KONSEP DASAR & BERBAGAI MACAM KONFIGURASI JARINGAN PADA KOMPUTER (level-1)

TIPE JARINGAN KOMPUTER


1. Peer-to-peer

Tiap komputer dapat berfungsi sebagai client dan server. Ambil contoh: Dalam suatu waktu komputer A merequest file dari komputer B, kemudian komputer B merespond dengan memberikan file tersebut kepada komputer A, dalam kasus ini, komputer A sebagai client dan B sebagai server. Pada waktu berikutnya komputer B dapat berfungsi sebagai client dan A sebagai server apabila B merequest sesuatu dari A.

2. Client/server
Pelayanan jaringan terletak pada komputer yang dinamakan server. Server merespon request dari client. Server adalah komputer sentral yang memberikan respon dari client yang merequest seperti file, print, aplikasi dan pelayanan lain.

image

Topologi Jaringan

1.Topologi yang digunakan
! Topologi Fisik
! Topologi Logic
2.Media transmisi
3.Metode akses

Topologi Fisik Jaringan Komputer

image

Bus

Topology yang menggunakan single backbone segment yang terhubung secara langsung ke semua host Merupakan topologi dengan metode akses broadcast yang tersambung dengan kabel Coaxial, dan Twisted Pair. Setiap komputer disambung dengan T Bus (Bus berbentuk T) dan kedua ujung sambungan diberi resistor 50 ohm. Semua perangkat jaringan yang terhubung dalam topology bus dapat melihat semua sinyal yang melintas dalam single backbone tersebut.
Keuntungan:
! Murah, karena tidak memakai banyak media dan media yang dipakai sudah umum (banyak dalam pasaran)
! Setiap komputer dapat saling berhubungan langsung.
Kerugian:
! Sering terjadi hang / crass, yaitu bila lebih dari satu pasang memakai bus yang sama.
! Tidak dapat dipakai secara bersamaan dalam satu waktu, harus bergantian atau ditambah relay.
! Jika single backbone terputus maka jaringan rusak. Traffic yang padat dan sering terjadinya collision paket data.

Ring

Menghubungakan suatu host dengan host berikutnya dan antar host yang terakhir dengan host yang awal sehingga terbentuk seperti cincin dari kabel.
Tiap node hanya terkoneksi secara fisik dengan node yang ada disebelahnya (kanan dan kirinya). Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat menuju komputer yang dituju.
Media transmisi yang dipakai dapat berupa twisted pair, kabel coaxial dan serat optik .
Keuntungan:
! seperti Topologi Bus
! Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error dapat diperkecil
Kerugian:
! Data yang dikirim bila melalui banyak komputer, transfer data menjadi lambat.

Star

Mengkoneksikan semua kabel dari tiap host ke central point sebagai konsentrator. Konsentrator ini biasanya berupa hub atau switch.
Keuntungan:
! akses ke server cepat
! Dapat menampung banyak user yang melakukan banyak proses ke server
! User dapat lebih banyak dibanding Bus
Kerugian:
! Bila ada dua user yang ingin berhubungan (berkomunikasi) harus melalui server dulu sehingga ada kemungkinan terdapat error bila sambungan masing-masing user ke server kurang baik.
! Apabila konsentrator rusak maka jaringan rusak.

Extended star

Merupakan perkembangan dari toplogi star sebagai perluasan topologi star. Topologi star inti yang terdiri dari konsentrator yang menghubungkan topologi star-topologi star lain. Membatasi banyaknya perangkat yang terhubung ke satu konsentrator

Hirarki

Mirip dengan extended star tetapi ia tidak punya konsentrator. Sistemnya terhubung ke komputer yang mengntrol traffic dalam topology.

Mesh

Tiap host punya koneksi sendiri ke semua host yang ada dalam jaringan.
Karena tiap node terkoneksi ke semua node, maka data dapat dikirimkan melalui beberapa jalur yang ada.

Topologi Logic Jaringan Komputer

1. Ethernet
Jaringan komputer umumnya menggunakan tipe jaringan ethernet, dimana topologi bisa berupa bus, dan star. Mode pengiriman digunakan CSMA merupakan salah satu skema dalam proses pengiriman paket, dimana pemakainya mendeteksi kanal lebih dahulu apakah kanal sibuk atukah sedang bebas, sebelum proses pengiriman paket. Bila pemakai mendeteksi kanal dalam keadaan bebas (idle), maka paket akan dikirimkan. Sedangkan bila kanal terdeteksi dalam keadaan sibuk (busy), maka pengiriman paket ditunda untuk beberapa saat. Collision antar paket masih mungkin terjadi. Untuk itu dibuat suatu perbaikan metode CSMA dengan nama CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection), yang sering disebut juga dengan metode Listen While Talk (LWT).

Token Ring,

Token Ring merupakan salah satu protokol untuk LAN yang menggunakan kendali transmisi terdistribusi dan telah distandarisasi oleh IEEE nomor 802.5. Kendali transmisi pada Token Ring dilakukan oleh bit-bit token yang beredar sekeliling jaringan ring dari stasiun ke stasiun berikutnya. Bit-bit tersebut ditransmisikan secara serial melalui media transmisi fisik dan akan mengalami delay tiap melalui stasiun di dalam jaringan ring. Setiap stasiun akan membangkitkan kembali dan akan meneruskan setiap bit ke stasiun berikutnya. Jadi stasiun-stasiun dalam Ring juga berfungsi sebagai regenerator dan repeater. Suatu stasiun tujuan yang telah diberi alamat akan menyalin informasi yang dikirim stasiun awal bila informasi tersebut lewat, dan stasiun awal akan menghapusnya bila informasi tersebut telah membentuk satu loop penuh mengelilingi ring.

Fiber Distributed Data Interface (FDDI),

FDDI (Fiber Distributed Data Intrface) digunakan dengan kabel fiber optic.Arsitektur ini bekerja berdasarkan dua ring konsentrik , masing-masing berkecepatan 100 Mbps , dengan menggunakan token passing scheme. FDDI menggunakan arsitektur dual-ring dengan arah penjalaran data yang saling berlawanan. Dual ring terdiri dari primary dan secondary ring. Selama keadaan jaringan yang normal,maka ring primary yang digunakan untuk pentransmisian data, dan ring secondary ring dalam posisi idle.

image

Wireless, infrared,

Teknologi wireless memiliki fleksibelitas, mendukung mobilitas, memiliki teknik frequency reuse, selular dan handover, menawarkan efisiensi dalam waktu (penginstalan) dan biaya (pemeliharaan dan penginstalan ulang di tempat lain), mengurangi pemakaian kabel dan penambahan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Asynchronous Transfer Mode (ATM).

Asynchronous Transfer Mode atau yang lebih dikenal dengan sebutan ATM merupakan suatu teknologi aplikasi packet switching dimana satuan informasi yang dikirim dalam bentuk paket tersebut mempunyai panjang yang terbatas yaitu sekitar 53 byte, dengan 5 byte untuk header yang merupakan tempat informasi routing, serta address dan sisanya yaitu 48 byte untuk data info atau payload tempat suatu informasi atau traffik ditumpangkan Satuan informasi dalam bentuk paket-paket pada ATM ini disebut Cell ATM. Dengan panjang sel ATM yang tetap tersebut, memungkinkan desain ATM switch yang lebih sederhana, sehingga waktu tunda pemrosesan dan variabel waktu tunda dapat direduksi. Hal ini sangat berpengaruh pada jenis pelayanan yang memiliki waktu yang sensitif, misalnya untuk jenis pelayanan audio dan visual.

Multi Packet Label Switch (MPLS)

MPLS merupakan kombinasi dari komponen kontrol IP dan komponen forwardingATM dengan pensinyalan IP dan protokol distribusi label yang baru. Pada jaringan MPLS pengiriman beberapa paket yang dikumpulkan dalam suatu FECs (Forwarding Equivalence Classes) akan dilekatkan label sebagai indeks pada tabel routing untuk menentukan hop berikutnya. Pemakaian
teknologi MPLS dalam mendukung suatu jaringan diharapkan dapat memenuhi segala kebutuhan yang diinginkan pemaki jaringan karena MPLS dapat diterapkan pada semua protkol layer jaringan dan mampu meningkatkan performansi routing, memperbaiki jangkauan layer jaringan serta menyedikan
fleksibilitas yang besar dalam pengiriman pelayanan routing.

Perangkat Jaringan Komputer

1. Network Interface Card (NIC) NIC berkomunikasi dengan network menggunakan koneksi serial dan dengan komputer menggunakan koneksi paralel. Ketika memilih NIC, perhatikan beberapa faktor berikut:
! Protokol: ethernet, token ring, FDDI
! Tipe media: twisted pair, coaxial, wireless, fiber-optic
! Tipe slot motherboard: ISA, PCI
Tiap NIC mempunyai kode unik dari pabrik, dinamakan Media Access Control (MAC) address. Address ini digunakan untuk mengontrol

1. Network Interface Card (NIC)
NIC berkomunikasi dengan network
menggunakan koneksi serial dan dengan
komputer menggunakan koneksi paralel. Ketika
memilih NIC, perhatikan beberapa faktor berikut:
! Protokol: ethernet, token ring, FDDI
! Tipe media: twisted pair, coaxial, wireless,
fiber-optic
! Tipe slot motherboard: ISA, PCI
Tiap NIC mempunyai kode unik dari pabrik,
dinamakan Media Access Control (MAC)
address. Address ini digunakan untuk mengontrol
komunikasi data pada suatu host dalam jaringan.

image

image

Repeater

Fasilitas paling sederhana dalam internetwork adalah repeater. Fungsi utama repeater adalah menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Repeater beroperasi pada Physical layer dalam model jaringan OSI. Jumlah repeater biasanya ditentukan oleh implementasi LAN tertentu. Penggunaan repeater antara dua atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol Physical layer yang sama antara segmen-segmen kabel tersebut. Sebagai contoh, repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.

image

image

Converter

Converter dapat dianggap sebagai tipe device yang berbeda daripada repeater, bridge, router, atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter (kadang disebut gateway) memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan di atas arsitektur network berbeda dengan sistem tersebut. Converter bekerja pada lapisan Application pada model OSI dan bertugas untuk melalukan paket antar jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga perbedaan tersebut tidak tampak pada lapisan aplikasi.
Di samping menggunakan converter, metode lain untuk menghubungkan jaringan dengan arsitektur berbeda adalah dengan tunelling. Metode ini membungkus paket -termasuk protokolnya yang akan dilewatkan pada protokol lain. Pembungkusan ini dilakukan dengan menambahkan header protokol pada paket yang akan dilewatkan. Metode ini dapat dilihat sebagai sebuah arsitektur jaringan yang berjalan di atas arsitektur jaringan yang lain. Perangkat tempat terjadinya proses tunnelling ini disebut sebagai portal.

MEDIA TRANSMISI

Ada dua jenis yaitu kabel dan nirkabel (wireless). Kabel dibagi kedalam bebearpa jenis yaitu: twisted pair, coaxial, dan fiber Optic (FO).
1. Media Transmisi Guided
Untuk media transmisi guided, kapasitas transmisi, baik dalam hal rate data maupun bandwith, sangat tergantung pada jarak dan sistem transmisi medianya dari titik ke titik jarak jauh. Tiga media guided yang umumnya dipergunakan untuk transmisi data adalah twisted pair, coaxial cable, dan fiber optic. Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis coaxial.

Twisted Pair Cable

Twisted pair adalah media tranmisi guided yang paling hemat dan paling banyak digunakan. Sebuah twisted pair terdiri dari dua kawat yang disekat dan disusun dalam suatu bola spiral beraturan. Sepasang kawat bertindak sebagai satu jalur komunikasi tunggal. Biasanya, beberapa pasangan kawat tersebut dibundel menjadi satu kabel dengan satu cara dibungkus dalam sebuah sarung pelindung yang keras. Pada jarak yang sangat jauh, kabel berisikan ratusan pasang kawat penggulungan cenderung meningkatkan interferensi diantara sepasang kawat yang saling berdekatan di dalam suatu kabel. Pasangan yang berdekatan dalam satu bundel biasanya sedikit berlainan panjang gulungannya untuk mengurangi interferensi. Pada jarak jauh, panjang gulungan biasanya bervariasi dari 5 sampai 15 cm. Kabel yang saling berpasangan memiliki tingkat ketebalan mulai dari 0.4 sampai 0.9 mm.
Twisted pair cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network. Twisted Pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coaxial karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi, bahkan dengan HUB bisa dirangkai menjadi suatu jaringan besar.

Twisted Pair

image

Coaxial Cable

Coaxial cable seperti halnya dengan twisted pair terdiri dari dua konduktor, namun disusun berlainan untuk mengatur pengoperasiannya melalui jangkauan frekuensi yang lebih luas. Terdiri dari konduktor silindris yang mengelilingi suatu kawat konduktor dalam tunggl. Konduktor bagian dalam dibungkus baik dengan konduktor kawat jaring maupun penyekat dalam. Konduktor terluar dilindungi oleh suatu selubung atau pelindung. Sebuah coaxial cable tunggal memilki diameter mulai dari 1 sampai 2,5 cm. Karena perlindungan ini, dengan konstruksi berbentuk melingkar, coaxial cable menjadi tahan terhadap interferensi dibandingkan dengan twisted pair. Coaxial cable juga dapat dipergunakan untuk jarak yang lebih jauh dan mampu mendukung beberapa station dalam sebuah jalur yang dipakai banyak user dibanding twisted pair.

Coaxial cable mungkin merupakan
media transmisi yang paling
bermanfaat untuk segala macam
keperluan serta dapat dipergunakan
untuk berbagai jenis aplikasi. Aplikasi
yang terpenting adalah sebagai berikut:
! Distribusi siaran televisi
! Transmisi telepon jarak jauh
! Penghubung sistem komputer
jangkauan pendek
! Local Area Network (LAN)

image

Serat Optik

Serat optik sangat tipis sekali, namun memiliki kemampuan tinggi memandu sebuah sinar optik. Serat optik terbuat dari jenis kaca dan plastik. Kerugian terendah dapat diperoleh dengan menggunakan serat yang terbuat dari ultrapure fused silica. Namun serat ultrapure ini sulit diproduksi. Ada dua jenis lain yaitu : serat kaca higher loss multicomponent yang lebih ekonomis namun
masih memberikan kinerja yang baik. Sedangkan serat plastik lebih mahal dan bisa dipergunakan untuk koneksi jarak, dimana tingkat kerugiannya masih dapat diterima.

image

Media Transmisi Unguided

a. Wireless
Tiga jangkauan frekuensi umum menjadi titik perhatian dalam pembahasan mengenai transmisi wireless. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 2 GH—z sampai 40 GHz ditunjukkan sebagai frekuensi gelombang mikro. Pada frekuensi ini memungkinkan dihasilkan sinar searah yang sangat tinggi., serta gelombang mikro benar-benar seusai untuk transmisi titik ke titik. Gelombang mikro juga dipergunakan untuk komunikasi satelit. Frekuensi dengan jangkauan sebesar 30 MHz sampai 1Ghz sesuai dengan alokasi ke segala arah. Kita menyebut jangkauan ini sebagai jangkauna siaran radio. Gelombang mencakup sebagian band UHF dan semua band SHF, sedangkan siaran radio mencakup band VHF dan sebagian band UHF. Jangkauan frekuensi terpenting lainya, untuk lokasi aplikasi, adalah bagian inframerah dari spektrum. Yang meliputi, secara kasar, dari 3×10—11 sampai 3×1014 Hz. Infra merah berguna untuk aplikasi multititk dan titik titik lokal didalam daerah yang terbatas, misalnya ruangan tunggal.

image

Gelombang Mikro Terresterial

Kegunaan sistem gelombang mikro yang utama adalah dalam jasa telekomunikasi longhaul, sebagai altenatif untuk coaxial cable atau serat optik. Fasilitas gelombang mikro memerlukan sedikit amplifier atau repetear daripada coaxial cable pada jarak yang sama, namun masih memerlukan transmisi garis pandang. Gelombang mikro umumnya dipergunakan baik untuk transmisi televisi maupun untuk transmisi suara. Penggunaan gelombang mikro lainnya adalah untuk jalur titik ke titik pendek antar gedung. Ini dapat digunakan untuk jaringan TV tertutup atau sebagai jalur data di antara Local Area Network (LAN). Untuk keperluan bisnis dibuat jalur gelombang mikro untuk fasilitas telekomunikasi jarak jauh untuk kota yang sama, melalui perusahaan
telepon lokal.

Radio Broadcast

Radio merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menangkap frekuensi dalam rentang antara 3 KHz sampai 300 GHz. Kita menggunakan istilah yang tidak formal siaran radio untuk band VHF dan sebagian dari band UHF: 30 Mhz- 1 GHz. Rentang ini mencakup radio FM dan televisi UHF dan VHF. Rentang ini juga digunakan untuk sejumlah aplikasi jaringan data.
Karakteristik-Karakteristik Transmisi Rentang 30 MHz sampai 1 GHz merupakan rentang yang efektif untuk komunikasi broadcast. Jadi transmisi terbatas pada garis pandang dan jarak transmitter tidak akan mengganggu satu sama lain dalam arti tidak ada pemantulan dari atmosfer. Tidak seperti frekuensi yang lebih tinggi dari zona gelombang mikro, gelombang siaran radio sedikit sensitif terhadap atenuasi saat hujan turun. Sumber gangguan utama untuk siaran radio adalah intrferensi multi jalur. Pantulan dari bumi, air, dan alam atau objek-objek buatan manusia dapat menyebabkan terjadinya multi jalur antar antena. Efek ini nampak jelas saat penerima TV menampilkan gambar ganda saat pesawat terbang melintas.

Infra Merah

Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter / receiver (transceiver) yang memodulasi cahaya infra merah yang koheren. Transceiver harus berada di dalam jalur pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna terang. Satu perbedaan penting antara transmisi infra merah dan gelombang mikro adalah transmisi infra merah tidak melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga problem-problem pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro tidak terjadi. Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan pengalokasian frekuensi dengan infra merah, karena tidak diperlukan lisensi untuk itu.

Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode  (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena IR dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya murah. WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu Directed Beam IR (DBIR), Diffused IR (DFIR) dan Quasi Diffused IR (QDIR).

INTERNETWORK HETEROGEN

Sebuah LAN secara data link sebenarnya dapat terdiri atas beberapa arsitektur jaringan individual yang masing-masing tidak dapat berkomunikasi dengan arsitektur lain. Pada lapisan Data Link NIC di sebuat sistem masih mampu berkomunikasi dengan NIC di sistem lain. Software jaringan yang terletak pada lapisan di atas Data Link hanya akan memperhatikan sistem lain
yang kompatibel dengannya dan tidak dapat berkomunikasi dengan sistem yang berjalan dengan software jaringan yang tidak kompatibel dengannya. Fungsi lapisan Transport dan Network pada setiap sistem TCP/IP hanya bisa berkomunikasi dengan sistem TCP/IP lain, NetWare hanya berkomunikasi dengan sistem NetWare lain, begitu pula dengan sistem jaringan lain. LAN seperti ini disebut sebagai LAN heterogen dan internetwork yang menghubungkan LAN-LAN seperti ini disebut sebagai internetwork heterogen. Sebuah sistem dapat saja mempunyai sebuah data link dengan beberapa jenis software (protokol) jaringan pada lapisan atasnya. Dengan cara ini sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan beberapa protokol jaringan sehingga misalnya sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan server TCP/IP dan server NetWare. Tujuan umum dalam dunia jaringan di masa ini adalah agar pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem komputasi lain di internetwork.

1. Menentukan Penggunaan Device Jaringan

Hub berfungsi sebagai sentral dari workstation dibawahnya (jaringan star). Untuk jaringan yang ada sekarang, hub sudah jarang dipakai karena memiliki banyak kekurangan terutama dalam hal kecepatan transfer data. Pengguna lebih sering memakai switch dimana memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan hub tapi memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan hub. Salah satu kelebihan switch adalah dalam hal kecepatan transfer data yang lebih cepat. Untuk memahami kinerja dari Hub dan Switch bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

image

image

Internetwork Menggunakan Bridge

 

image

Bridge yang bekerja pada lapisan Data Link mampu menghubungkan LANLAN yang berbeda protokol. Bridge tidak akan memeriksa jenis protokol setiap frame yang perlu dilewatkan. Contoh internetwork menggunakan bridge dapat dilihat pada gambar 2-14. Dalam internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat berhubungan dengan sistem TCP/IP lain, demikian pula dengan sistem NetWare.

Keuntungan menggunakan bridge:

• Biaya; bridge adalah perangkat yang cukup sederhana dan umumnya lebih murah daripada router
• Kemudahan penggunaan; bridge umumnya lebih mudah dipasang dan dirawat
• Kinerja; karena bridge cukup sederhana, overhead pemrosesan lebih kecil dan cenderung mampu menangani traffic yang lebih tinggi Kerugian menggunakan bridge
• Volume traffic; bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume traffic total yang relatif rendah
• Broadcast storm; frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN dan ini dapat menyebabkan traffic melebihi kapasitas medium jaringan
• Loop; kesalahan mengkonfigurasi bridge dapat menyebabkan frame berputar melewati bridge tanpa henti
• Alamat yang sama; alamat fisik setiap stasiun dalam jaringan harus berbeda dengan yang lain
• Nama yang sama; jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih user akan menyebabkan traffic yang berlebihan.

Internetwork Menggunakan Router

Router bekerja pada lapisan Network dan hanya mampu melewatkan paket-paket yang bersesuaian dengan protokol yang diimplementasikan padanya. Untuk router pada internetwork heterogen diperlukan satu buah router untuk setiap jenis protokol pada internetwork tersebut. Contoh internetwork menggunakan router dapat dilihat pada gambar 2-15. Pada internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat saling berhubungan dengan sistem lain sedangkan sistem NetWare pada sebuah LAN tidak mampu berhubungan dengan sitem NetWare pada LAN yang lain karena tidak terdapat router NetWare yang menghubungkan ketiga LAN di internetwork. Untuk dapat menghubungkan NetWare dalam internetwork ini dapat ditambahkan sebuah router Netware.

image

Keuntungan menggunakan router :
• Isolasi traffic broadcast; kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena traffic jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
• Fleksibilitas; router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialami jika menggunakan bridge
• Pengaturan prioritas; router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan prioritas antar protokol
• Pengaturan konfigurasi; router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada bridge
• Isolasi masalah; router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah yang terjadi di sebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut
• Pemilihan jalur; router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat menentukan jalur optimal antara dua sistem.

Kerugian menggunakan router :
• Tergantung pada protokol; router yang beroperasi pada lapisan Network OSI hanya mampu melalukan traffic yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan padanya saja.
• Biaya; router umunya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal; overhead pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkannya dapat lebih rendah daripada bridge.
• Pengalokasian alamat; dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN  yang lain berarti mengubah alamat network pada sistem itu.
• Sistem tak terjangkau; penggunaan tabel routing yang tidak dinamik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh sistem lain.

4. Perencanaan Internetwork TCP/IP
Dalam perencanaan internetwork TCP/IP, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh manajer jaringan adalah:
! Topologi backbone
! Pengalokasian alamat IP
! Pengaturan routing
! Penempatan server
! Penanganan protokol jaringan yang berbeda
1. Topologi Backbone
Topologi backbone yang sebaiknya digunakan dalam internetwork yang meliputi sebuah kampus adalah Snow Flakes yaitu topologi yang terdiri dari beberapa buah titik star.

Snow Flakes

image

Internetwork disusun dalam bentuk tingkatan-tingkatan

image

Pengaturan Routing

Routing dalam internetwork sebaiknya menggunakan metode routing dinamik dan hanya menggunakan routing statik pada kondisi yang tidak memungkinkan penggunaan routing dinamik.
Keuntungan routing dinamik:
– route ditentukan oleh setiap router berdasarkan informasi dari router lain
– dapat beradaptasi terhadap perubahan kondisi internetwork (penambahan jaringan baru, putusnya jaringan)
– penanganan oleh manusia jauh lebih ringan dibandingkan dengan routing statik
Pada saat ini terdapat dua macam routing dinamik yang biasa digunakan dalam internetwork TCP/IP:
– RIP (Routing Information Protocol); yang menggunakan algoritma routing Distance Vector
– OSPF (Open Sortest Path First); yang menggunakan algoritma routing link-state.

Bersambung ke level berikutnya  …….

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistik Blog

  • 218,626 hit
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.908 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: