

• Pekerja (1 atau 2 orang)
• Jointing and branching closure
• Handhole (HH)
– HH akan diletakkan dekat cabinet, rute antara MH dan cabinet, dan disisi jalan.
– HH akan digunakan untuk meletakkan jointing closure antara cable stub dari cabinet dengan kabel utama dan secondary cable.
– HH dapat dibangun di tempat atau sebelum fabrikasi dan membuat concrete, ini hanya satu jenis dengan ukuran sebagai berikut :
• Panjang bagian terluar : 1,80 m ; Bagian dalam : 1,50 m
• Lebar bagian terluar : 1,20 m ; Bagian dalam : 0,90 m
• Tinggi bagian terluar : 1,51 m ; Bagian dalam : 1,31 m.

Konfigurasi Jaringan Access Fiber

• Pertimbangan ketika Membuat Konfigurasi
Konfigurasi jaringan dibuat berdasarkan pertimbangan berikut :
– Pertimbangan Teknik
• Transmision and signal requirement’s limit
• Compact and well managed unit group
• Sequencial cable pair alocation to avoid crossing
– Pertimbangan Ekonomi
• Save the used of connector, jointing closure, cable, etc.
• Save unnescessary additional work cost.
– Pertimbangan Administrasi agar mudah mencatat jaringan kabel.

• Pembagian Konfigurasi Jarlokaf
Konfigurasi Jarlokaf dapat dibagi atas 2 jaringan :
– Primary network, jaringan antara OLT dan PS.
– Secondary network, jaringan antara PS and ONU.

image

image

Jadwal Perencanaan/Time Frame

Berdasarkan pertimbangan Teknik dan Ekonomi (biaya awal, konstruksi, life time
perangkat, dll), jadwal perencanaan/time frame untuk setiap bagian jaringan Jarlokaf yang diuraikan dalam tabel 9 berikut :

image

Sumber : Knowledge TELKOM 2007

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.559 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: