ANNIVERSARY INDEXGB Ke II 20-04-2014 di Pinisi Ballroom CLARION HOTEL Makassar Indonesia

ULANG TAHUN MAKASSAR 06

Bertempat di Pinisi Ballroom CLARION HOTEL Jalan AP. Pettarani No. 9 Makassar diadakan Anniversary (ulang tahun-2) Perusahaan IndexGB Singapore yang dihadiri kurang lebih 5000 undangan maupun investor SAHAM pra IPO baik Indonesia maupun asia.Makassar dipercaya sebagai tuan rumah karena memiliki banyak investor sehingga Management IndexGB Singapore memilih Makassar sebagai tempat penyelenggara.

Seluruh perwakilan Management  asal Singapore, Thailand, Camboja, India, Malaysia, Brunai, Vietnam dan Indonesia hadir dalam acara Anniversary ini, yang menandakan bahwa perusahaan IndexGB kemajuannya sangat pesat terutama 1 tahun terakhir ini.

Ada tiga katagory dalam acara Anniversary IndexGB ke 2 yaitu, Pidato pembukaan COO IndexGB Singapore, Prosentasi prospek investasi Saham IndexGB, penyerahan reward kepada para leader yang mencapai target dan undian doorprice yang telah disediakan pantia.

ULANG TAHUN MAKASSAR 07

Reward para leader masing-masing 3 unit mobil Toyota Portuner, yang diterima oleh Mr. Haruna Rasyid SH(Makassar), Dr. Teddy (Surabaya) dan M.Nasir SE, (Makassar), 7 unit Mobil Avanza perwakilan Leader dari Makassar, Banjarmasin, Surabaya, Mataram, Bali, Tanah Toraja, dan 25 Unit Motor Yamaha dari berbagai asal daerah di Indonesia.

ULANG TAHUN MAKASSAR

Hadiah lainnya yaitu doorprice 1 unit Mobil Daihatsu dan 1 unit motor dan puluhan hadiah menarik lainnya seperti : ipad, handphone dll, sedang untuk investor yang bergabung dari tanggal 1 Apri 2014 s/d 18 April 2014 mendapatkan paket undian 1 unit Toyota Rush dan 1 unit motor Yamaha dan beberapa hadiah hiburan lainnya.

Prosentator dari Makassar, diberi kesempatan untuk menjelaskan kepada calon investor untuk menelaah teori tentang The Cash Flow Quadrant, Mr. Kiyosaki (Employee, Businnes Owner, Self Employee, Investor),  bagaimana memilih investasi dan menjelaskan detail tentang investasi saham indexGB

ULANG TAHUN MAKASSAR13

Konsultan Investasi SAHAM IndexGB Indonesia Mr. Joenawa menjelaskan membuka acara dan menjelaskan perkembangan Saham IndexGB, di session terakhir Mr. Joenawa menawarkan paket investasi masing-masing $1000; $3000, $5000, $7000, ditambah beberapa bonus lembar saham sesuai ketentuan setiap paket, ditambah undangan untuk menghadiri pembukaan Kantor Perwakilan IndexGB Indonsia, batas waktu investasi yang ditentukan adalah tanggal 30 April 20014. Joenawa dengan gayanya untuk merangsang keinginan calon investor ternyata berhasil sehingga ratusan calon investor membludak tampil di atas panggung acara, dan beberapa manula tidak ketinggalan untuk berisventasi saham ada yang berniat investasi sampai 100 juta.

ULANG TAHUN MAKASSAR 05

 Acara Anniversary IndexGB beberapa investor dari Bali, Makassar (seperti yang terekam kamera) sangat serius memperhatikan penjelasan Mr. Joenawa yang sangat berapi-api dalam menjelaskan bagaimana uang bekerja mencari uang dan bagaimana memanfaatkan uang yang belum dialokasikan ke perencanaan pengeluaran, pesan Mr, Joenawa jangan berinvestasi jika keperluan anak sekolah, bayar utang, membangun rumah masih mendesak.

ULANG TAHUN MAKASSAR 10

Leader lainnya seperti Mr. Haruna Rasyid SH (Makassar) Mr. Dr. Teddy Surabaya) Mr. Yoel Rupang (Makassar) dan para Leader lainnya juga sangat serius mendengarkan Konsultan IndexGB Indonesia  Mr.Joenawa (Jakarta) untuk berbagi ilmu bagaimana mengembangkan perusahaan dan meningkatkan calon investor sehingga kelangsungan Perusahaan IndexGB dapat lebih maju dan seluruh investor dapat menikmati hasilnya di masa depan.(Mkwt).

BiO Data & Pengalaman ARWIN RASYID, Direktur Utama TELKOM 2005-2007

A ARWIN RASYID

ArwinRasyid lahir di Roma, Italia, 22 Januari 1957; umur 57 tahun) mengawali kariernya sebagai seorang bankir, kemudian dipercaya oleh Menteri Negara BUMN pada masa itu menjadi Direktur Utama perusahaan telekomunikasiIndonesia, PT. Telkom dari 2005 hingga 2007. Tahun 2008, kembali memimpin Bank CIMB Niaga, bank besar hasil merger PT. Bank Niaga Tbk dengan Lippobank Tbk, hingga sekarang.

Ia merupakan putra keempat dari Mr. Sutan Mohammad Rasjid, salah satu diplomat ulung pada masa perjuangan kemerdekaan dan seorang pejuang Perintis Kemerdekaan.

Arwin menikah dengan Dotty Suraida dan mempunyai lima orang anak.

Pendidikan & Pengalaman

  • The Gandhi Memorial School, Jakarta (1973)
  • Jurusan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (S1; 1980)
  • University of Hawaii (MA International Economics), Amerika Serikat (1981)
  • University of Hawaii (MBA International Business), Amerika Serikat (1982)
  • World Banker Development Program, San Fransisco – USA, 1986
  • Strategic Management in Banking, INSEAD Paris – France, 1992
  • Advanced Management Program for Overseas bankers, Wharton – University of Pennsylvania, USA, 1993
  • Mobilizing People, International Institute of Management Development,Lausanne – Switzerland 1994
  • Achieving Outstanding Performance, INSEAD Paris – France, 1995
  • Consumer Finance Workshop, London – England, 2000
  • Emerging Markets in the New Financial System, IMF & World Bank Conference, Washington -USA, 2000
  • Competition and Strategy, Harvard University – Boston USA, 2003.

Karier

  • Dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1977 – 1999)
  • Staf peneliti pada Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (19771980)
  • Asisten Vice President, Bank of America, Jakarta (1980–1987)
  • Asisten Vice President, Kepala Divisi Marketing PT Bank Niaga Tbk Cabang Gajah Mada (1987–1989)
  • Vice President, Kepala Divisi Marketing dan Kredit Grup PT Bank Niaga Tbk. (1989–1990)
  • Managing Director PT Niaga Factoring Corporation (1990–1994)
  • Senior Vice President Grup Korporat Perbankan PT Bank Biaga Tbk. (1990–1994)
  • Komisaris PT Niaga BZW Securities (1991–Maret 1999)
  • Komisaris PT Niaga Factoring Corporation (1994–Maret 1999)
  • Direktur Niaga Finance Co. Ltd. Hong Kong (1994–Maret 1999)
  • Direktur Korporat Perbankan PT Bank Niaga Tbk. (1994–1998)
  • Wakil Direktur Utama PT Bank Niaga Tbk. (1998–Maret 1999)
  • Wakil Komisaris Utama Bank Universal (Juni 1999–Desember 2000)
  • Staf Ahli Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN; Mei 1999–Januari 2000)
  • Wakil Ketua BPPN (Januari 1999–November 2000)
  • Direktur Utama Bank Danamon Indonesia (Oktober 2000–2003)
  • Wakil Direktur Utama PT. Bank BNI Tbk (2003 – 2005)
  • Direktur Utama PT. Telkom Indonesia, TBk (2005–2007)
  • Presiden Direktur / CEO PT. Bank CIMB Niaga, Tbk (2008)

 

Mengenal SETYANTO P SANTOSA, DIREKTUR UTAMA PT.TELKOM 1992-1996, BiO data & Pengalamannya

A SETYANTOSETYANTO P. SANTOSA, dilahirkan tanggal 9 Agustus 1946, di Gombong, Jawa Tengah. Terhitung sejak 1 Februari 1972 setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran, Setyanto langsung terjun ke dunia telematika, bergabung dengan PT Telkom (saat itu Perumtel). Karirnya melesat hingga menjadi Dirut PT Telkom pada Oktober 1992 sampai 1996 dan menjadi orang pertama Dirut Telkom dari nonteknik. "Selama 4 tahun saya melakukan perubahan besar- besaran terhadap Telkom, diantaranya mengurangi 5.000 orang karyawan melalui "golden handshake". Saya juga membawa Telkom "go public" listed di New York Stock Exchange pada 14 Nopember 1995,” ungkap pria berusia 67 tahun itu kepada Majalah ICT.

Setyanto juga merupakan pelaku sejarah berdirinya Telkomsel, yang awalnya disiapkan untuk menjadi sekoci Telkom seiring perubahan struktur industri telekomunikasi dan sekaligus menjadi pesaing Satelindo yang saat itu satu-satunya perusahaan jasa telepon seluler. Dan terbukti sekarang Telkomsel memang benar-benar menjadi sekoci nya Telkom karena hampir 70% pendapatan Telkom berasal dari Telkomsel yang menanggung beban biaya kapal induk Telkom dengan jumlah karyawan lebih dari 15 ribu orang.

Selain di Telkom, Setyanto juga pernah menjadi Deputi Menteri Negara BUMN, Sekjen Depbudpar, Ka LPND BPPI dan menjadi Komisaris Indosat, hingga menjadi Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) saat ini. Setyanto mengungkapkan dulu atasannya mengajari agar menjadikan kerja itu hobi sehingga selalu menyenangkan, saking asyiknya mendalami telekomunikasi, dia mengaku tidak pernah memikirkan atau mengejar jabatan dan mengalir begitu saja.

Bagi Setyanto, yang bertahun-tahun belajar ilmu nontelekomunikasi, tantangan bidang telekomunikasi selalu ada, dinamis dan menarik untuk dipecahkan.

"Sebagaimana kita sadari bahwa sampai akhir hayat kita, manusia akan selalu membutuhkan jasa telekomunikasi setiap saat dan dimanapun kita ber­ ada,” ujar bapak berputra 3 atau kakek ber cucu 5 ini.

Setyanto menjadi bagian dari sejarah dalam mengubah sambungan telepon dari tipe telepon engkol (LB/CB) ke otomat analog dan akhirnya digital. Dia juga berperan mengubah telepon genggam dari generasi pertama (NMT, AMPS) sampai ke GSM dan 3G serta sebentar lagi LTE.

Setyanto memiliki falsafah sederhana, yakni falsafah bunga teratai artinya, jadilah bunga teratai yang selalu membuat indah sekitarnya dimanapun berada.

"Kalau diperhatikan bunga teratai di comberan pun membuat indah sekitarnya apalagi kalau ditempatkan di kolam yang bersih dan jernih akan lebih membuat suasana lebih indah lagi. Artinya dimanapun kita berada, kita mampu membuat suasana menjadi lebih nyaman,

Pendidikan terakhir yang pernah diikuti, Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung (1971), Master of Arts in Economics, Michigan State University, East Lansing, USA (1978) dan Lemhannas (1996).

Pengalaman kerja selama 25 tahun di bidang telekomunikasi dengan beberapa jabatan penting yang pernah dijalani antara lain ;

  • Direktur Utama PT. INTI/ Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero),1989-1992;
  • Direktur Utama PT. Telkom (Tbk), 1992-1996;
  • Komisaris Utama berbagai perusahaan antara lain :
    • PT. Pacific Satellite Nusantara, 1994- 1997;
    • PT. Telekomindo, 1992-1995; PT. Satelindo, 1993-1995;
    • PT. Forum Adil Mandiri (Penerbit Majalah Forum Keadilan) 1996-sekarang,
  • Direktur Utama PT. Hotel Sahid Jaya Internasional (1997-1998) dan Sekjen Kadin ASEAN 1996-2000.
  • Sejak tahun 1998 menjabat sebagai:
    • Komisaris PT. Pakarya Industri (ex BPIS)
    • Komisaris PT. Bank Bumi Daya
    • Asisten Menteri Negara Pendayagunaan BUMN/Deputi Bidang Industri Manufakturing dan Sarana Distribusi.

Berbagai prestasi telah dicapai dan yang paling spektakuler adalah mengubah PT. Telkom dari BUMN menjadi perusahaan Swasta (privatisasi) melalui go public di Jakarta, London dan New York, serta melakukan restrukturisasi PT. Telkom dan melakukan golden hand-shake karyawan Telkom sebanyak 5000 orang (dari 43.000 menjadi 38.000) yang kesemuanya itu dilaksanakan dalam waktu satu tahun (1995).

Mengenal Lebih Dekat Arief Yahya Direktur Utama PT.TELKOM INDONESIA 2012-2017

Arief Yahya  lahir di Banyuwangi , 2 April 1961 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa P.T TELKOM INDONESIA , pada   tanggal 11 Mei 5 2012 telah ditetapkan sebagai Direktur Utama P.T. TELKOM INDONESIA  untuk periode 2012 sd 2017 . PT Telkom Indonesia adalah salah satu BUMN yang memiliki aset terbesar diantara BUMN yang Go Public,  sahamnya telah dipasarkan di bursa  New York, London, dan merupakan salah satu saham BLUE CHIP di Indonesia. Suatu prestasi yang amat membanggakan bagi putra daerah di ujung timur p. Jawa, Banyuwangi. Di kota ini Arief Yahya dikenal dengan nama panggilan Yoyok.Kepercayaan ini adalah amanah baginya. Hanya dalam lima bulan saham Telekom melesat tinggi, dan dalam waktu 7 (tujuh) bulan  , Arief Yahya telah terpilih menjadi CEO BUMN Terbaik tahun 2012, dan PT Telekom mendapat tiga anugerah Inovasi GCG Terbaik, Inovasi Aplikasi Technology Terbaik, dan Inovasi Sumberdaya Manusia Terbaik.

Ritual Tahunan pulang Ke Banyuwangi.
Banyuwangi adalah kota yang penuh kenangan , dan melekat dalam hati sanubari Arief Yahya.Di Banyuwangi yang exotic,dimana matahari terbit dengan megah dari pulau Bali, dan ketika  sinarnya jatuh kelaut , maka  lautpun berwarna merah. Dan pada cuaca yang seindah itu, di  barat , gunung Raung megah berwarna biru. Di daerah yang indah itu Arief Yahya dibesarkan disebuah rumah yang berarsitektur Belanda  bersama delapan saudaranya. Ayahnya Bpk H. Said Suhadi adalah seorang pedagang dan ibu Hj Siti Badriya seorang yang aktif dalam organisasi keagamaan. Dirumah inilah Arief merajut mimpi mimpinya , mengalami suka dan duka dan meninggalkan cerita jenaka. Syahdan pada tahun 60an ketika Yoyok (nama panggilan Arief Yahya) ingin memetik buah mangga gadung nama lainnya arum manis yang sangat terkenal manisnya di halaman depan, terjadilah peristiwa yang menggemparkan. pada masa itu,   di Kota Banyuwangi tengah diadakan latihan militer, maka di langit  Banyuwangi tidak seperti biasanya ,muncul beberapa helicopter. Ketika helicopter terbang persis diatas pohon mangga, tidak lama kemudian darah menetes kebawah dan begitu melihat darah menetes , kerabat dibawah langsung berteriak Yoyok tersambar Helicopter ,Yoyok tersambar Helicopter maka seluruh kampungpun menjadi heboh. Padahal kejadian yang sebenarnya , ketika helicopter lewat , Yoyok terkejut, dan tangannya mengenai pisau yang dibawanya, sehingga menimbulkan luka.

Tetapi ibarat roda , tidak selamanya berada diatas. Perubahan keadaan menuntut perubahan strategy dalam perdagangan. Dan H. Said Suhadi tidak mampu dengan cepat mengikuti perubahan keadaan tersebut , maka usaha perdagangannyapun mundur, tetapi dalam situasi seperti itu, muncullah teladan yang sempurna dari kedua orang tuanya, terutama sang ibunda. Pantang menunjukan wajah muram, selalu bersemangat, tanpa lelah memberi yang terbaik pada anak anaknya. Dan  Yoyok kecilpun  ,mampu membaca keadaan,memahami keprihatinan orang tuanya. Seperti sang bunda yang dalam diam melakukan yang terbaik, begitu pulalah Yoyok, berusaha mencapai yang terbaik untuk  ibunda. Ketika sang ibu bertutur betapa bangganya seorang ibu mampu menyekolahkan putranya di ITB, maka kesanalah Yoyok mengarahkan studinya,  menjadi mahasiswa ITB jurusan Elektro.

Ketika sang ibu begitu bangganya melihat seorang tampil di TV, maka kesanalah Arief Yahya mengarahkan kemampuannya. Arief Yahya bersama teman-temanya di ITB membentuk group Gadis Jujur dan Ragam Pesona mengikuti Quis Pesona 13 yang di pandu Bob Totupoli. Dan dia bersama groupnya mampu mempersembahkan yang terbaik untuk ibunya. Menjadi Juara Quis.
Bagi Yoyok, Ibunda adalah segalanya. Yoyok sering berkata bahwa “Ibuku adalah inspirasiku”

Dan untuk mencapai itu, rupanya Yoyok memiliki credo: Yang ada adalah Ketekunan, Ketekunan, dan Ketekunan.
Dengan ketekunan pula Yoyok lulus dari  ITB dengan nilai yang sangat memuaskan,yang dia persembahkan pada orang tuanya.Pancaran wajah kebanggaan orang tuanya menyaksikan  wisuda  Yoyok, adalah sesuatu yang tak pernah terlupakan. Setelah lulus dari  ITB dia  menapakan karir di PT TELKOM. Kini angan angan untuk membahagiakan orang tuanya telah mendapat pijakan. Dengan gaji yang diterimanya dia membangkitkan semangat saudara saudara dan keponakannya untuk terus melanjutkan Study ke jenjang sarjana.Tapi takdir menentukan lain . Belum sempurna membahagiakan orang tuanya , ayahnya meninggal dunia . Adrenalinnya menggelegak , berpacu dengan waktu untuk membahagiakan ibunya .

Kebahagian hatinya tak dapat ditahan ketika  dia mengabarkan  kepada ibunda  bahwa dia , sebagai karyawan Telkom telah terpilih untuk mengikuti programe Master Telematika di Universitas yang paling bergengsi di Inggris yaitu Surrey University. Ketika telah hampir selesai programenya , ibarat halilintar disiang hari, dia harus menerima berita duka cita, ibunya meninggal dunia.Ketika berita itu diterimanya ,dia menelpon ke Banyuwangi, dipesawat teleponnya, tidak terdengar suaranya, kecuali isak tangis ber jam jam, entah berapa ratus Poundsterling harus dia bayar untuk telepon itu. Dan ketika upacara pemakaman ibu di Banyuwangi dilaksanakan, dan pesawat telpon harus dilepaskan, Yoyok pun melepaskan galau pikirannya mengelilingi London sepanjang malam, sampai kesesokan hari dia berdiri bingung didepan sebuah toko terkenal di London.

Dan pada saat galau itu tiba-tiba badannya  terasa ditepuk  seorang ibu dari Indonesia. Dan ibu itu menasehati untuk sabar dan tawakal dan memberi bekal untuk pulang ke Indonesia. Dan ibu yang misterius itulah menyadarkan betapa bahagianya menjadi orang Indonesia. Dan mulai saat itu dia menuliskan sajak W.S Rendra dalam buku hariannya.

“ KESADARAN ADALAH MATAHARI KESABARAN ADALAH BUMI KEBERANIAN MENJADI CAKRAWALA DAN PERJOANGAN ADALAH PELAKSANA KATA KATA”.

Setelah program Master diselesaikan dengan  ketekunan dan semangat Always the best, Yoyok mulai menapakan karirnya. Semboyannya  Succes without plan is luck, Success with plan is achievement…mengantarkan Yoyok, dalam waktu relative singkat menjadi General Manager Jakarta Barat (2002).Dalam posisinya itu dia menjadi Kandatel Terbaik Nasional. Kemudian dipromosikan menjadi Kadivre VI Kalimantan,hanya dalam kurun waktu satu setengah tahun  kemudian promosi ke Kadivre V Jawa Timur. Di kedua tempat itulah , menjadi pembuktian kredibilitas dan kualitas Arief Yahya, dengan berbagai penghargaan dan pengakuan diraihnya. Karena itu pada tahun 2005  Arief Yahya diangkat menjadi salah satu Direktur termuda. Dan setelah 7 tahun menjadi Direktur Enterprise  WholeSale Telkom , Arief Yahya ditetapkan sebagai Direktur Utama P.T Telkom Indonesia. Dan Arief Yahya telah menetapkan credonya SOLID, SPEED, SMART.

STRATEGY

Ketika ditanyakan tentang Strategy kedepan Arief Yahya  yang masa kecilnya dipanggil Yoyok  mengemukakan sebagai berikut;

“Telkom memiliki portofolio produk  Telecommunication, information, media and edutainment (TIME) dan  consumer portofolio. TIME kita akan akselerasi secepatnya. Kalau IME nanti akan lebih banyak aliansi dan akuisisi,” jelasnya.

Dikatakannya,  melalui anak usaha Telkom akan lebih mempertajam bisnis consumer. “Nanti ada divisi wholesales dan international juga. Akan kita pertajam,” katanya.

Diharapkannya, pertumbuhan bisnis perseroan, akan jauh melebihi industri. “Kini harus di atas rata-rata industri. Industri 6,1%, Telkom akan tumbuh  6,8%. Tapi susah menghafalkannya tapi rata-rata 8%- lah,” harapnya.

Fokus
Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P Santosa menilai keputusan Menneg BUMN merupakan yang terbaik dan perlu didukung oleh seluruh jajaran organisasi perseroan.

“Sekarang Telkom dipimpin oleh jajaran internal. Mereka ini orang-orang yang mengerti bisnis telekomunikasi. Kita harapkan bisa memberikan yang terbaik bagi operator yang dianggap sebagai flagship di Telco,” tegasnya.
Selamat bekerja Yoyok…..dan TEKAD KUAT , USAHA CERDAS DAN KETEKUNAN,DAN LIMPAHAN RESTU ORANG TUA, SERTA RASA SYUKUR AKAN MENGALAHKAN , KETIDAK BERDAYAAN DAN KETIDAKMAMPUN.

Catatan: Saat ini Ir Arief Yahya Msc. , sedang menyelesaikan program Doktor di Universitas Pajajaran . Nilai IPK 3.98

Prestasi

1.    2002    The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi),
Pemasaran telepon terbaik Telkom Jakarta, Gema Telkom Award 2 kali, Telkom Jakarta Barat
2.    2002    Penghargaan keberhasilan kecepatan Recovery Fastel, akibat bencana banjir di Kawasan Segitiga Emas Jakarta untuk Telkom Jakarta Barat
3.    2002    Kandatel Terbaik
Malcolm Baldrige National Quality Award, 614, Score terbaik Nasional, Telkom Jakarta Barat
4.    2003    Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik
The Best Sponsor, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, Kadivre VI Kalimantan
5.    2003    The Best DIVRE in Corporate Culture Actualisation
The Best Unit, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, DIVRE VI Kalimantan
6.    2003    Pencapaian target pemasaran tercepat dan terbesar di Kalimantan, 50 ribu SST dalam waktu 6 bulan, 100 ribu dalam 1 tahun
7.    2003    Operator VSAT terbaik
Operator VSAT Dial Away terbaik se Asia Tenggara, Penghargaan oleh Gilat Satellite Co, untuk Telkom Kalimantan
8.    2003    Penerapan aplikasi Geographical Information System (GIS) Telkom Kalimantan pada PT. PLN Wilayah KaltimSel
9.    2003    Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Kertanegara, untuk pertama kali di Indonesia
10.    2003    Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Timur
11.    2003    Pencetusan Exclusive Service Area (ESA), berupa penyediaan dan penyelenggaraan Fastel di daerah terpencil oleh pihak ke III, di Tanjung Redeb, sebanyak 1000 sst
12.    2004    Zero Accident Award
Penghargaan Kecelakaan Kerja Nihil 2003 dari Menakertrans, Telkom Kalimantan
13.    2004    Kadivre Terbaik
Penghargaan Management War Room terbaik 2003, The Best Jalur Komando Award, Panglima Daerah VI Kalimantan
14.    2004    Divre Terbaik
Rocky of The Year 2003, Untuk Management Flexi, DIVRE VI Kalimantan

Belum satu tahun Arief Yahya menjadi Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Tepatnya sejak Mei 2012. Namun, bisnis Telkom dan anak perusahaannya terus bermekaran sampai ke luar negeri.Dua pekan lalu, Telkom (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk), dengan anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) mengembangkan sayapnya ke Timor Leste. Pekan lalu, Telin juga mengembangkan sayap ke Australia. Sejak Oktober 2012 lalu, Telin sudah melayani Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Sebelum menjadi orang nomor 1 di Telkom, pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961, ini menduduki jabatan sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia semenjak tahun 2005. Ketika duduk di jabatan ini, Arief memperoleh beberapa penghargaan. Antara lain Satyalencana Pembangunan di tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI.

Di tahun yang sama, Arief juga masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader” versi majalah Swa. Arief juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review. Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012.

Prestasi yang diraih Arief ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp 56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp 14,11 triliun.

Research Analyst PT Deutsche Bank Verdhana Indonesia, Raymond Kosasih, memprediksi harga saham Telkom berpotensi tembus Rp 12.000 per lembar. Pendapatan BUMN telekomunikasi itu hingga akhir tahun 2012 berpotensi mencapai Rp 73,045 triliun, naik 2,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 71,253 triliun. Sedangkan laba bersihnya diproyeksikan meningkat 19,65 persen menjadi Rp 13,12 triliun dibandingkan Rp 10,96 triliun pada tahun 2011.

Di tengah kesibukannya, Arief ternyata juga gemar menyanyi. Ketika peresmian layanan seluler di Timor Leste pada Kamis (17/1) lalu, Arief dengan senang hati tampil ke panggung dan melantunkan lagu masa kini dengan penuh penghayatan.

Penulis juga pernah mengundang Arief Yahya tahun 2008 ke Parepare untuk berbuka puasa bersama anak yatim ternyata ke ichlasan beliau dapat penuhi undangan tersebut, dan acara dilaksanakan di rumah Walikota Parepare, Walikota dalam sambutannya sangat terkesan atas kunjungannya, karena baru pertama kali ada salah satu Direktur TELKOM, jauh-jauh mengunjungi Parepare, yang selama ini tidak pernah terjadi. Dalam acara silaturahim itu beliau sempat mengunjungi Pondok Pasantren di Mangkoso Barru untuk memberi sumbangan beberapa perangkat komputer, agar para siswa bisa internet. 

Ada dua strategi yang dilakukan, yakni Business Follows the People dan Business Follows the Money. Untuk yang pertama, di mana ada orang Indonesia, kita pergi ke sana. Layanan di Hongkong kami lakukan karena di sana banyak tenaga kerja Indonesia. Responsnya cukup bagus. Target awal kami memperkirakan akan mendapatkan 20.000 pelanggan. Ternyata kami langsung mendapat 30.000 pelanggan. Jumlahnya terus bertambah, dan kami perkirakan tahun ini akan mencapai 100.000 pelanggan.

Bisnis di Hongkong ini sangat menarik karena belanja pemakaian jasa telekomunikasi rata-rata mereka cukup tinggi, yakni Rp 200.000 per pelanggan.

Layanan kami mendapat respons yang baik karena kami memberikan tarif yang cukup murah. Bahkan lebih murah tarif Hongkong ke Indonesia dari pada tarif dalam negeri. Layanan ini tentu sangat menghibur mereka yang berada di perantauan.

Lalu untuk Business Follows the Money, contohnya adalah layanan call center dan digitalisasi data di Australia. Pendapatan per kapita Australia sudah sangat tinggi yakni 52.000 dollar AS per penduduk. Bandingkan dengan Indonesia yang baru 3.000 dollar AS per penduduk.

Kami tidak memberikan layanan seluler di sana, tetapi kami memberikan servis. Tagline Telkom adalah TIMES, yakni Telecomunication, Information, Media, Entertainment, and Services. Layanan di Australia masuk ke Services. Jadi kami menjadi outsource untuk layanan call center. Semua telepon yang masuk ke call center akan dialihkan ke kami, lalu kami yang menerima di Indonesia. Dari situ lalu kami kirim lagi ke pemilik yang dituju.

Selain itu, kami juga melakukan digitalisasi dokumen untuk mereka. Semuanya kami lakukan di Indonesia. Untuk memasukkan data, tidak perlu bisa bahasa Inggris. Jadi kami menang karena biaya kami lebih murah. Ini sama saja dengan kalau kita beli soto. Di Indonesia harga soto Rp 10.000. Tetapi di Melbourne harganya Rp 100.000. Pertanyaannya, mampu kah kita membuat yang Rp 80.000? Tentu bisa kan, apalagi ditambah dengan servis yang baik.

Untuk strategi mengikuti orang, negara mana lagi yang akan dituju?

Kita tentunya akan pergi ke negara yang banyak orang Indonesia-nya. Mungkin Makau, Taiwan, Arab Saudi, pokoknya yang banyak orang kita.

Untuk Timor Leste, apakah ada layanan lain di luar seluler?

Sebenarnya kami juga mendapat konsesi untuk fix line. Kami bisa buat fix line untuk internet speedy. Tetapi itu nanti saja. Yang penting, kami harus segera mendirikan 110 BTS (base transceiver station) hingga awal April 2013, untuk menjangkau 95 persen wilayah Timor Leste. Di setiap BTS, akan dilengkapi 2G dan 3G sehingga sudah siap jika permintaan servis meningkat.

Berapa investasi di Timor Leste?

Kami memakai nama Telkomsel di sini. Kami mendapatkan kontrak untuk 15 tahun. Untuk tahap awal, dua tahun pertama, kami tanamkan 50 juta dollar AS. Semuanya untuk infrastruktur dan kantor kami, belum termasuk untuk wifi dan kebutuhan bisnis.

Di sini sudah ada operator lain yang sudah cukup lama? Bagaimana Telkomcel bisa memenangkan pasar?

Dengan teknologi yang kami miliki, kami yakin akan bisa memenangi persaingan. Selain itu, jaringan untuk ke Timor Leste bisa kami tarik dari Nusa Tenggara Timur (Timor wilayah Indonesia). Tentu ini menjadi kelebihan yang tidak dimiliki kompetitor.

Berapa target yang dipatok Telkomsel untuk pasar Timor Leste?

Saat ini jumlah penduduk Timor Leste ada 1,2 juta orang. Kira-kira pengguna telepon seluler sekitar 60 persen, atau sekitar 600.000-700.000 pelanggan. Jika kami meningkatkan layanan, kami optimis bisa merebut 60 persen pangsa pasar. Optimisme muncul salah satunya karena average revenue per user di Timor Leste sebesar 10 dollar AS (Rp 98.600). Bandingkan dengan di Indonesia yang hanya Rp 35.000.

Dari bisnis layanan telekomunikasi yang mengalir jauh ke luar negeri, kendala apa yang terbesar?

Setiap bisnis pasti ada kendalanya masing-masing. Tetapi secara umum kendala yang selalu ditemui adalah bahasa. Tidak semua negara tujuan berbahasa Inggris. Oleh karena itu, kami selalu melakukan training untuk mengatasi masalah itu.

Sumber : Artikal tulisan tentang profil Arief Yahya    padangulan.wordpress.com

Mengenang ACHMAD BASAH Salah Satu Pejoeang Terbaik Pos, Telegrap, Telepon (PTT) yang menguasai 4 bahasa (Inggeris, Belanda, Perancis, Jepang) pada masa pendudukan Belanda dan Jepang di Indonesia

image

Menguasai 4 bahasa asing sekaligus tergolong orang yang jenius, Achmad Basah lahir 27 Oktober 1912 di Cicalengka. Pendidikan Lagere Europeesche Tweede School (1926), MULO di Bandung (1929), lulus  kursus PTT 1931 dan langsung bekerja sebagai pegawai PTT Bandung. Tahun yang sama ditugaskan di PTT Sukabumi. Tahun 1936 dimutasikan ke PTT Pontianak. 1940 bertugas ke Medan dengan pangkat (Bedriffsambtenaar) sama dengan Pengatur Muda.

Daya pikirnya melejit ke depan ketika Tentara Jepang menduduki Singapura dan tahun 1942 melanjutkan invasi ke Pulau Sumatera, salah satu cara menghindari kesalapahaman adalah memahami bahasa mereka.

Ketika Tentara Jepang menduduki Medan tanggal 13 Maret 1942 seorang rekan kerjanya heran terhadap Achmad Basah yang dapat berdialog dengan Tentara Jepang menggunakan bahasa Jepang. bahkan selanjutnya Achmad Basah sudah mampu sebagai penterjemah antara Jawatan PTT  dengan pihak tentara Jepang. Dengan demikian achmad Basah menyumbangkan tenaganya menjadi penterjemah amatir disamping melaksanakan tugasnya sehari-hari di bidang keuangan dan urusan umum.

Ketika Achmad Basah sudah berpangkat Tokuninri atau pegawai tinggi dan ditempatkan di Yubinkanrikyoku (Kantor Daerah Sumatera. Tanggal 7 Maret 1943 achmad Basah dimutasikan ke Bukittinggi di Tsusinsokyoku Kantor Pusat PTT di bawah Departemen Perhubungan Pusat Pemerintahan Militer yang disebut Gunseikambu.Dengan kemampuannya menguasai beberapa bahasa asing termasuk bahasa Jepang ia menjadi pembantu dekat Kepala Tsusinsokyoku yaitu Murakami.

Achmad Basah mempunyai pandangan yang tajam,teliti dan cermat, memiliki daya adaptasi dan kreasi yang diperlukan dalam situasi yang menuntut prakarsa tanpa disuruh. Sejak desas desus bahwa Jepang kalah dari Tentara Sekutu dan Kantor PTT Bukittinggi menerima berita “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia” dari Kantor Telegrap Bandung tanggal 17 Agustus 1945, para pimpinan PTT Bukit Tinggi bergerak untuk mengambilalih Jawatan PTT dari tangan Jepang.

Dibentuklah panitia Pusat PTT tanggal 25 Agustus 1945, Panitia ini berubah menjadi panitia Persiapan Cabang Pusat PTT.Achmad Basah mempunyai peranan penting, akhirnya Cabang PTT Bukittinggi terbentuk dalam suatu rapat yang dihadiri oleh para pejabat Pos, Telegrap, Telepon. Salah satu keputusan rapat adalah mendesak Kepala Tsusinsokyuko PTT Jepang untuk menyerahkan Kantor PTT di Sumatera kepada bangsa Indonesia. Disini Achmad Basah mempunyai peranan yang menentukan, Ia mempunyai kemampuan bagai seorang diplomat yang dapat berbahasa Jepang.Hubungan baiknya dengan Murakami yang terjalin selama ini dimanfaatkannya untuk melaksanakan keputusan rapat pimpinan.

Achmad Basah dengan lega mendapat izin untuk menemui Panglima Tentara Sekutu di Padang.Dengan menunjukan surat perintah dari Kepala Cabang Pusat PTT dalam bahasa Inggeris, delegasi Indonesia yang terdiri dari Achmad Basah, Soedibio dan Djalioe menemui Panglima Tentara Sekutu, Jenderal Huchinson, disini sekali lagi Achmad basah mengamalkan kemampuannya berdiplomasi dalam bahasa Inggeris untuk menyelesaikan misinya yang tidak mudah.

Achmad Basah berhasil memancing Jenderal Huchinson sampai Jenderal itu marah terhadap Tentara Jepang dan berkata “ The Bloody Japanese want you to Fight us” dan secara cepat Achmad Basah bertanya “ Are we allowed to take it over” Go ahead” jawab Jenderal Huchinson itu seketika. Alhasil perundingan dapat diselesaikan dengan memuaskan dalam waktu setengah jam dan delegasi segera meninggalkan Padang. Setiba kembali di Bukittinggi, hasil perundingan itu disampaikan kepada Kepala PTT Jepang. Penjelasan itu menimbulkan kemarahan pihak Jepang terhadap sekutu dan mengakibatkan perubahan sikap Jepang dalam soal penyerahan PTT. Kalau pihak Jepang sebelumnya ragu-ragu karena takut melanggar perintah sekutu maka ketika itu pihak Jepang tidak ragu lagi. Maka secara tidak resmi Pimpinan PTT Jepang Murakami mempersilahkan pihak Indonesia mengambilalih seluruh organisasi Jawatan PTT bersama inventaris secara de facto.

Berhubung dengan itu penyerahan resmi yang terjadi pada tanggal 15 Nopember 1945 dan oleh Wakil Jenderal Hutchinson pada hakekatnya hanya sekedar memenuhi formalitas belaka.Tanggal 20 Desember 1945 diadakan Konperensi PTT1 di Sumatera.Achmad Basah Selaku Ketua Cabang Pusat PTT memberi pengarahan operasional kepada peserta. Dalam pengarahannya itu Ia memberi beberapa pemikiran yang analitis dan dinamis, melihat dan luwes, antara lain Ia mengemukakan pendapat bahwa Jawatan PTT sebagai urat syaraf Pemerintah harus dikerahkan seluruh tenaganya untuk menunjang perjuangan kemerdekaan, oleh sebab itu pada tahap pertama segala tindakan yang diambil Pimpinan PTT harus disesuaikan dengan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan, namun tubuh PTT harus beres dalam segala-galanya supaya mempunyai kedudukan yang kokoh bagi jalannya pemerintah dalam sistim informasi yang menentukan.

Kalau blokade Belanda dapat menghambat pengiriman surat, telegrap radio atau telepon dapat menembus hambatan untuk menyampaikan berita penting.Untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya, pegawai PTT harus menempati kewajiban dan dapat bekerja sama secara terpadu. Dalam pengarahannya pada konferensi PTT RI II Achmad Basah  melontarkan pembaharuan tekad yang didasarkan pada cinta dan kesucian dalam perjuangan. Tekad para pelaksana mengalami kekendoran dan kelesuan,sehingga memerlukan pengejaran dan pemabaharuan.Sebagai pengamat dan evaluator Achmad Basah menemu kenali, bahwa di lingkungan PTT sendiri terdapat anasir deskruktif yang menimbulkan ketidakpuasan, kekecewaan dan kecemasan.

Perasaan itu selanjutnya mengakibatkan pesinisme, kepasifan, kekurangan kepercayaan pada diri sendiri, penyelewengan bahkan penghianantan. Sekali lagi Achmad Basah meminta kepada peserta Konferensi,supaya mawas diri dan mengarahkan kembali kekuatan bathin yang dapat mendorong untuk berjuang kemabali di tempat masing-masing. Achmad Basah menegaskan bahwa cinta akan kebenaran,kesucian dan keadilanlah yang dapat mendorong siapa pun yang insaf untuk turut mencurahkan tenaga lahir dan bathin bagi kepentingan nusa dan bangsa. Sehubungan dengan itu Achmad basah mengajak para peserta untuk memperbaharui perasaan suci itu, karena perjuangan masih belum selesai bahkan akan bertambah hebat dan sulit.

Wakil Kepala Cabang Pusat PTT Bukittinggi mempunyai perhatian yang besar kepada pemuda PTT yang merupakan generasi penerus, terlebih-lebih kalau ternayang olehnya bahwa diantara pegawai tua masih ada yang mengharap kembalinya pemerintahan Belanda yang mampu memberi gaji yang lebih baik. Jika Belanda kembali,maka dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan,para pegawai tua itu tidak dapat lagi meneruskan perjuangan diluar kota. Oleh karena itu pembentukan badan pemuda PTT mutlak diperlukan. Melihat situasi kepegawaian yang rawan itu, Achmad Basah merencanakan pembentukan Korps Pegawai muda yang tangguh dan terpercaya. Kalaupun perusahaan akan porakporanda, tetapi masih ada korps pegawai yang kompak, taat dan setia kepada sumpahnya, meski dalam keadaan kalang kabut, maka keselamatan dan ketahanan Jawatan PTT dapat dijamin.

Pikiran Achmad Basah yang menjangkau jauh ke depan itu akhirnya direalisasikan dengan membentuk Korps Pegawai Istimewa. yang laksana tiang utama akan tetap tegak menyatukan struktur dan mempertahankan lebih lanjut. Korps Istimewa terdiri dari pegawai yang membuktikan dirinya dengan perbuatan, bahwa mereka mempunyai kesadaran, semangat dan moral yang tinggi untuk melanjutkan perjuangan di lapangan.Pada tanggal 6 Mei 1946 Achmad Basah melantik Korps Pegawai Istimewa itu di kediamannya Jalan Melati Bukitinggi, dengan mengucapkan “ Bila terjadi serangan besar-besaran oleh Belanda yang mungkin akan menimbulkan kepanikan, sehingga akan terjadi lagi pengungsian menyelamatkan diri dan pekerjaan akan kocar-kacir, maka kepada kalian yang hadir malam ini, serahkan tanggungjawab yang besar. Dalam keadaan bagaimanapun saya harapkan agar kalian tetap berada di posnya masing-masing dan melanjutkan perjuangan, ini dengan cara dan alat yang ada pada kalian, yaitu perhubungan radio. Pokoknya perjuangan ini harus dilanjutkan. Di Bidang Saudara masing-masing terletak kewajiban yang murni”

Tanggal 13 sd 30 Juni 1947 Achmad Basah mengadakan perjalanan dinas dari Bukittinggi ke Yogjakarta, tujuan perjalanan ini antara lain memberi laporan kepada Kepala Kantor Pusat PTT di Yogjakarta, tentang perkembangan PTTRRI di Sumatera sejak awal kemerdekaan, sekaligus mempelajari organisasi PTT di Jawa sebagai perbandingan.

Tahun 1948 berangkat lagi ke Yogjakarta atas perintah Menteri Perhubungan untuk memberi pandangan tentang Jawatan PTT di Sumatera berkaitan dengan penyelenggaraan Truce Agreement dan Renville Principles. Pada kesempatan ini Achmad Basah mendapat kehormatan untuk menjadi anggota delegasi Indonesia yang masuk komisi PTT bersama Mas Soeharto, Tambayomg Samdioen dan RMA Soerianegara. Dalam laporannya Achmad Basah menulis antara lain:

Tanggal 21 April 1948 diadakan perundingan para ahli keempat kali di Kaliurang Yogjakarta, disini Achmad Basah berhadapan dengan Kolonel Droog yang berarti “Kering” tidak mengherankan bahwa hasilnya tetap kering walaupun usulan-usulan  Achmad Basah dari pihak Indonesia sudah diajukan berulang-ulang, tetapi Kolonel Droog berpendapat lain, bahwa walaupun bagaimana pada waktu tercapai persetujuan politik nantinya, hanya boleh ada satu Jawatan PTT saja” hasilnya nol” tulis Achmad Basah dalam laporannya.” Mereka mengharapkan supaya Republik sudah jatuh sendiri sebelum perundingan selesai”

image

Firasat Achmad Basah menjadi kenyataan, pada tanggal 12 Desember 1948, Belanda melakukan agresinya yang kedua terhadap Republik Indonesia, Kota Bukittinggi di bom, setelah pengeboman selesai, Achmad Basah bergegas naik sepeda menengok para operatornya dengan penuh simpati dan perhatian. Mereka kelihatan tenang dan tertawa, ketika itulah Achmad Basah sekali lagi menguji mereka dengan pertanyaan “ Bagaimana kalian semua’ takut atau bagaimana? hilang atau patah semangat?.

Sore hari barisan operator berkumpuldi rumah Achmad Basah dan menerima instruksi lebih lanjut. Jelas Belanda akan menyerang lagi. Para operator itu pada ikrar yang pernah diucapkan, Pada malam itu pula para pejoeang PTT menyiapkan pemancar salah satunya pemancar YBJ6 untuk melakukan gerilya. Di Lubuksikaping mereka menyusun kembali kekuatan dengan semangat juangnya. Mereka mendirikan Pusat Darurat PTTRRI yang berfungsi sebagai lambang persatuan organisasi yang pada waktunya akan membuktikan kegunaannya.

Pada akhir perang kemerdekaan, Achmad Basah di Kantor Pusat Darurat PTTRRI di Matur masih menyusun organisasi PTTRRI dengan mengadakan pembagian pekerjaan dan langkah baru yang akan dikerjakan.Pelimpahan wewenang Kantor Pusat PTT kepada pejabat PTTRRI yang bertanggungjawab di daerah dan mengadakan Program PTT RI,ketentuan itu dituangkan dalam Peraturan Kantor No.1/d, No.2/d, No.3/d tanggal 5 Juni 1949, kenyataan ini menunjukan betapa besar tanggung jawab Kepala Pusat PTTRRI walaupun dalam keadaan darurat. Tugas pokok, uraaian pekerjaan, dan tanggungjawab para pejabat PTTRI telah digariskan secara jelas dalam situasi dan kondisi waktu itu.

Tanggal 14 Desember 1949, sidang KNIP berakhir dalam membicarakan persetujuan KMB sebagai lanjutan dari ratifikasi persetujuan KMB itu, Kantor Cabang Pusat  PTT akan dipindahkan dari Lubuksikaping ke Bukittinggi untuk persiapan pengambilalihan Kantor Pusat PTT dari Belanda.Wakil Kepala Cabang Pusat PTTRI di Sumatera memberi surat kuasa kepada Kepala Urusan Umum Djaridjis untuk menerima pengoperan PTT dari pihak Belanda. Surat Kuasa tanggal 4 Desember 1949 yang menunjukan bahwa berdasarkan perhitungan Achmad Basah, KNIP akan menerima hasil KMB.

Tanggal 14 Desember 1949 dilangsungkan upacara secara resmi pemulihan Pemerintahan Republik Indonesia Sumatera Tengah di Bukittinggi, dan saat itu Pusat Darurat PTTRI dipindahkan dari Lubuksikaping ke Bukittinggi, kemudian PTT Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan berdiri sendiri kembali langsung dibawah Kantor Pusat PTT Bandung, seperti sedia kala.

Pada kongres Universal POSTAL Union (UPU) di Brussel tanggal 14 Mei sd 12 Juli 1952 Indonesia sebagai Negara merdeka dan berdaulat untukpertama kalinya mengirim wakilnya. Delegasi Indonesia terdiri dari : Achmad Basah, R. Sumrah, Mohammad jachja. Pada Kongres itu Indonesia terpilih menjadi anggota Executive and Liaison Committee (ELC) dari UPU.

Sesudah menghadiri Kongres UPU 1952 dan sidang ELC 1952 Achmad Basah melanjutkan perjalanan ke negeri Belanda,Inggeris, Perancis,Swiss dan Italia. Tujuannya adalah mempelajari PTT di berbagai negara tersebut terutama modernisasi Perusahaan.

Tanggal 4 sd 15 Mei  1953, Administrasi PTT RI mengirim Achmad Basah sebagai delegasi tunggal mengikuti konferensi tahunan CEL di Bern Jerman Timur. Ketika reorganisasi Perusahaan PTT, Achmad Basah  diangkat menjadi Wakil Kepala Pos & Giro yang pertama.

Tahun 1957 Achmad Basah diangkat menjadi Direktur Pos, menggantikan R.Didjar yang pensiun di bawah Direktur Jenderal PTT. Tanggal 22 Maret sd 10 Mei 1957 Achmad Basah mewakili Indonesia pada Konferensi CEL di Lausanne. Tanggal 14 Agustus sd 3 Oktober 1957 Ketua Delegasi Indonesia Kongres UPU XIV di Ottawa Canada. Itulah karir Achmad Basah dalam hubungan Internasional yang menguasai beberapa bahasa asing.

Pada tanggal 18 Desember 1977 diadakan reuni Ex. Pemuda Pelopor Pejoeang Proklamasi Kemerdekaan 1945 Bukittinggi yang diadakan di Jakarta, Dalam reuni Achmad Basah memberi sambutan sebagai berikut :

“Secara jujur harus kita katakan, bahwa pekerjaan yang dilakukan pada zaman Revolusi pada umumnya sangat menarik dan menyenangkan, bahkan kalau dikaji lebih dalam, pekerjaan itu merupakan tugas kehormatan yang dilimpahkan Tuhan YME yang dilimpahkan kepada kita semua.Satu kali dalam masa hidup kita, kita diperkenankan untuk turut aktif dalam suatu karya besar yang memberi kesempatan kepada kita untuk mengembangkan segala potensi yang ada pada kita.Perubahan mendadak dalam nilai dan pola pikiran lama menuntut prakarsa, daya adaptasi, daya kreasi dan daya tindak yang cepat dan tepat dari kita, disertai optimisme yang sehat dalam menghadapi semua kemungkinan dimasa mendatang.Kepentingan bersama, khusus kelangsungan hidup Negara, menjadi tujuan utama, sedang kepentingan peribadi, ambisi peribadi dengan sadar dan suka rela kita tempatkan di belakang.Semangat perjuangan mengisi jiwa kita dan walaupun kita memiliki teori perjuangan yang muluk-muluk, sedang slogan seperti “ Merdeka atau mati” atau “Never again the lifeblood of any nation” Kini mungkin terdengar agak histeris atau naif, namun pada umumnya kita berpikir dan bertindak secara jujur tanpa hipokrisi dan tanpa pamrih.

Sesungguhnya mengenang zaman revolusi itu berarti “Counting our blessing”. menghitung karunia Allah SWT sebagaimana dianjurkan oleh Al Qur’anul Karim “ Fadzikuru alaa Allahi la’allakum tuflihun” (Kenanglah karunia Allah supaya kamu berbahagia).

Kebahagian yang kita rasakan dalam mengenang zaman revolusi itu yang telah mengisi jiwa kita dengan perasaan pemenuhan (yaitu perasaan bahwa kita telah menunaikan panggilan hati nurani kita dengan baik), menjadikan kenang-kenangan itu sesuatu yang indah dengan meminjam istilah pujanggga John Keats “ A Thing of beauty is a joy for ever” sesuatu yang indah merupakan kegembiraan untuk selama-lamanya. Itulah falsafah pejoeang PTT yang dalam akhir hidupnya masih suka berbincang-bincang tentang segala sesuatu dengan asyiknya.

Pada tanggal 8 Agustus 1982 suatu kecelakaan lalu lintas di Cianjur telah merenggut jiwa dua sijoli MERPATI POS Achmad Basah dan Istrinya terbang kehadapan maha pencipta untuk menikmati kebahagian sejati. Seorang Pejoeang PTT telah pergi untuk selama-lamanya, Achmad basah telah tiada tetapi semangat juangmu akan dikenang oleh seluruh generasi muda yang melanjutkan dan mengisi kemerdekaan sebagaimana seharusnya dalam orde yang menuntut integritas bangsa Indonesia yang terus membangun.

Achmad Basah, dianugrahi Oleh Pemerintah Republik Indonesia yaitu “ Tanda Kehormatan Satyalancana Peringatan Perjoeangan Kemerdekaan Republik Indonesia” 

Sumber : Buku tokoh perjuangan dan pembangunan telekomunikasi 1985

SUTANGGAR TENGKER YAHYA Ir, Tentang Satellite Palapa, Z3F,Z12F,VZ12,PPM24,pesawat Telex, Microwave Jawa-Bali, Sumatera, Indonesia Timur, Troposcatter Surabaya-Banjarmasin,Station Bumi Jatiluhur dan Pemisahan POSTEL (Pos dan Telekomunikasi)

image

Sutanggar Tengker, lahir di Surabaya tanggal 6 Nopember 1923, menyelesaikan sekolah AMS, masuk sebagai Voluntair PTT di Laboratorium PTT Bandung. Sutanggar Tengker  merupakan salah seorang perencana dan pencetus Satelite Palapa, Z3F,Z12F,VZ12,PPM24,pesawat Telex, Microwave Jawa-Bali, Sumatera, Indonesia Timur, Troposcatter Surabaya-Banjarmasin,Station Bumi Jatiluhur dan Pemisahan POSTEL (Pos dan Telekomunikasi).

Sutanggar Tengker,  menamatkan Pendidikan di Institut Technologi Bandung (ITB) 1955, karena berikatan dinas dengan PN Telekomunikasi, Sutanggar Tengker  langsung ditempatkan di Bagian Konstruksi Kantor Pusat Bandung. Tahun 1957 diangkat menjadi Kepala Urusan Perencanaan. Akhir tahun 1957 dimutasikan ke DTEL-III Surabaya, sebagai Kepala Cabang Konstruksi Bagian Timur meliputi : Jawa Timur, Bali dan Lombok. Tahun 1959 dimutasikan ke DTEL-II Semarang dan tahun 1960 menjadi Kepala Daerah Telekomunikasi DTEL-II Semarang. Tahun 1964 diangkat menjadi Direktur Research and Planning PN Telekomuninaksi, kemudian tahun 1965 menjadi Direktur Teknik PN Telekomunikasi Kantor Pusat Bandung.

Tahun 1969,  Sutanggar Tengker diangkat menjadi Direktur Utama PN Telekomunikasi, dan tahun 1973 dimutasikan ke DITJEN POSTEL sebagai Direktur Telekomunikasi hingga pensiun.

Kehadiran Sutanggar Tengker di POSTEL membawa berbagai kemajuan, bukan saja bagi perusahaan, tetapi juga peribandinya.

Reputasi Sutanggar Tengker, Ir

  • Tahun 1956-1957, Belajar telekomunikasi jarak jauh di Siemenz and Halske Jerman Barat.
  • Tahun 1963 anggota Panitia Peta Ikhtisar Daerah Tingkat I Jawa Barat.
  • Tahun 1967 Meeting of the word plan committee di Mexico City

image

  • Tahun 1968, Meeting CCIT di Mardel Plata Argentina.
  • Tahun 1970, Meeting Regional Plan Committee for Asia and the Pacific Teheran.
  • Tahun 1970, Meeting Seminar Organization and Management of Telecommunication Service di Bangkok.
  • Tahun 1971, Plenipotentiary Conference on Definitive Arragement for International Telecommunication Satellite Convention Amerika Serikat.
  • Tahun 1971, Meeting of the word Plan Committee Venesia.
  • Tahun 1972, Second International Conference of Telecommunication Expert Bangkok.
  • Tahun 1972, Meeting Final Study Group CCIT Jenewa.

image

  • Tahun 1973, Delegation Global Traffic Meeting Rio de Janeiro Brasil.
  • Tahun 1973, Plenary Potentionary Conference ITU Toremolinos Spanyol.
  • Tahun 1973, Meeting Of Signatories Intelsat Washington DC Amerika Serikat. 
  • Tahun 1974, Plenary Assembly CCIR Jenewa.
  • Tahun 1974, Work Group on Satellite Communication for Asian Manila.
  • Tahun 1975, Seminary on Telecommunication Tokyo Jepang.
  • Tahun 1975, Working Group on Asean Regional Satellite Communication Singapura.
  • Tahun 1975, Asean Submarine Cable Network Kuala Lumpur.
  • Tahun 1976, Meeting of Signatories and Assembly of Parties Intelsat Nairobi Kenya.
  • Tahun 1977, Delegation Of Republik Indonesia Satellite Communication Moskow.
  • Tahun 1977, Seminary Packet Broadcasting Network Budapest Hongaria.
  • Tahun 1977, Meeting Asean and Canadian Expert Canada.
  • Tahun 1978, Meeting WARC on Aeronautical Mobile Service Asean Manila.
  • Tahun 1978, Sub Committee POSTEL Asean Kuala Lumpur.
  • Tahun 1978, Conference SAAC Bangkok.
  • Tahun 1978, 14 th Pleanary Assembly CCIR Jepang.
  • Tahun 1978, International Aeronautical Federation I Dubrosnik Yugoslavia.

Sutanggar Tengker, memiliki banyak pengalaman di luar negeri, terutama menyangkut Perencanaan Satellite PALAPA. Pengalaman dalam negeri  yang paling mengesankan      adalah ketika timbul gagasan untuk melahirkan perusahaan bernama PERUMTEL dan juga waktu ada pertemuan di Kaliurang Jogjakarta tahun 1964 ketika akan memisahkan POSTEL (Pos dan Telekomunikasi). Kalangan POSTEL sendiri sudah dianggap matang waktunya bagi kedua Perusahaan besar yang selama ini yang menyatu untuk berpisah, namun selama itu para Pejabat POSTEL segan mengutarakan gagasan itu, mereka khawatir disebut “Pemborontak” karena pimpinan POSTEL sendiri tampaknya tidak setuju dengan pemisahaan itu.

Berhubung Sutanggar Tengker waktu itu menjadi KDTEL-II Semarang dan ditunjuk sebagai salah seorang Pengurus Sendratari Ramayana, karena Sound dan lightening diserahkan ke POSTEL. Sutangger Tengker memperoleh tiket gratis 20 lembar untuk menonton setiap pementasan. Selanjutnya Sutanggar Tengker, mengatur siasat dengan mengundang para pejabat penting POSTEL untuk menonton pementasan sekaligus untuk rapat  yaitu : Soewarno KDTEL-III Surabaya, Muchtil Yunus KDTEL-I Jakarta, Abdul Rachman Kepala Laboratorium Bandung, Nyoman Ray KDPOS-I  Jakarta, Ardiwinata KDPOS-III Surabaya, Agoes Wakil KDPOS-II Semarang, Abdoesoeki KDTEL-VIII Bandung (tidak hadir).

Rapat hari pertama, Sutanggar Tengker mendapat telepon dari F. Leiwakabessy DIRTEL Bandung yang menanyakan apa yang terjadi di Kaliurang dan siapa saja yang hadir, Sutanggar Tengker menjelaskan bahwa yang mengundang mereka untuk menonton pementasan sendratari Ramayana dan menyebut juga siapa saja yang hadir, dan selanjutnya Sutanggar Tengker, menyatakan apakah Bapak juga berminat, masih ada tiket untuk Bapak” “JE GEK” maksudnya “gila kamu” bentak Leiwakabessy dalam bahasa Belanda.” Jangan gila-gilaan ya, sukses saja, tambah Leiwakabessy lagi.

Rapat berlangsung 2 hari dan menghasilkan deklarasi untuk mengusulkan kepada Pimpinan agar diadakan reorganisasi dan pemisahan antara Perusahaan Pos dan Telekomunikasi.

Rupanya Leiwakabessy mengetahui apa yang terjadi di Kaliurang. Pada prinsipnya Leiwakabessy juga setuju dengan gagasan pemisahan tersebut, tetapi Simatupang Ditjen POSTEL,memerintahkan Leiwakabessy supaya menegur kepada “Kolonel para pemberontak, istilah Kolonel dan pemberontak waktu itu masih hangat karena adanya peristiwa pemberontakan PRRI/PERMESTA yang dilakukan oleh para Kolonel Angkatan Darat. Ternyata gagasan itu berhasil diwujudkan melalui pertimbangan matang oleh pengambil kebijakan, maka terbentuklan PN Telekomunikasi tahun 1965 yang menjadi cikal bakal PT, Telekomunikasi Indonesia, Tbk

Pengalaman lain Sutanggar Tengker, yaitu terjadi pada tahun 1948 saat Belanda (NiCA) masih berkuasa, karena saudara-saudaranya banyak yang menjadi anggota TNI, maka Sutanggar Tengker, sering dikepung dan menjadi sasaran penggeledahan tentara Belanda, sehingga sempat ditangkap dan ditahan di Rampal oleh Resimen 1-12(Resimen Infantri Belanda), akhirnya Sutanggar Tengker, berhasil melarikan diri dari Malang ke Jakarta. Di Jakarta bertemu dengan mantan Kepala Sekola AMS dulu yang menjabat Kepala Pendidikan Tinggi pada Departemen Pendidikan Belanda. Orang Belanda ini juga yang membantu Sutanggar Tengker, kemudian memperoleh Studibeurs (bea siswa) untuk THS (Technische Hoge School) atau ITB Bandung Sekarang.

Gagasan-gagasan Sutanggar Tengker, selalu brillian yaitu kemungkinan sistem satelit bagi telekomunikasi di Indonesia, banyak media yang memberitakan dan menyebut Sutanggar Tengker dan Soehardjono sebagai Dirjen POSTEL. Keduanya sudah memperjuangkan mati-matian dan harus berhadapan dengan Kabinet dan luar negeri yang tidak setuju dengan gagasan tentang Satellite, karena kegigihan keduanya  untuk mempertahankan argumentasi dengan segala analisis keuntungan dan kerugian maka gagasan penggunaan Satellite Communication yang diberi nama Satelit Palapa-1 disetujui oleh pemerintah.

Peluncuran Satellite Palapa-1, dimana Sutanggar Tengker dan Soehardjono bertindak sebagai Launch Director. Peluncuran Satellite Palapa-1 berhasil dan sukses mencapai orbit, disitulah keduanya saling berpandangan dan tak kuasa mengeluarkan kata-kata karena rasa bangga dan haru hasil dari perjuangannya.

Ketika Jenderal Soehardjono DIRJEN POSTEL mengucapkan pidato di Holiday Inn Hotel Orlando Florida, beliau hanya mengucapkan pidato singkat saja karena terharu dan sempat menitikan air mata tanda keberhasilan Bangsa Indonesia yang memiliki Satelite Communication pertama kali untuk kawasan Asia Tenggara.

Sutanggar Tengker, tidak terbiasa menonjolkan diri walaupun salah seorang penggagas Satellite Palapa, bahkan lebih memuji rekan-rekannya  yang pernah bergelut dalam tugas sewaktu pendudukan Belanda seperti ONG KEH Kong Ir, mengungsikan perangkat pemancar ke Delenggu dan berhasil berkomunikasi dengan luar negeri atau rekannya yang bekerja diperbatasan Jawa Barat dan jawa Tengah pada saat Pemberontakan Tentara DITII Kartosuwirjo, atau Perjuangan para pemuda AMPPT merebut Kantor Pusat PTT Bandung, termasuk perjuangan pegawai PTT pada pembebasan Irian Barat.

Sutanggar Tengker, bangga sebagai pegawai POSTEL terutama saat pembangunan telekomunikasi, Ia mengalami masa dinamis bagi dirinya, melanjutkan perjuangan pendahulunya, kemampuan tekniknya karena seorang Insinyur THS (Technische Hoge School)atau ITB sekarang.

Pembangunan Sentral Telepon Otomat pertama di tahun 1953 di Bandung, menyusul Solo, Magelang, dan Makassar, dan Sutangger Tengker berperan dalam modernisasi alat transmisi jarak jauh seperti : Z3F, Z12F,VZ12,PPM24, pesawat telex dan pembangunan jaringan Microwave Jawa-Bali, Trans Sumatera, Indonesia Timur, dan Troposcater Surabaya-Banjarmasin, pembangunan Stasiun Bumi Pengendali Jati Luhur dan Satelit Palapa.

Stasium Bumi Jatiluhur & PALAPA-1

Transmisi Microwave Jawa-Bali

image

Karena pengalaman Sutangger Tengker, baik luar negeri maupun  dalam negeri sehingga diangkat menjadi Gebernur INTELSAT di Washington DC, salah seorang putera terbaik Indonesia yang dipercaya untuk memimpin Badan Dunia di bidang Telekomunikasi, Kepala ITU Kawasan Asia Timur di Manila dan Kepala Proyek “Development Of Telecommunication in Asia”

Penghargaan :

  • Penghargaan Long Distance Project Carrier systim 12 Channel, jakarta-Bandung-Semarang-Surabaya-Denpasar-Ampenan
  • Penghargaan dalam pemasangan Radio Sinar Pertama lewat Tangkuban perahu
  • Penghargaan Pembanguan Sentral Telepon Otomat Malang, Surabaya (Darmo)  yang pertama,
  • Pengharagaan Pembangunan Jaringan Microwave Jawa-Bali
  • Penghargaan Pembangunan Stasiun Pengendali Satelit Palapa Jatiluhur
  • Penghargaan Pembangunan Jaringan Microwave Trans Sumatera
  • Pengharagaan Pembangunan Troposcater Surabaya-Banjarmasin
  • Penghargaan selaku Kepala Perencanaan Satelite PALAPAtahun 1975.

Amal baktimu sangat bermakna sebagai pejuang bangsa dalam bidang telekomunikasi, semoga engkau diberi  tempat yang baik di achirat oleh Tuhan YME.

Sumber Tulisan : Buku Tokoh-Tokoh Sejarah Perjuangan dan pembangunan POSTEL tahun 1985

 

Fiber To The Area (FTTA) untuk layanan Access Point WiFi Outdoor dan gambar konstruksi penempatan Antena dan supporting di atas tiang besi/beton tinggi 9 m

image

 

image

 

 

image

 

image

image

image

WiFi Repeater Type di Rumah Pelanggan

image

image

 

image

Segmen Layanan FTTA dan QoS

image

 

 

 

 

 

 

image

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Catuan Daya

image

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SUPPORTING

image

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Tulisan : Team Campiun Access Telkom Makassar dan Materi WiFi Id TELKOM

Design FTTC & FTTH Saluran Penanggal Overhead & Under Ground Cable dari Optical Distribution Point (ODP) pada kawasan perumahan

Saluran penanggal dari ODP FTTC, FTTH termasuk segment yang harus dibuat dengan design khusus agar supaya menghasilkan sesuatu manfaat baik terhadap estetika agar tidak menimbulkan visual pollution maupun pencegahan kerawanan terhadap kerusakan atau gangguan.

Berikut team akses Makassar membuat Campiun design sebagai berikut :

 

 image

image

image

image

image

 

  • Khusus untuk Type C saluran penanggal dibawah tanah, setiap ODP pilar under Ground dibuat PITHOLE di depan ODP agar memudahkan memasukan saluran jika ada pemasangan baru.
  • Perumahan-perumahan mewah yang berada di kawasan elite sedapat mungkin disiapkan duct-duct saluran penanggal jika seluruh instalasi menggunakan jaringan bawah tanah.
  • Pertemuan antara saluran penaggal dari ODP dengan instalasi dalam rumah dipasang OTB (Optical Terminal Box) untuk tempat pengetesan jika terjadi gangguan (lihat gambar design).
  • ODP pilar under Ground dilengkapi anti serangga dan ventilasi udara agar tidak terjadi perbedaan suhu terutama pada malam hari yang mengakibatkan pemicu terjadinya kelembaban yang mengandung uap air.

ONT 660 GPON Setting and Configuration

image

image

 

Config Rule IPTV

 

ZXAN# config terminal

ZXAN(config)#gpon

ZXAN(config-gpon)# onu profile filter-rule zero-tag untag

ZXAN(config-gpon)# onu profile filter-rule single-tag TagWith110 inner-prio 0 inner-vid 110

ZXAN(config-gpon)# onu profile treat AddTag110 inner-prio insert 0 inner-vid insert 110

ZXAN(config-gpon)# onu profile treat ChgTagTo111 remove-tag 1 inner-prio insert 0 inner-vid insert 111

ZXAN(config-gpon)# onu profile treat AddTag111 inner-prio insert 0 inner-vid insert 111

ZXAN(config-gpon)# onu profile treat trans

ZXAN(config-gpon)#exit

ZXAN(config)#exit

ZXAN#

//catatan : rule ini menggunakan contoh vlan 110 sebagai multicast dan vlan 111 sebagai unicast

// catatan : rule ini hanya dibuat sekali saja per OLT

 

 

Config Rule Voip

ZXAN# config terminal

ZXAN(config)#gpon

ZXAN(config-gpon)# onu profile mgc h248 server1 172.28.4.4

// catatan : IP disesuaikan dengan IP SS 1

ZXAN(config-gpon)# onu profile mgc h248 server2 172.28.4.5

//catatan : IP disesuaikan dengan IP SS 2

ZXAN(config-gpon)# onu profile mgc h248 user-tid prefix A postfix-len 1 postfix-start 0

// catatan : TID format A

ZXAN(config-gpon)# onu profile mgc h248 rtp-tid prefix RTP/ postfix-len 1 postfix-start 0

// catatan : RTP format RTP/

ZXAN(config-gpon)# onu profile mgc h248 digit-map long-timer 4000 short-timer 2000 start-timer 10000

ZXAN(config-gpon)# exit
ZXAN(config)# exit

ZXAN#

// catatan : rule ini hanya dibuat sekali saja per OLT

Register ONT

 

ZXAN#sho gpon onu uncfg gpon-olt_0/5/1

OnuIndex Sn State

———————————————————————

gpon-onu_0/5/1:1 ZTEG70002115 unknown

ZXAN# config terminal

ZXAN(config)# interface gpon-olt_0/5/1

ZXAN(config-if)# onu 1 type ZTEG-F660 sn ZTEG70002115 vport-mode gemport

ZXAN(config-if)# exit

ZXAN(config)# exit

ZXAN#

// catatan :

  1. angka 1 sesuai dengan registrasi ONT, di isi bebas tapi tidak boleh sama antar ONT dalam 1 OLT.
  2. ZTEG70002115 : Sesuaikan dengan sn ONT yang terinstall

 

Config interface ONU

// catatan ONT terhubung di card OLT slot 5, port 1, register 1

ZXAN#config terminal

ZXAN(config)# interface gpon-onu_0/5/1:1

ZXAN (config-if)# tcont 1 profile UP-5M

ZXAN (config-if)# tcont 2 profile UP-100M

ZXAN (config-if)# tcont 3 profile UP-10M

ZXAN (config-if)# gemport 1 name gemport1 unicast tcont 1 down DOWN-5M

ZXAN (config-if)# gemport 2 name gemport2 unicast tcont 2 down DOWN-100M

ZXAN (config-if)# gemport 3 name gemport3 unicast tcont 3 down DOWN-10M

ZXAN (config-if)# switchport mode hybrid vport 1

ZXAN (config-if)# switchport vlan 51 tag vport 1

// catatan : vlan voip

ZXAN (config-if)# switchport mode hybrid vport 2

ZXAN (config-if)# switchport vlan 110-111 tag vport 2

// catatan : vlan iptv

ZXAN (config-if)# switchport mode hybrid vport 3

ZXAN (config-if)# switchport vlan 3000 tag vport 3

// catatan : vlan data (internet)

ZXAN (config-if)# exit

ZXAN (config)#exit

ZXAN #

 

Config pon onu management

// catatan seting ini port 2 untuk IPTV, port 3 untuk data internet, port pots 1 dan 2 untuk pots

ZXAN#config terminal

ZXAN(config)# pon-onu-mng gpon-onu_0/5/1:1

ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 2 switch switch_0/1

ZXAN(gpon-onu-mng)#flow 3 switch switch_0/1

ZXAN(gpon-onu-mng)#flow 4 switch switch_0/1

ZXAN(gpon-onu-mng)# flow mode 1 tag-filter vid-filter untag-filter discard

ZXAN(gpon-onu-mng)# flow mode 3 tag-filter vid-filter untag-filter discard

ZXAN(gpon-onu-mng)# flow mode 255 tag-filter vid-filter untag-filter discard

ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 1 priority 0 vid 51

ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 3 priority 0 vid 3000

ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 255 priority 0 vid 110

ZXAN(gpon-onu-mng)# gemport 1 flow 1

ZXAN(gpon-onu-mng)# gemport 2 flow 2

ZXAN(gpon-onu-mng)# gemport 3 flow 3

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode ethuni eth_0/1 tag-filter vid-filter untag-filter discard

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode ethuni eth_0/3 tag-filter vid-filter untag-filter discard

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter ethuni eth_0/3 priority 0 vid 3000

ZXAN(gpon-onu-mng)# onu-vlan ethuni eth_0/3 up-mode add up-prio 0 up-vid 3000 down-mode untag

ZXAN(gpon-onu-mng)# ex-vlan ethuni eth_0/2 input-tpid 0×8100 output-tpid 0×8100 down-mode inverse-upstream

ZXAN(gpon-onu-mng)# ex-vlan-table ethuni eth_0/2 rule untag treat AddTag110

ZXAN(gpon-onu-mng)# ex-vlan flow 2 input-tpid 0×8100 output-tpid 0×8100 down-mode inverse-upstream

ZXAN(gpon-onu-mng)# ex-vlan-table flow 2 rule TagWith110 treat ChgTagTo111

ZXAN(gpon-onu-mng)# voip protocol h248

ZXAN(gpon-onu-mng)# mgc-service pots_0/1 profile h248

ZXAN(gpon-onu-mng)# mgc-service pots_0/2 profile h248

ZXAN(gpon-onu-mng)# switchport-bind switch_0/1 iphost 1

ZXAN(gpon-onu-mng)# switchport-bind switch_0/1 iphost 2

ZXAN(gpon-onu-mng)# switchport-bind switch_0/1 wifi wifi_0/1

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode wifi wifi_0/1 tag-filter vid-filter untag-filter discard

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter wifi wifi_0/1 priority 0 vid 3000

ZXAN(gpon-onu-mng)# ip-host 2 ip 172.21.171.10 mask 255.255.255.0 gateway 172.21.171.1

// catatan : IP disesuakan dengan IP voip dari SS

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode iphost 1 tag-filter vid-filter untag-filter discard

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode iphost 2 tag-filter vid-filter untag-filter discard

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter iphost 1 priority 0 vid 3000

ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter iphost 2 priority 0 vid 51

ZXAN(gpon-onu-mng)# pppoe 1 nat enable user user1@telkom6.net password Telkom

// catatan : username dan password disesuaikan

ZXAN(gpon-onu-mng)# exit

ZXAN(config)#exit

ZXAN#

Perjoeangan Angkatan Muda Pos, Telegrap, Telepon (AMPTT) Pimpinan SOETOKO dalam Perebutan Kantor Pusat PTT Bandung dari Tentara Jepang

foto Soetoko

Tersebutlah para pejuan AMPTT terdiri  dari SOETOKO, bersama Slamet Soemari Tjokrowardojo, Joesoef, Agoes Samah, Nawawi Alif dan beberapa pemuda lainnya.

SOETOKO dilahirkan sebagai anak sulung pada tanggal 18 Mei 1917 di Jakarta. Tamat HIS di Pacitan tahun 1932, SOETOKO melanjutkan pendidikan di “Gouverments MULO” di Ngupasan, Yogyakarta. Tahun 1934 ia mulai bekerja di Jawatan PTT sebagai Asisten Klerk PTT Semarang. Pada akhir Pemerintahan Hindia Belanda, berkesempatan mengikuti “ Bedijfsambtenaar Cursus” di Bandung. Menjelang jatuhnya

Pemerintahan Hindia Belanda tahun 1942, di lingkungan pegawai di Kantor Pusat PTT Bandung, timbul pemikiran tentang kemungkinan yang dapat terjadi di masa yang akan datang. PTT yang mempunyai jaringan Pos dan Telekomunikasi pada hakekatnya merupakan pusat informasi yang penting sekali. Tidak mengherankan kalau di antara mereka mempunyai kedudukan, tergerak untuk mendukung gerakan Kemerdekaan yang bergejolak di mana-mana untuk membebaskan Bangsa Indonesia dari penjajahan. Prakarsa-prakarsa secara tersembunyi tumbuh untuk memanfaatkan saat sejarah yang diperhitungkan akan tiba.

Pemakarsa-pemakarsa antara lain di lingkungan siswa-siswa PTT School, pengikut-pengikut “Controleur Cursus” dan “Bedrijfsambtenaar Cursus”. Meraka mengadakan pertemuan-pertemuan mengenai tindakan-tindakan yang harus dilakukan jika Pemerintah Hindia Belanda kalah perang. Ketika Belanda menyerah kalah pada tanggal 8 Maret 1942, tumbulah prakarsa yang bulat yang dipimpin oleh MAS SOEHARTO yang dipandang sebagai sesepuh mengingat beliau satu-satunya putera Indonesia yang berpangkat dan berkedudukan tinggi pada jaman PTT.

Dalam temu bicara, SOETOKO membeberkan maksudnya untuk melakukan pengambilihan kekuasaan di Kantor PTT yang dikuasai Jepang. Pada Jaman Pendudukan Jepang penderitaan Bangsa Indonesia yang tidak menentu. SOETOKO dengan perhitungan yang matang mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengambil alih Kantor Pusat PTT dari tangan Jepang. SOETOKO menjadi kepala seluruh barisan Seinendan yang terdapat di Sekolah PTT, Laboratorium, Kantor Pos, Telegrap dan Telepon.

Pemuda-pemuda PTT secara khusus dibina dalam latihan militer. Terbentuklah “Tsun Tai” atau barisan Pusat PTT. Setelah SOETOKO menyelesaikan pendidikan “Bedrijfsambtenaar Cursus” dan “Yabin Kambu” Ia ditempatkan di Boeihambu (Dinas Perlindungan Bahaya Udara) di Kantor Pusat PTT. Ia mengepalai pula “Tsusin Tokubetsutai” (Pasukan Khusus PTT) yang terbentuk dari pemuda-pemuda “ Tsusin Tai”

image

SOETOKO mengembangkan persiapannya untuk menghadapi peristiwa sejarah yang diperhitungkan. Pemuda-pemuda PTT di luar Kantor PTT dibinanya melalui kesempatan mengatur strategi yang terselubung agar tidak diketahui oleh Jepang. Pembuatan tanggul pengaman di sekeliling gedung Kantor Pusat PTT menandakan bahwa kedudukan Jepang makin tersudut oleh musuh-musuhnya.

Pada saat itulah pasukan khusus PTT melakukan latihan tempur. Atas kejelihannya memanfaatkan situasi, SOETOKO berhasil pula mendatangkan satu regu pelatih Jepang yang memberi pelatihan menggunakan senjata ringan. Dengan memanfaatkan situasi dan kondisi tersebut pemuda-pemuda PTT makin dipersiapkan untuk merebut dan memanggul senjata pada waktunya. Akhirnya saat yang dinantikan tiba pada tanggal 14 Agustus 1945 Radio Tokyo menyiarkan berita bahwa Pemerintah Pusat Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Operator-operator Telegrap yang memonitor siaran luar negeri dapat mengetahuinya dari pesawat radio yang tidak disegel di Kantor PTT.

image

Begitu SOETOKO mengetahui kekalahan Jepang, ia menelpon Jakarta, Ia meminta supaya rekan-rekan di Jakarta segera mengumumkan Kemerdekaan. Jika tidak, momentum yang sangat memungkinkan itu akan hilang dan tidak akan kembali lagi. Bahkan SOETOKO mengirim telegram ke Jakarta, bahwa jika Jakarta tidak dilakukan, Bandung akan melakukan.

Berita tentang kekalahan Jepang segara diteruskan kepada rekan-rekan mereka di Kantor lain secara beranting. Akhirnya Prokmalamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang di umumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 disebarluaskan melalui perhubungan Pos, Telegrap, Telepon dan Radio sambung menyambung.

Didorong oleh rasa siap mental untuk melaksanakan amanat Proklamasi Kemerdekaan yang menginstruksikan supaya pemindahan kekuasaan dan lain-lain dalam sesingkat-singkatnya, pasukan khusus PTT akhirnya berubah menjadi inti Angkatan Muda PTT yang disingkat AMPTT. Militansi pasukan Khusus PTT menjelma menjadi semangat dan penggerak AMPTT untuk mengambilalih kekuasaan PTT dari tangan Jepang. Tindakan yang cepat dan tepat harus dilakukan, namun kota Bandung dan sekitarnya masih merupakan salah satu tempat pemusatan kekuatan tentara Jepang. Sewaktu-waktu kekuatan ini dapat bergerak dan menerjang kalau ada perintah dari atasannya. Bahaya ini harus diperhitungkan oleh pasukan AMPTT yang dituntut dapat mengatur strategi dan taktik berdasarkan sasaran.SOETOKO yang menjadi tokoh sentral yang menggerakan segala sesuatunya ketika itu.

Pada tanggal 3 September 1945 ia berunding dengan kawan-kawanya yang terdiri dari Slamet Soemari Tjokrowardojo, Joesoef, Agoes Samah, Nawawi Alif dan beberapa pemuda lainnya. Dalam perembukan pasukan AMPTT mendekati pihak Jepang supaya menyerahkan kekuasaannya di Kantor Pusat PTT. Namun pihak Jepang masih tetap tidak mau menyerahkan kekuasannya karena ada instruksi dari atasannya bahwa penyerahan PTT harus dilakukan kepada sekutu. Berhubung dengan itu Kantor Pusat PTT harus direbut.Rencana perbutan kekuasaan harus disiapkan lebih masak dan lebih dirahasiakan.Hari H harus ditetapkan sehingga mengenai sasaran.

Pada tanggal 23 September 1945 SOETOKO berunding lagi dengan Ismojo dan Slamet Soemari yang menghasilkan keputusan sebagai berikut.

Pada tahapan kedua, jika pihak Jepang tidak mau menyerahkan kekuasannya akan ditempuh jalan kekerasan dengan kekuatan yang ada dengan bantuan rakyat. dam mengangkat Mas Soeharto menjadi Kepala Jawatan PTT dan Dijar R menjadi wakilnya.

Keesokan harinya tanggal 24 September 1945 pagi, SOETOKO menemui Mas Soeharto, agar hari itu juga menemui Pimpinan Jawatan PTT Jepang dan mendesaknya supaya menyerahkan Pimpinan Jawatan PTT kepada Bangsa Indonesia  secara baik-baik.

image

Mas Soeharto dan Dijar R menyetujui desakan AMPT, namun perundingan hanya menghasilkan persetujuan pihak Jepang memperkenankan pengibaran bendera merah putih di halaman belakang gedung Pusat PTT. Meskipun kurang puas, pemuda-pemuda AMPTT segera menaikan bendara merah putih pada sebuah tiang khusus yang menghadap jalan Cilaki. Para pemuda AMPTT bangga melihat bendera merah putih telah dapat berkibar, namun sasaran masih belum tercapai, pemimpin-pemimpin Jepang harus turun bersama bendera Jepang.

SOETOKO tidak sabar lagi, sebagai Panglima Pejoeang AMTT melakukan koordinasi persiapan pelaksanaan perebutan kekuasaan Jawatan PTT dar tangan Jepang. Pada hari H tanggal 26 September 1945 dibantu oleh tiga orang Nawawi Alif, Hasandjen dan Abdoel Djabar, SOETOKO menginstrusikan kepada Soewarno selaku Komandan Tsusin Tai untuk meruntuhkan tanggul barikade yang mengelilingi kantor.Pada sore harinya SOETOKO menemui Mas Soeharto di jalan Jawa No.2 dan memberitahu rencana perebutan Kantor Pusat PTT dan Mas Soeharto menyetujui rencana tersebut.

Malam itu juga seluruh Anggota AMPTT terpencar dengan tugas mencari dan mengumpulkan senjata tajam, senjata api, kendaraan bermotor dan kebutuhan lainnya yang akan dipergunakan untuk perebutan kekuasaan, penduduk tua muda dan semua organisasi perjuangan yang berkedudukan di dekat Kantor Pusat PTT dihubungi dan meminta keikutsertaannya masing-masing.Kesemuanya menuyatakan kesanggupan mereka secara spontan untuk memberi bantuan yang diperlukan.

image

Tanggal 27 September 1945, sekalilagi Mas Soeharto dan Dijar R berunding dengan Kepala PTT Jepang siang dari tetapi tidak membuahkan hasil. Ketika itu Para Pemuda AMPTT sudah siap dengan senjatanya walaupun hanya senjata tradisionil. Massa yang dikerahkan berkumpuldi halaman selatan.Soewarno dengan semua pasukannya naik ke tingkat dua dan memasuki ruangan Kepala PTT Jepang dan ruangan lain yang ada orang-orang Jepang. Serbuan itu disambut dengan gerakan mencabut samurai.Namaun demikian, yang saling berhadapan itu tidak sampai menumpahkan darah karena kekerasan tidak perlu terjadi. Pejabat-pejabat PTT Jepang yang melihat situasional dimana mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghalangi tekat Pemuda AMPTT. Serdadu Jepang menyarungkan samurai mereka dan memilih menyerahkan beberapa pucuk pistol sebagai tanda menyerah, sedang samurai yang mereka anggap barang pusaka tetap dibawa pulang.

Sesuai dengan rencana, SOETOKO membawa Mas Soeharto dan Dijar R dari meja perundingan turun kebawah ke depan massa pegwa dan rakyat, didepan mereka berdebar-debar karena tercekam perasaan yang tegang selama menunggu saat yang gawat.SOETOKO membacakan sebuah pernyataan yang diketiknya sendiri diatas kertas stensil dengan suara yang lantang :

Atas nama selurauh Pegawai PTT dengan ini dengan disaksikan oleh massa rakyat yang berkumpul di halaman PTT jam 11.00 tanggal 27 September 1945, kami mengangkat Bapak Mas Soeharto dan Bapak Dijar R masing-masing menjadi Kepala dan Wakil Kepala Jawatan PTT Seluruh Indonesia”

Atas nama AMPTT

Soetoko

Pada saat itu beberapa pemuda dibawah pimpinan Soewondo bergerak menurunkan bendera Jepang, sebagai gantinya mengibarkan bendera merah putih Bangsa Indonesia yang menghadap ke jalan Cisanggarung, terdengarlah suara lagu Indonesia Raya dari hadirin yang menjadi saksi mata dalam peristiwa yang mengakhiri kekuasaan penjajahan di Kantor Pusat PTT.imageSeluruh jawatan PTT dengan semua sarananya telah menjadi milik Pemerintah Indonesia. Segenap kekuatan AMPTT yang menghadap bantuan dari tenaga rakyat dan semua organisasi perjuangan yang ada di sekitar Kantor Pusat PTT telah memberi andil dalam melaksanakan amanat Proklamasi Kemerdekaan: “ Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengancara yang seksasama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”

Tanggul barikade terus diruntuhkan oleh pasukan Soewarno sampai rata.Pemuda-pemuda AMPTT secara bergiliran menjaga Kantor Pusat PTT siang malam, bekas pimpinan Jepang dirumahkan di tempat mereka di Jalan Cilamaya. Untuk menjaga keamanan mereka rumah-rumah mereka ditempeli “ Milik Rebuplik Indonesia” Keberhasilan dan kemenangan AMPTT di Kantor Pusat PTT yang diambil dari pimpinan Jepang bergelora di sektor PTT di luar Kota Bandung. Pemuda AMPTT di daerah segera mengikuti jejak keberanian AMPTT Bandung dan melakukan pengambilalihan Jawatan PTT setempat dari tangan Jepang.

di Bandung sendiri pemuda-pemuda AMPTT bergerak terus untuk membantu Angkatan Muda lainnya seperti Balai Besar Kereta Api, Kantor Keresidenan, Jawatan Geologi, Perusahaan Listrik, Jawatan Pekerjaaan Umum dll. Namun yang palin penting jika dapat merebut gudang senjata dan mesiu di Kiaracondong.SOETOKO menyadari bahwa tanpa memiliki senjata seperti yang dimiliki Jepang tidak ada gunanya. Sekalilagi SOETOKO dengan keberaniannya yang luar biasa memimpin perebutan gudang senjata di Kiaracondong dengan mempertaruhkan AMPTT yang menjadi ujung tombak.Siasat yang digunakan dalam perebutan Kantor Pusat PTT akan diterapkan untuk merebut gudang senjata.SOETOKO melakukan perundingan dengan serdadu-serdadu Jepang yang menjaga gudang senjata di halaman depan. Sementara pemuda AMPTT lainnya menduduki tempat-tempat yang strategi untuk melakukan penyerbuan dari belakang.

Pada waktu SOETOKO akan menghadap serdadu-serdadu Jepang untuk meminta agar gudang senjata diberikan kepada AMPTT, tetapi serdadu Jepang tidak mau meberi sehingga terjadi adegan yang medebarkan karena seorang serdadu Jepang mengeluarkan samurainya untuk menggertak SOETOKO, yang ketika itu juga menyambut dengan mengayunkan klewangnya, berubtung seorang perwira Jepang yang ikut menjaga gudang senjata menengahi sehingga duel tidak terjadi. Dalam perundingan sekalilagi serdadu Jepang tidak mau menyerahkan gudang senjata kepada pejoeang AMPTT.SOETOKO meninggalkan halaman gudang senjata itu dan memberi instruksi kepada Pejoeang AMPTT yang siap tenpur. SOETOKO segera memanjat tembok gudang senjata, diikuti oleh pemuda-pemuda lainnya dan masuk kedalam gudang senjata. Para pemuda AMPTT berhasil membuka pintu belakang. Pihak Jepang tidak memperhitungkan serangan massa pemuda yang mendadak dan penuh keberanian.image

Tanpa perlawanan pihak Jepang menyerahkan gudang senjata dan mesiu kepada pemuda-pemuda tersebut yang mendapat bantuan dari pasukan polisi yang tiba.sasaran pokok sudah dapat dikuasai, peristiwa itu terjadi pada tanggal 9 Oktober 1945. Dengan menyandang berbagai senjata yang dapat direbut dari gudang senjata itu SOETOKO dengan Laskar AMPTT merasa lebih bersemangat lagi dan lebih berani untuk menegakan dan mempertahankan kemerdekaan yang mulai terancam. Laskar AMPTT itu menjadi kekuatan yang melakukan perjuangan bersenjata yang dipisahkan dari perjuangan pembangunan.SOETOKO makin absen dalam posnya semula di Kantor Pusat PTT dan makin hadir di medan yang lebih tepat baginya.Revolusi atau perang kemerdekaan memang dapat mengubah profesi sesorang.

Latihan-;atihan militer yang diikuti selama pendudukan Jepang telah mulai mengubah dirinya dari seorang “Ambtenaar” perajurit yang diperlukan dalam perang kemerdekaan

Situasi dan kondisi kota Bandung dan sekitarnya yang justru makin bergolak dengan kedatangan Tentara Sekutu makin membutuhkan putra-putra Indonesia yang berani. Maka SOETOKO dan kawan-kawan itu akhirnya memilih mengubah karirnya dibelakang meja sebagai pegawai PTT  ke medan perang yang menuntut pengabdian sepenuhnya. Dari medan perjuangan Nasional,SOETOKO menjadi Panglima Kelaskaraan, peranannya sangat penting dalam perjuangan Kelaskaraan Bandung dan Jawa Barat. Markasnya dinamakan Markas Dewan Pimpinan Perjoeangan Priangan yang mengkoordinir perjoeangan bersenjata atau gerilya melawan NICA (Netherland Indies Civil Administration) dan Tentara Sekutu.

Untuk mengobarkan semangat perjoeangan dan perlawanan rakyat terhadap kekuatan yang mau menjajah lagi, maka SOETOKO dan Nawawi Alif memperkarsai memasang sebuah pemancar radio mobile yang ditempatkan di gedung PTT di Jl.Sentot Alibasah.Koordinator pemancar radio AMPTT itu adalah SOETOKO sendiri dan bertindak menjadi penyiar adalh Nawawi Alif.Dinas Tekniknya ditangani oleh Soeratmoko dan Manap. Siaran radio ini dinamakan ‘Radio Banteng Hitam”  Ketika situasi di Bandung utara tidak aman lagi bagi kelangsungan siaran radio tersebut, maka Banteng Hitam dipindahkan ke Bandung Selatan di pabrik obat Kuruhun.

Pada tanggal 24 Maret 1946 musyawarah Majelis Persatuan Perjoeangan Priangan (MP3) mengambil keputusan untuk membumi hanguskan sebagai rekasi terhadap ultimatum Komandan Tentara Sekutu yang memerintahkan supaya Bandung Selatan dikosongkan radius 11 km.SOETOKO selaku pimpinan sektor Kelaskaran AMPTT, menugaskan Paranoto untuk membumihanguskan gedung Kantor Pusat PTT, namun regu pembumihanguskan itu tidak dapat melaksanakan instruksi tersebut karena kesulitan teknis dan tidak memadai bahan peledak yang ada, sedang Gedung Kantor Pusat PTT terlalu kokoh dan kuat.

Perang mempertahankan Kemerdekaan semakain luas, gabungan Kelaskaran yang dipimpin SOETOKO akhirnya menjadi lima Batalyon yang akhirnya menjelma menjadi Resimen dan Tentara Republik Indonesia yang diberi nama Resimen Tentara Perjoeangan yang bermarkas di Tasikmalaya. Untuk keperluan pemberian laporan kepada Markas Besar Angkatan Darat Republik Indonesia di Yogjakarta, dimana SOETOKO bertemu dengan rekan-rekanya yang berjuang terus sebagai pejoeang AMPTT.

Begitulah kisah perjoeangan SOETOKO eks. Pegawai Kantor Pusat PTT yang pangkat terakhir Pegawai menengah Tingkat-1, dan pangkat di Militrer adalah Brigadir Jenderal TNI. Pernah menjabat Wakil Kepala Divisi Siliwangi dan Wakil Kepala Staf Angktan Darat Republik Indonesia.SOETOKO juga pernah menjadi Anggota DPRGR-MPRRS, Anggota Pertimbangan Agung, Team Penasehat Presiden untuk P4

Pemerintah telah menganugrahi beberapa Penghargaan kepada SOETOKO antara lain:

image

  • Bintang Gerilya
  • Medali Bintang Sewindu
  • Satyalancana Perang Kemerdekaan I
  • Satyalancana Aksi Militer II
  • Satyalancana Gerakan Operasi Militer II
  • Satyalancana Gerakan Operasi Militer III
  • Satyalancana Gerakan Operasi Militer IV
  • Satyalancana Gerakan Operasi Militer V
  • Satyalancana Kesetiaan
  • Satyalancana Penegak

Kepada SOETOKO Panglima AMPTT, semoga amal baktimu sebagai Pejoeang PTT yang sangat berjasa baik terhadap eksistensi Perusahaan PTT yang menjelma menjadi dua bagian yang terpisah yaitu PT.POS INDONESIA dan PT.TELEKOMUNIKASI INDONESIA, maupun sebagai Pejoeang Bangsa Indonesia dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.  

  

   

Mengenang Gugurnya Para Pejoeang / Pegawai PTT 1945, 1946, 1947, 1948, 1949 Pada Zaman Perjoeangan Kemerdekaan Republik Indonesia Melawan Penjajah

image_thumb[45]

Pegawai PTT Korban Keganasan Penjajah Tahun 1945

Goenawan Kantor Pos & Telegrap Semarang

Dibunuh Tentara Jepang Waktu pertempuran 5 hari melawan Jepang.

Imang Kantor Pos & Telegrap Jakarta

Ditembak Tentara Sekutu Gurkha

Maskat Kantor Telepon Semarang

Dibunuh Tentara Jepang Waktu pertempuran 5 hari melawan Jepang.

Matahelemual, J Radio Laboratorium Cimahi

Ditembak Tentara Belanda tanggal 26-11-1945 waktu menjaga Laboratorium

Moenadi Kantor Pos & Telegrap Semarang

Ditembak Tentara Gurkha tanggal 19-11-1945 waktu mengantar kiriman Pos

Muskita, A, D Kantor Pos & Telegrap Tebing Tinggi

Ditembak mati Tentara Jepang setelah tertawan waktu perlawanan 13-12-1945

Mohamad Rafix Sekolah PTT Bandung

Ditembak Tentara Jepang tanggal 10-10-1945 waktu menyerbu Kempetai di Heatjansweg jalan St. Agung)

Paimin Kantor Pos Jakarta

Ditembak Tentara NICA tanggal 18-11-1945 saat dinas.

Sangadan Kantor Pos & Telegrap Semarang

Gugur dalam pertempuran dalam kota waktu melawan Tentara Jepang saat penggabungan dengan BKR

Sarmada Bin Muhadjidin Kantor Pos & Telegrap Jakarta

Hilang diculik Belanda pada tanggal 5-12-1945 waktu dinas.

Satmoko Kantor Telepon Jogjakarta

Gugur terkena Bom waktu Kantor Telepon mendapat serangan Inggeris

Soejatin Intel PTT Surabaya

Gugur sewaktu mempertahankan Kantor Pos & telegrap.

Soermadjono Aloysius Sekolah PTT Bandung

Ditembak Tentara Jepang tanggal 10-10-1945 waktu menyerbu Kempetai di Heatjansweg jalan St. Agung)

Supaat Kantor Pos & Telegrap Semarang

Ditembak Tentara Belanda tanggal 19-11-1945 setelah kembali mengantar surat Pos

Soepojo Kantor Pos & Telegrap Surabaya

Gugur dalam pertempuran dalam mempertahankan Kota Surabaya melawan Tentara Inggeris.

Soetojo M Kantor Sentral Telegrap Jakarta

Diculik Belanda dan ditembak mati Tentara Belanda bulan Desember 1945

Soeprapto Kantor Pos & Telegrap Surabaya

Gugur dalam Pertempuran mempertahankan Kantor Pos Besar Dan Telegrap

image_thumb[33]

Pegawai PTT Korban Keganasan Penjajah Tahun 1946

Abdul Rachina Laboratorium Radio Bandung

Gugur melawan Tentara Belanda di Bandung

Baddu Kantor Pos Telegrap Makassar

Gugur di Barambang sebagai Anggota Badan Perjuangan LIPAN BADJENG pada waktu pembersihan Tentara Westerling

Basit Laboratorium Radio Bandung

Gugur melawan Tentara Belanda di Bandung

Endjoh Laboratorium Radio Bandung

Gugur melawan Tentara Belanda di Bandung

Kalidjoh Kantor Pos & Telegrap Semarang

Ditembak Tentara Gurkha 1946

Marta Laboratorium Radio Bandung

Gugur melawan Tentara Belanda di Bandung

Oedin Kantor Telepon Jakarta Kota

Hilang sewaktu dibawa Tentara NICA karena bertengkar.

Roesman Kantor Telepon Surabaya

Gugur di Kletek Sewaktu memperbaiki Kendaraan TNI

Sala Kantor Pusat PTT Bandung

Gugur di Ciamis ditembak Tentara Penjajah.

Sangkala Kantor Pos & Telegrap Makassar

Gugur sebagai anggota KRIS di Barambang sebagai Anggota Badan Perjuangan LIPAN BADJENG pada waktu pembersihan Tentara Westerling Belanda

Sariman Laboratorium Radio Bandung

Gugur melawan Tentara Belanda di Bandung

Soearsa Laboratorium Radio Bandung

Gugur bersama Keluarga Waktu pengoboman Kota Bandung

Soerharso Kantor Telepon Surabaya

Gugur Tertembak di garis depan dekat Candi Sidoharjo sewaktu melawan Penjajah

 

image_thumb[39]

Pegawai PTT Korban Keganasan Penjajah Tahun 1947

Achjar Kantor Telepon Banyuwangi

Ditembak mati Tentara Belanda setelah selesai melakukan perbaikan saluran interlokal akibat pengeboman kota Banyuwangi 20-7-1947

Argiman Kantor Telepon Kaliset Gugur dalam perang agresi Belanda II
Dalman Kantor Telepon Pekalongan

Ditembak mati Tentara Belanda 2-10-1947 dituduh melakukan aksi bawah tanah bersama pejuang TNI

Martaredja Kantor Telepon Purbolinggu

Disergap dan ditembak mati Tentara Belanda ketika menyebrang Sungai Klawing pada Agresi Belanda I

Moelyo Kantor Telepon Pasuruan

Meninggal diatas Truck ketika ada serangan dari Tentara Belanda tanggal 21-7-1947

Sarnawi Kantor Telepon Pandaan

Tertembak ketika terjadi serangan pesawat tempur Belanda ketika sedang berada diatas tiang telepon membetulkan saluran distrik Pda-Y-Pda-Y tanggal 7-7-1947

Soekirman Kantor Pos Purwakarta

Tertembak ketika terjadi serangan pesawat tempur Belanda ketika sedang mengurus kantong –kantong pos

Soenadi M Kantor Telepon Tegal

Disergap dan ditembak Tentara Belanda waktu mengurusi arsip-arsip Kantor tanggal 21-7-1947

Soemarsono J.B Kantor Pos & Telegrap Pekalongan Hilang siculik waktu agresi Belanda I
Soemitro Stasiun Radio Malabar

Gugur ditembak Belanda pada waktu pertempuran di Puring bulan September 1947

Soeratman Kantor Telepon Balung Gugur Ditembak Belanda
Soetojo Kantor Pos & Telegrap Surabaya

Gugur dalam menunaikan tugas akibat serangan Tentara Belanda waktu menjaga Kantor Pos & Telegrap Malang

 

image_thumb[43]

Pegawai PTT Korban Keganasan Penjajah Tahun 1948

Achmad Chatib Kantor Pos Pembantu Singkarak Hilang semasa Agresi Belanda II tanggal 31-12-1948
Apandi Somatatmadja Laboratorium Radio Bandung

Gugur dalam pertempuran di Puring waktu Agresi Belanda II

Hoetabarat, Leka Kantor Pos & telegrap Medan

Meninggal dunia setelah dianiaya oleh anggota Po An Tui bulan Desember 1948 setelah bekerja di Kantor Pos Tebing Tinggi karena kota Medan sudah diduduki Belanda.

Darmo Kantor Pos & telegrap Cepu Korban Gerombolan PKI di Cepu 1948
Mohammad Oemar Kantor Pos Pembantu pacitan

Diculik oleh Gerombolan PKI di Madiun dan tidak ada kabar beritanya

Parmin Kantor Telepon

Ditembak mati Tentara Belanda pada tanggal 22-6-1948

Sianipar, A Pengawas PTT daerah Sumatera Utara Pematang Siantar

Meninggal karena tekanan jiwa karena tidak mau bekerja sama denganBelanda.

 

image_thumb[53]

Pegawai PTT Korban Keganasan Penjajah Tahun 1949

Abdul Djalil Gelar Sutan Besar Kantor Cabang Pusat PTTR RI di Bukit Tinggi

Diculik waktu agresi Belanda II tanggal tanggal 7-4 -1949 antara Basangkar dengan Kampung Saningbokar

Abdul Manaf Kantor Cabang Pusat PTTR RI di Bukit Tinggi

Ditembak Tentara Belanda waktu agresi II tanggal 31-3-1949 di Bukit Betabuh

Abdi Gelar Bandaro Sati Kantor Pos & Telegrap Padangpanjang

Ditembak Tentara Belanda waktu agresi II tanggal 2-1-1949

Adjis Kantor Pos & Telegrap Bukit Tinggi Dibunuh mata-mata Belanda di Suliki tanggal 10-1-1949
Aski Aris Kantor Pos dan telegrap Rengat

Ditembak Tentara Belanda tanggal 5-1-1949 pada Agresi Belanda II

Boedjang Kantor Telepon Bukit Tinggi

Meninggal sewaktu mengunsi ke wilayah Ampat-Angkat Negeri Baso pada agresi Belanda II

Darso Seksi Telegrap III Solok

Meninggal sewaktu mengunsi pada bulan Juni 1949 waktu Belanda memasuki Muaralabuh.

Djuta Solok Telegrap III Solok

Meninggal setelah bergabung dengan TRI saat memperbaiki kerusakan perhubungan kawat anatara Tanjung Gadang-Sungai Dareh bulan Juni 1949

Islam R Kantor Pos & Telegrap Solo

Ditembak mati Tentara Belanda pada agresi II

Jamidi Kantor Pusat PTT Jogjakarta

Ditembak mati Tentara Belanda sdi daerah Prambanan pada agresi II

Jasin Kantor Telepon Bukit Tinggi

Tewas ditembak oleh Tentara Belanda di atas Bukit Ngarai Bukit Tinggi saat bergabung dengan Gerilya TRI ketika menyerang Belanda dengan Granat

Kabi Kantor Telepon Bukit Tinggi

Gugur ditikam bayonet oleh Tentara Belanda pada pertempuran di Peninggiran bawah Palupuh

Kaharoeddin Kantor Telepon Maninjau

Gugur ditembak Tentara Belanda pada agresi II pada saat memperbaikai kawat di Kampung pantar (Matur)

Kasidi Kantor Telepon Madiun

Ditembak mati Tentara Belanda pada tanggal 29-2-1949 di desa Girimulyo

Laiman Kantor Telepon Nganjuk

Ditembak mati oleh patroli Tentara Belanda di Rejoso ketika menjalankan tugas.

Majoeddin Gudang/Bengkel Pusat PTT Bukit Tinggi Hilang waktu agresi Belanda II
Mas Soeharto Kantor Pusat PTT RI Jl. Gembalakan No.47 Yogjakarta

Dibawah oleh Letnan Kramers dari Tijger Brigade (Bigade Harimau) Belanda tanggal 17 Januari 1949 dan tidak kembali lagi serta tidak diketahui jenasanya (Kepala PTT pertama Indonesia)

Mohamad Ichsan Kantor Pos & Telegrap Magelang

Ditembak mati Tentara Belanda menggunakan Bren dekat Bandongan Wonosobo.

Padi Al. Padisasmito Kantor Telepon Delanggu

Ditembak mati Tentara Belanda di Delanggu tanggal 26-3-1949

Saroen Wignjodipoetra Kantor Telepon Solo

Ditembak mati Tentara Belanda di depan Istrinya lalu rumahnya di bakar sampai hangus rata pada bulan Juli 1949

Selam Kantor Pos Pembantu Kartosuro

Gugur terkena pecahan peluru meriam Belanda di Boyolali

Soedjito Kantor Pos Magelang

Ditembak mati tentara Belanda tanggal 26-7-1949

Soekardi

Kantor Telepon Madiun

Ditembak mati Tentara Belanda di desa Girimulyo tanggal 29-2-1949 setelah bergabung dengan Divisi I Angkatan Darat Bidang Perhubungan

Soelaiman Aboebakar Seksi Telegrap III Solok

Meninggal Dunia bulan Juli 1949 karena menderita penyakit akibat sering mengungsi kepedalaman akibat di kejar tentara Belanda, ditangkap kemudian melarikan diri ke pedalaman Muralabuh.

Wagiman Soetardjo Kantor Pembantu Boyolali

Gugur ditembak mati Tentara Belanda di kelurahan Mojosongo

Warman Kantor Telepon Rengat

Gugur sewaktu melawan Belanda pada agresi II hanya menggunakan Lading

Melihat sejarah perjuangan Patriot PTT yang mengorbankan jiwa dan raganya sehingga banyak pegawai yang gugur tanpa dosa akibat kekejaman Tentara Belanda, Tentara Jepang dan tentara Inggeris. semoga para pejuang PTT yang gugur di medan tempur di beri tempat oleh Tuhan YME, dan diterima segala amal Ibadahnya.

Sumber tulisan : Buku Tokoh-Tokoh Sejarah Perjuangan POS & telekomunikasi 1985 

Mengenang Perjuangan Mas Soeharto dan Dijar R sebagai Kepala Pusat Pos, Telegrap, Telepon (PTT) Indonesia Pertama Menghadapi Tentara Belanda, Tentara Jepang dan Tentara Sekutu Inggeris (bagian–1)

 

foto mas soharto 01

Mas Soeharto dilahirkan pada tanggal 2 Maret 1901 di Pacitan, Pendidikan HIS di Kintelen dan MULO Yogjakarta.Tahun 1919 mulai bekerja di Kantor Pos Semarang. Dalam karirnya Mas Soeharto mengikuti beberapa kursus seperti Kontrolir bersama Dijar R, Hernowo, Soedibyo dan Roelan. Agar supaya bisa menjadi Ajun Inspektur tahun 1930 memasuki “Hoogere Rancurcus” di Bandung, Beliau satu-satunya dari kalangan Bangsa Indonesia.Lulus ditempatkan di Kantor Pusat PTT bagian Pos dan Telegrap dan selanjutnya menjadi Kepala Kantor Pos & Telegrap di Tegal tahun 1937.

Tahun 1938 dipindahkan ke Kantor Pusat PTT, ketika Pemerintah Hindia Belanda menyerah kalah kepada Jepang. Mas Soeharto menjadi Kepala “Bureau Matereel Beheer en Magazijndienst” (Biro Pengurusan Material dan Dinas Pergudangan).

Menjelang tahun 1938 Mas Soeharto di lingkungan Kantor Pusat PTT Bandung sudah ada prakarsa, pemikiran dan kegiatan rahasia yang bertujuan untuk mengambil alih kekuasaan Kantor Pusat PTT. Gerakan ini dipelopori oleh seorang siswa Kursus “Bedrjfsambtenaar” bernama Soetoko. Meskipun Mas Soeharto memiliki kesadaran Nasional yang tinggi, beliau tidak sependapat dengan Soetoko mengenai saat pengambilalihan Kantor Pusat PTT yang bertepatan dengan jatuhnya Pemerintahan Hindia Belanda.Pengambilalihan tidak bisa terburu-buru, harus ada koordinasi dan pengendalian segenap kekuatan Nasional yang akan melakukan pendobrakan dan tindakan ini harus dilakukan serentak.

Melalui penjajahan Jepang yang memberi kesempatan untuk menyusun kekuatan sebagai konsekuensi Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945. Mas Soeharto dapat menyetujui dan merestui rencana Soetoko untuk merebut kembali Kantor Pusat Pos Telegrap dan Telepon (PTT) dari tangan Jepang. Walaupun Mas Soeharto pernah menerima “Bintang Gunzei Hoosisyoo Otsu Kozim Dai Ni Go” lambang kebaktian kepada pemerintah Bala Tentara Jepang, Mas Soeharto lebih setia kepada Bangsa Indonesia. Mas Soeharto sering berembuk dengan Sosrokartono yang ahli bahasa dan kebatinan yang banyak menarik pemerhatian. Bendera Merah Putih telah dikibarkan di rumah Sosrokartono jauh sebelum tanggal 17 Agustus 1945. Tanda itu memberi keyakinan kepada Mas Soeharto bahwa saatnya telah tiba untuk bertindak.Ketika itu Mas Soeharto menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat PTT dan Dijar R sebagai Kepala Urusan Pos.

Setelah pendekatan dan perundingan baik-baik dengan pihak Jepang tidak berhasil, kemudian diulang sekali lagi tidak mengenai sasaran, maka Mas Soeharto memanggil Panglima AMPTT Soetoko bersama pasukannya untuk memaksa Jepang menyerahkan Kantor Pusat PTT. Akhirnya pada tanggal 27 September 1945 tengah hari, Pimpinan Jepang yang menguasai Kantor Pusat PTT tidak berdaya menghadapi serbuan laskar AMPTT yang mendadak. Pihak Jepang menyerah dan Kantor Pusat PTT dapat diambilalih tanpa pertumpahan darah.

Selanjutnya Mas Soeharto dan Dijar R diangkat menjadi Kepala Jawatan  PTT Republik Indonesia yang pertama dan Dijar R diangkat sebagai Wakilnya.Suasana kemerdekaan masih bergolak dan tidak menentu menuntut ketabahan dan pengorbanan dari para pemimpin bangsa Indonesia yang baru lahir.Kedudukan Mas Soeharto di sayap kanan Gedung Sate yang megah dan antik itu ternyata tidak aman.

Setelah tentara Sekutu yang membonceng tentara Inggeris datang kota Bandung semakin kalut. Jepang yang merasa tidak dapat memenuhi perintah Sekutu, berulang kali akan merebut kembali Kantor Pusat PTT dari tangan Indonesia.Begitu pula tentara Sekutu melakukan serangan yang ditujukan kepada Kantor Pusat PTT. Kantor Pusat PTT dihujani peluru, tekidanto, mortir dan meriam.

image

Korban mulai berjatuhan, situasi Bandung Utara semakin membahayakan keselamatan Jawatan PTT RI, sehingga Kepala Pusat PTT dan Panglima Laskar AMPTT tidak dapat bertahan terus di Gedung Kantor Pusat PTT. Mas Soeharto bersama stafnya pindah ke Kantor Pos dan Telegrap Besar Bandung.

Dari Kantor Pos dan Telegrap inilah Mas Soeharto menjalankan tugas dan terus mengadakan hubungan dengan Kantor PTT di Daerah khususnya Jakarta dan Yogjakarta. Tanggal 24 Maret 1946 Bandung menjadi lautan api

image

Kepala Kantor Pusat PTT  Mas Soeharto dan Wakilnya Dijar R, hijrah ke Yogjakarta tempat pusat Pemerintahan Republik Indonesia. Kantor  PTT Yogjakarta berkedudukan di Jl. Gemblakan no.47, disitu pula Mas Soeharto dan keluarganya tinggal. Jawatan PTT yang dihadapi Mas Soeharto di masa perjuangan sama sekali tidak mudah. Bagian-bagian yang ketika itu disebut Urusan, terpencar di beberapa tempat di Yogjakarta, sehingga mempunyai makna tersendiri yang sulit dihancurkan oleh pihak musuh.

Banyak pegawai PTT dan keluarganya yang menderita di tempat yang baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan kenyataan yang mereka alami, sangat berat penderitaan pegwai PTT pada jaman itu.

Selama Kepemimpinan Mas Soeharto pada jaman perang Kemerdekaan Indonesia, PTT mempunyai peranan yang sangat vital bagi bangsa dan negara, disamping bekerja sebagai penghubung, juga menyatukan keluarga yang terpisah karena perang. PTT turut serta berperan pengiriman uang mata ORI (Oeang Republik Indonesia) yang menunjukan Kedaulatan RI. Dinas kurir PTT membawa uang ORI antara Yogjakarta ke daerah-daerah kantong Pertahanan Pejuang Republik Indonesia khususnya ke daerah Jawa Barat.

Meskipun banyak peralatan kerja maupun perangkat di Kantor Pusat PTT Bandung, para pegawai PTT bahu membahu membangun pemancar Radio di Yogja, Solo, Delanggu, dan Tawangmangu agar bisa berhubungan dengan pemancar PTT di Bukit Tinggi dan luar negeri. Sebagai cadangan untuk mengantisipasi serangan musuh dibangun pula stasiun radio di Sarangan, Magetan, Pacitan dan tempat strategis lainnya.

Dengan surat Keputusan Staf Gabungan Angkatan Perang tanggal 24agustus 1947, Mas Soeharto ditetapkan sebagai Penasehat Staf Gabungan Angkatan Perang RI, Bagian Perhubungan.  Rumah Kediaman Mas Soeharto menjadi tempat Markas Berita Nasional yang dibuka siang malam, ketika Presiden Soekarno memberi perintah penghentian tembak menembak sesudah agresi I Belanda.

Di kediamannya Mas Soeharto juga mendirikan Radio Broadcast untuk pngiriman berita morce melalui relay Tawangmangu ke New Delhi dan Sydney, tempat Republik Indonesia memiliki perwakilan, selain mengirim berita Republik Indonesia, mengirim pula hasil Komisi tiga Negara di Kaliurang sewaktu Perundingan Renville.

Dalam perundingan itu Kepala PTT RI mengirim nota yang memuat usulan tentang masalah mengenai perhubungan PTT antara lain diterangkan betapa pentingnya perhubungan kembali antara PTT daerah Republik Indonesia dengan PTT Belanda di Jawa dan Madura, serta antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Selanjutnya nota itu juga memuat usul tentang  corridor mana yang perlu dibuka dan pebatasan lalu-lintas PTT RI. Belanda merasa lebih kuat dengan pendudukan seluas 80 % dari Indonesia, tidak mau menerima usul PTT RI, perundingan itu tidak membuahkan hasil. Selama perundingan Renville, PTT RI memberi pelayanan yang baik dalam penyelenggaraan hubungan antara Yogjakarta dengan kapal Renville melalui telegrap radio Stasiun Ngadinegaran, Gading Yogjakrata.

image

Untuk memantapkan hubungan itu, Kapten Kapal Renville memberi sumbangan Radio Pemancar Mobile kepada PTT RI dan ditempatkan di kediaman Mas Soeharto, sehingga ada hubungan langsung antara Pemancar Kapal Renville dengan Pemancar Mobile yang ada di kediaman  Mas Soeharto. Pemancar inilah yang kemudian menimbulkan musibah bagi keluarga Mas Soeharto, dituduh Belanda mempergunakan untuk kepentingan para Grilyawan Pejuang RI di luar Yogjakarta.

Pada tanggal 19 Desember 1948 Ibu Kota RI Yogjakarta diserbu tentara Belanda.Jam 10.00 pagi Pemerintah menghendaki hubungan dengan Bukit Tinggi. Berita inilah yang terakhir dikirim oleh Pemancar di Gemblakan no. 47 setelah itu Mas Soeharto mengunci ruangan Pemancar. Mas Soeharto tetap berada di posnya, tidak mengunsi keluar kota, tetapi Mas Soeharto tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Beberapa hari kemudian, datang Kepala Kantor Pos dan Telegrap Klaten, RS Brontoatmodjo yang sudah membumi hanguskan kantornya, beliau bermaksud menyerahkan uang kas kantor, Namun Mas Soeharto berjiwa besar tidak mau menerima uang kas yang dimaksud dan menyarankan untuk digunakan dalam perjuangan di pedalaman melawan Belanda.

Tanggal 17 Januari 1949 tiba malamnya menjelang tanggal 18 Januari 1949 tempat kediaman Mas Soeharto di kepung tentara Belanda dari pasukan MID yang dipimpin Letnan Kremes. Mereka masuk kedalam rumah dan melakukan penggeledahan, ketika itu Mas Soeharto kesehatannya terganggu, sedang Ny Mas Soeharto sedang menyetrika pakaian, semua penghuni rumah menghadap tembok dan diperintahkan mengangkat tangan keatas mereka tidak boleh bergerak.

Mas Soeharto dibawa ke ruang pemancar dan disiksa dan Ny Mas Soeharto mendengar suara gledukbok tanda kekejaman Tentara Belanda. Mas Soeharto dituduh Belanda bahwa Ia menggunakan Pemancar pemberian Belanda untuk membantu Gerilyawan Pejuang RI sejak tanggal 19 Desember 1948.

image

 Terdorong oleh cinta kasihnya kepada Mas Soeharto, Ny Soeharto pergi ke penjara Wirogunan, dengan dalih hendak mengantar pakaian tetapi Ny Mas Soeharto tidak menemukan suaminya. Ny Mas Soeharto mendatangi Markas Belanda di Ngupasan dan tempat tinggal Komandan TIJGER BRIGADE Belanda untuk mendapatkan keberadaan Mas Soeharto suaminya, namun Komandan TIJGER BRIGADE Belanda, Mayor Vosveld yang terkenal buruk peringainya tidak berhasil ditemuinya.

Selang dua hari setelah penculikan Ny Mas Soeharto didatangi oleh Pasukan dari MID Belanda yang memberitahukan bahwa Mas Soeharto ketika diangkut malam itu meloncat dari mobil Jeep dan melarikan diri, sudah diusahakan mencarinya tetapi tidak berhasil.

Ny Mas Soeharto tidak percaya begitu saja keterangan pihak Belanda, sesuatu yang tidak masuk akal karena Mas Soeharto dalam kedaan sakit tidak mungkin bisa melarikan diri.Berita tentang penculikan dan hilangnya Mas Soeharto segera menyebar di Yogjakarta dan dan daeranh lainnya.Semua merasa prihatin terutama pegawai PTT dan para grilyawan Pejuang RI.

Mas Soeharto telah mengorbankan segala galanya. Manusia pada umumnya mendapat penghormatan terakhir di rumah dukanya, tetapi Mas Soeharto tidak lagi ditemukan jasadnya, namun Mas Soeharto merupakan Pahlawan PTT yang besar, yang diratapi seluruh anak buahnya termasuk Pejabat Instansi Pemerintah RI.

Untuk mengenang Direktur PTT Perjuangan, Mas Soeharto, bertepatan hari ulang tahun PTT ke X tanggal 27 September 1955 diterbitkan prangko seri Mas Soeharto yang terdiri dari pecahan 15, 35,50,75 sen.

Pada Tanggal 27 September 1962, hari ulang tahun PTT ke 17 diadakan upacara penyerahan Bintang Maha Putra Tingkat III kepada almarhum Mas Soeharto.

Sumber : Buku Tokoh-Tokoh Sejarah Perjuangan dan Pembangunan  POS & Telekomunikasi  di Indonesia 1985

Mengenang Perjuangan Mas Soeharto dan Dijar R sebagai Kepala Pusat Pos, Telegrap, Telepon (PTT) Indonesia Pertama Menghadapi Tentara Belanda, Tentara Jepang dan Tentara Sekutu Inggeris (bagian–2)

DIJAR R, dilahirkan di Kediri tanggal 10 April 1901, seudah menamatkan sekolah MULO dengan mata pelajaran Bahasa Perancis, Dijar R mengikuti kursus Komis (1920) dan tanggal 28 Juli 1920 masuk menjadi pegawai PTT. Dijar R  mempersunting Raden Roro Soendari dan dikurnia 5 orang anak, 4 perempuan dan 1 lelaki. foto didjar r

Selanjutnya Dijar R mendapat kesempatan mengikuti kursus Kontrolir (1922) sebagai seorang pribumi dan tamat mendapat pangkat Kontrolir ketiga,setelah naik pangkat menjadi  Kontrolir Dijar R menjabat sebagai kepala Kantor Pos & Telegrap Bondowso Jatim, tahun 1932 Kepala Kantor Pos Muara Enim, tahun 1934 Kepala Kantor Pos Wonosobo. Dijar R adalah seorang Nasionalis dan memiliki rasa Kebangsaan yang tinggi, Tahun 1945, Dijar R menjabat sebagai Deputy Kepala Urusan Pos. Ketika itu Bala tentara Jepang memberi penghargaan bintang “Gunzei Hoosisyoo Otsu Kozim Dai Ni Go” lambang kebaktian kepada Pemerintah Balatentara Jepang.

Pada tanggal 27 September 1945 ketika Kantor Pusat PTT berhasil direbut oleh AMPTT dari tangan Jepang Dijar R, diangkat menjadi Wakil Kepala Pusat jawatan PTT RI.Ketika situasi kemanan di Bandung setelah menjadi Lautan api, Dijar R mengungsi ke Yogjakarta bersama Dijar R dan berkantor di Jl.Gemblakan No.47, Selama perang berlangsung Dijar R menjabat Kepala Urusan Eksploitasi Pos & Telegrap Kantor PTT Yogjakarta.

Ketika Yogjakarta diduduki oleh Belanda Dijar R yang nasionalis tetap bekerja dan bertahan tidak mau bekerja sama dengan pihak Belanda. Dijar R ditangkap oleh pasukan I.V.G Belanda (Inlichtingen Voor Gezochten) setelah Mas Soeharto diculik tanggal 17 januari 1949. Tanggal 1 Juli 1949 Tentara pendudukan Belanda meninggalkan Yogjakarta dan Pemerintahan RI dipulihkan kembali. Dijar R yang menjadi pejabat Kepala Jawatan PTT RI. Dengan dibentuknya Negara Republik Indonesia Serikat, pada Pimpinan Jawatan PTT, Dijar R menjabat sebagai kepala Bedrijf (Perusahaan ) Pos. Nama Jawatan ini pada awal Januari 1954 berubah menjadi Kepala Perusahaan Pos.

Dijar R  seorang redaktur yang baik, ketika itu Jawatan PTT menerbitkan sebuah majalah bernama “ Majalah PTT Republik Indonesia”, Mengenang ulang tahun PTT ke 6, Dijar R berkatalah dalam pidatonya sebagai berikut :

Saudara-saudara teman sekerja PTT di seluruh Indonesia, para pendengar yang budiman”

Selamat malam, merdeka!

image

Tadi siang jam 12.00 adalah tepat 6 tahun yang lalu bahwa Kantor Pusat PTT terjadi suatu peristiwa yang mengandung arti yang penting bagi Negara Republik Indonesia dan pegawai PTT pada umumnya.Saat ini merupakan saat yang menentukan arah kehidupan kita, sebelumnya banyak yang biasa bekerja dengan keyakinan bahwa segala jerih payah yang dicurahkan adalah untuk kesejahteraan tanah air dan rakyat, namun, banyak yang mengikuti arus kehidupan tanpa memperhatikan arti dijajah dan arti merdeka dengan segala akibatnya.

Saudara-saudara para pendengar, kata-kata itu saya ucapkan disini karena pada saat itu walaupun Kemerdekaan telah diproklamirkan, suasana masih dalam keadaan kegelapan.Arus revolusi mulai menggolora, sedangkan kekuasaan asing dengan segala perwsenjataanya masih lengkap di negeri kita.Apabila mereka memandang perlu, mereka dapat meniadakan maksud-maksud kita dengan persenjataan mereka.

Prajurit-prajurit PETA sudah hampir seluruhnya dilucuti senjatanya, oleh karena itu saat itu merupakan detik yang berbahaya yang mungkin dapat mengakibatkan bahaya maut bagi mereka yang turut dalam perbutan kekuasaan. Disamping hati rasa berdebar-debar karena sangat ingin selekas mungkin memiliki kekuasaan dalam urusan kita sendiri.Pada saat itupun kita merasa gemetar karena menginsafi segala akibat dari tindakan kita.

Seandainya usaha perebutan kekuasaan itu akan terbentur pada sikap yang menolak daripihak yang berkuasa, sudah tentu hal itu akan berakibat pertumpahan darah dan perbuatan-perbuatan kejam yang tidak ada taranya sehingga usaha kita mungkin akan gagal oleh karenanya.Itu sebabnya saya tadi mengatakan, bahwa saat itu merupakan saat yang menentukan nasib kita seterusnya.

Saudara-saudara pendengar yang terhormat, Rupanya sudah menjadi kehendak alam dan kurnia pula dari Tuhan Yang Maha Esa bahwa perebutan kekuasaan itu dapat berjalan dengan selamat walaupun jalannya telah melalui pula rupa-rupa kesulitan dan rintangan yang tidak sedikit. Demikianlah seperti saya katakan tadi bahwa naungan Tuhan Seru Sekalian Alam, didukung oleh ketetapan hati dan semangat pemuda-pemuda kita yang bergelora dan mengingat pual akan arti Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 dan jam 12.00 siang tanggal 27 September 1945 kekuasaan atas Jawatan PTT telah direbut dari tangan Jepang.

Pada peringatan ini tidak perlu kiranya saya menceritakan dengan kata-kata banyak bagaimana caranya perebutan kekuasaan itu dilangsungkan karena hal-hal ini sudah sering dikisahkan pada waktu peringatan yang lalu, yang telah berlangsung lima kali itu.Kita tida ingin dan tidak merasa perlu juga membentangkan hal-hal mengenai sifat-sifat kepahlawanan yang dimiliki pemuda-pemuda kita dan pegawai-pegawai lainnya.Sebab telah terbukti bahwa kendati ada bahaya yang mengancam seluruh urusan PTT dengan segala kantornya pada saat itu telah jatuh ketangan kita.

Sungguh demikian pada waktu menyampaikan pidato ini, saya minta dengan hormat kepada saudara-saudara teman sekerja di seluruh Indonesia untuk selama beberapa detik mengheningkan cipta bagi para korban kita yang sejak itu telah jatuh dan hilang dalam melakukan kewajibannya, diantaranya saya sebut disini teman dan bapak para pegawai, Mas Soeharto yang karena keteguhannya dan ketabahan hatinya tanggal 18 Januari 1949 jam 2.00 malam telah dipaksa meninggalkan keluarganya dan kita, mungkin untuk selamanya. Tuhan dan mereka yang menculiknya sajalah yang tahu bagaimana nasib Sdr. Mas Soeharto itu.

Saudara-saudara pendengar yang budiman, lima tahun lamanya kita bekerja dalam suasana perjuangan. Banyak sudah yang kita alami selama masa perjuangan itu.Banyak kegembiraan dan banyak pula kesedihan. Pertentangan dan persatuan silih berganti meliputi suasana perhubungan kita satu sama lain.Rupanya dalam kehidupan suatu bangsa dari zaman purbakala sampai sekarang, gejala-gejala yang demikian selalu melekat pada kehidupan rohani manusia. Oleh karena itu dalam sejarah kita membaca tentang naik turunnya kehidupan bangsa-bangsa.

Ada zaman kebesaran dan ada zaman keruntuhan.Sesuatu bangsa menghadapi keruntuhannya apabila individualis atau kepribadian bangsa itu sudah mulai turun. Bangsa kita sendiri pun dalam puluhan abad yang lalu telah mengalami keadaan yang demikian itu. Hendaknya itu menjadi cermin bagi kita sekarang dimana masyarakat kita pun menunjukan tanda-tanda keretakan serupa itu.

Saudara-saudara pendengar,lebih dari setahun telah sejak kemerdekaan kita telah capai, banyak kesulitan yang harus masih diatasi, kita mengetahui itu semua. Banyak warisan yang tidak enak sifatnya harus kita terima dan kita pelihara untuk dijadikan bahan yang baik dan berguna kembali. Kita tahu bahwa itu berat akan tetapi semua itu adalah konsekuensi dari masa yang lalu. Karena itu janganlah kita segan-segan menghadapinya dan memakainya sebagai modal pembangunan.

Mengingat itu semua ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk mau melihat segala sesuatu yang kita alami dan hadapi waktu yang masih serba sulit ini dengan penglihatan yang terang dan mengatasinya dengan kemauan yang tetap. Yang kita idam-idamkan sejak dahulu ialah masa yang makmur dan adil. Apabila kita mau melihat keadaan yang sekarang ini dengan segala kesulitan dan kekurangannya itu dengan hati yang tulus, kemakmuran itu bukanlah generasi sekarang ini yang akan mengecapnya, akan tetapi generasi yang akan datang, dalam arti kalau kita generasi yang sekarang ini sungguh-sungguh mau dan ihlas berusaha menuju ke arah itu.

Dalam masa sekarang tersimpul juga masa depan, karena itu apa yang akan dirasakan oleh generasi yang akan datang, makmur tidaknya tergantung dari sikap dan tindakan kita sekarang ini. Dilihat dari sudut itu saja saya menyeruhkan hendaknya saudara-saudara selalu tabah menghadapi segala kesulitan yang ada sekarang ini. Lenyapkanlah segala pertentangan kalau masih ada. Serikat Buruh kita harus bersatu kembali, sungguh ini bukan soal sulit, asal saudara mau saling mengerti dan ridho.Pokok pikiran saudara harus mengarah kepada keselamatan Negara dan bukan mempersoalkan siapa yang menang>Yang menang bisa berarti kalah dan salah, apabila kemenangan itu justru menimbulkan perpecahan. Sebelum saya mengakhiri uraian saya ini, marilah kita sejenak meninjau Jawatan kita agar saudara-saudara lebih banyak menginsafi kedudukan saudara sebagai pegawai PTT.

Jawatan kita adalah Jawatan yang banyak bersangkutan dan melayani kepentingan dari segala lapisan. Lapangan pekerjaan kita tidak terbatas pada garis-garis lingkaran negeri kita sendiri, akan tetapi boleh dikatakan meliputi seluruh dunia, ambilah misalnya pengantar Pos atau pengantar telegram, Ia tidak saja melayani umum di negeri ini akan tetapi sebenarnya langsung melayani umum di lain negeri.Seseorang yang berumah di Inggeris atau Rusia, kepentingannya banyak tergantung pula langsung kepada kecermatan pekerjaan pegawai-pegawai kita di sini.Begitupun sebaliknya kalau orang-orang di sini mengirimkan apa-apa ke tem[at luar negeri di manapun letaknya.Kepentingan mereka langsung tergantung kepada kecermatan kerja pegawai-pegawai PTT yang ada di negeri itu.

Dengan sangat majunya nilai alat-alat telekomunikasi sejak akhir perang dunia kedua, pertukaran berita antara orang-orang dan badan-badan di Negeri di dunia ini sudah sedemikian cepatnya, sehingga dallam beberapa detik ataupun menit saja, berita-berita telegram atau pun telepon sudah dapat sampai kepada alamatnya. Perhubungan melalui udara dengan kapal terbang yang bersifat interlokal, interinsuler sudah sedemikian ramainya, sehingga dunia seakan-akan seudah menjadi kecil.

Negeri-negeri sedunia sudah saling menjadi tetangga atau sama lain hingga sukarlah untuk mengingkari bahwa apa yang terjadi di suatu negeri , baik buruknya tidak diketahui oleh negeri tetangganya, di manapun letaknya.Keadaan yang bobrok dan kacau di suatu negeri akan dirasakan pula pengaruhnya di lain-lain negeri, sehingga sudah seharusnyalah kalau negeri-negeri di seluruh dunia harus bantu-membantu supaya keadaan tingkatan hidup di semua negeri itu mencapai nilai yang sama sedapat-dapatnya.

Berhubung dengan ini Saudara-saudara pendengar sekalian, pelayan atau service yang harus diberikan pegawai-pegawai kita di seluruh Jawatan PTT, terutama mereka di kantor-kantor yang erat perhubungannya dengan kepentingan umum, harus sama nilainya dengan pelayanan yang baik di lain negeri itu.Ke jurusan inilah kita semua harus berusaha mencapainya agar supaya tidak saja umum disini, tetapi umum di lain negeri dapat memberi penghargaan yang selayaknya kepada pekerjaaan kita untuk menjunjung tinggi martabat Negara kita.

Sekian Saudara-saudara, hendaknya semangat persatuan dan tekat yang teguh yang saudara-saudara tunjukan pada 27 September 1945 juga Saudara-saudara perlihatkan dan buktikan lagi pada masa yang serba sulit ini agar supaya segala korban dan jiwa yang telah jatuh tidak menjadi sia-sia belaka.

Terima kasih, selamat malam dan Merdeka!

Itulah pidato seorang pemimpin yang mempunyai sikap kebapakan, Pidatonya mengandung hal-hal yang mendasar yang prinsifal dan filsafi. Dijar R berkata kepada generasinya dan sekaligus kepada penerusnya.

Kita hidup jangan asal hidup, kita perlu memiliki pandangan hidup, hidup kita harus terencana dan punya tujuan.Bila ada hambatan di tengah jalan, kita harus berusaha memecahkannya. Kita harus dapat memanfaatkan yang ada sebaik-baiknya untuk meningkat lebih lanjut.

Pandangan Dijar R tepat mengenai masanya dan masa yang akan datang, beliau melihatnya dari kacamata sejarah, Kita harus belajar dari sejarah yang bisa berulang. Di masa lampau berada pada masa sekarang, dan masa kini berada pada masa  yang akan datang. Sekali lagi Dijar R menyeruhlan persatuan dan kesatuan. Kita harus memperlihatkan nilai-nilai sesama dan nilai-nilai kebersamaan dalam hidup ini. Keselamatan Negara adalah hukum yang tertinggi.

Akhirnya kita diajak memberi pelayanan dalam perhubungan Nasional dan Internasional dengan kualitas baik seperti yang dapat diberikan oleh Negara lain. Ketidakberesan dalam pelayanan umu di suatu Negara akan terasa akibatnya-akibantnya pada Negara lain yang berhubungan.

Dijar R tanggal 27 September 1954 sampai dengan 22 Oktober 1954 untuk mengunjungi India. Tahun 1956 Dijar R pensiun dengan masa dinas 36 tahun.

Dijar R pada tanggal 27 September 1976 jam 8,30 pagi menerima penghargaan Satyalancana Perjuangan Kemerdekaan, Dijar R meninggal tanggal 25 Juli 1979.

Dharma baktimu untuk Perusahaan dan Negara semoga amal ibadahnya dalam perjuangan mempertahankan eksistensi Perusahaan PTT dan  Negara Republik Indoneia diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, amin.

    

 

 

 

Sumber Tulisan : Buku Tokoh-Tokoh Sejarah Perjuangan dan Pembangunan POS & telekomunikasi di Indonesia 1985

YBJ6 & YBJ9 Pemancar Milik PTT Sangat Berjasa Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Melawan Belanda (bagian 2)

daeng sjaffioedinDaeng S. Ardiwinata dilahirkan tanggal 8 Juni 1917 di Sintang, Pendidikan Tehnische Vakschool (Kejuruan Teknik) dan mengikuti Kursus Electro di Bandung, diterima menjadi pegawai PTT tahun 1938. DS Ardiwinata memiliki pemikiran perspektif ketika melihat ada gejala-gejala bahwa Belanda akan melakukan agresi militer untuk menghancurkan pertahanan Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ia mulai mempersiapkan dan menempatkan pemencar Radio cadangan di Bukit Tinggi.Pemancar-pemancar tidak lagi ditempatkan terpusat tetapi sudah mulai dipencarkan.Bila Stasiun Pemancar di Garegeh dihancurkan musuh, tidak terjadi kesenjangan dalam perhubungan radio.

Pemancar-pemancar yang disiapkan antara lain YBJ6 dan YBJ9. Tanggal 20 Juli 1947 Belanda melakukan agresi militer 1, namun agresi ini terhenti karena ada perintah pengehentian tembak-menembak tanggal 4 Agustus 1947. Garis demokrasi ditetapkan 6 km dari Padang, namun masa damai untuk melakukan Perundingan Renville, hanya berlaku sampai tanggal 18 Desember 1948.Keseokan harinya tanggal 19 Desember 1948 Belanda melancarkan agresi militer II di Sumatera Barat dengan melakukan pemboman kepada instalasi-instalasi PTT dan militer yang penting di Bukit Tinggi dan mendaratkan pasukan amphibi di danau Singkarak untuk meneruskan serbuannya melalui Padang Panjang ke Bukit Tinggi.

perjuangan PTT02

Daeng S Ardiwinata yang bertempat tinggal di Garegeh sesuai dengan rencana mengungsikan keluarganya ke Halaban sambil memimpin pengangkutan pemancar YBJ6 dan YBJ9 dalam sebuah truck. Ketika itu telah dibentuk BADAN PENYINGKIRAN POS, TELEGRAP DAN TELEPON (Bagian Teknik Sumatera Tengah).

Badan penyingkiran PTT berangkat dari Bukit Tinggi pada hari Minggu tengah malam 19 Desember 1948 menuju Halaban, tiba di Halaban 20 Desember 1948. Sore harinya jam 18.00 berangkat menghadap Kepala  Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Mr. Sjafrudin Prawiranegara Ketua Komisariat TM Hasan.

Kedatangan rombongan PTT yang membawa pemancar radio yang dapat digunakan untuk perhubungan telegrafi dan teleponi serta siaran diterima dengan baik. Berhubung tempat itu sudah ada dua pemancar masing-masing dari Komando Sumatera dan dari AURI, sehingga diputuskan supaya pemancar-pemancar milik PTT dioperasikan di Pauh Tinggi, kira-kira 8 km dari Halaban.

Hari Selasa tanggal 21 Desember 1948 pagi rombongan PTT berangkat menuju Pauh Tinggi dan sorenya YBJ6 (Telegrafi) sudah dapat berhubungan dengan Kantor-Kantor Tarutung, Pekanbaru, Jambi, dan malam hari Djaridjis dan P.Reinhart berangkat ke Bukit Tinggi. Setiba di Bt. Tabit 7 km sebelum Payakumbuh, berpapasan dengan rombongan dari Bukit Tinggi, terdapat Normatias Kepala Biro Umum  yang memberi tahu bahwa musuh sudah ada di Padangpanjang dan malam itu juga akan memasuki kota Bukit Tinggi.

Hari Rabu tanggal 22 desember 1948 diperoleh berita bahwa musuh sudah sampai di Baso. Pada sore harinya DS Ardiwinata menerima perintah dari PDRI supaya bersiap untuk berangkat malam bersama PDRI ke Bangkinang. Karena pemancar YBJ6 dan YBJ9 bukan termasuk pemancar yang dapat dijinjing begitu saja, sebab berukuran besar dan berat.

Setelah diadakan mufakat dengan Ketua Penghubung Masyarakat, hari minggu tanggal 26 Desember 1948 jam 24.00 pemancar-pemancar dipindahkan ke sutau tempat yang jaraknya 2 km dari jalan besar. Begitu Generator dijalankan pemancar YBJ6 mengudara dan langsung kontak dengan pemancar lainnya.

Hari selasa tanggal 28 Desember 1948 datang Letkol Mr. Nazarudin anggota staf PDRI dari Bangkinang yang bermaksud membawa sebagian rombongan dengan pemancar YBJ9 ke Bangkinang. Hari Kamis tanggal 30 Desember 1948 rombongan YBJ6 sudah berada di Pakan Rabaa dan hari Jumat, Djaridjis dan Ilham sampai di Taram, 7 km sebelah utara kota Payakumbuh, untuk mengamati jalan yang akan disebrangi ke Tanjungpati.Setiba di Taram diperoleh berita bahwa hari Kamis malam ada iringan sebanyak 23 kendaraan yang menuju Bangkinang.

Hasil pengamatan ini segera diberitahukan kepada Mr.Nazarudin yang menganggap bahwa perjalanan berbahaya sekali jika diteruskan waktu itu, sehingga perlu diundur, namum akhirnya diputuskan untuk membatalkan perjalanan tersebut karena situasinya tidak aman karena Tentara Belanda mondar mandir pada rute tersebut.

Hari Sabtu tanggal 1 Januari 1949 YBJ6 dan YBJ9 dibawa kembali ke Lintau. Hari Minggu tanggal 9 Januari 1949 datang dari sungai Dareh, Mayor Arsjad memberitahukan tentang tidak mungkinnya membawa pemancar melalui hutan berhubung Sijunjung telah diduduki tentara Belanda. Pada hari Kamis tanggal 3 Pebruari 1949, Tentara Belanda melakukan penyerbuan ke Halaban, berhubung peristiwa tersebut pemancar dibawa ke tempat lebih aman.

perjuangan PTT03

Pada tanggal 20 Pebruari 1949, pemancar YBJ6 dipindahkan ke sebrang sungai Sinamar dan ditempat itulah Pemancar YBJ6 beroperasi perhubungan telegrap dan telefoni. Dalam perjuangan Kemerdekaan ini terjadi penggabungan kekuatan untuk penyelenggaraan perhubungan jarak jauh yang dibina antara PTT dengan Komandemen dan Divisi.Pada rapat bersama tanggal 28 Januari 1949 yang diadakan Kepala Staf Umum Angkatan Udara, Letkol Soejono, dimana DS Ardiwinata ditunjuk menjadi Ketua I, M.Joenoes Ketua II dan Suadi Ketua III dalam Badan Perhubungan.

Dari Halaban DS Ardiwinata megikuti perjuangan YBJ6 berdasarkan laporan yang diterima melalui kurir dan memberi Instruksi dimana melalui kurir pula.Ketika Djaridjis akan ditarik ke Puat PTT di Lubuksikaping, Ia menetepkan susunan Team YBJ6 mulai 1 Juni 1949 sebagai berikut:

  • A. Taher Rauf               > Kepala Stasiun Radio YBJ6
  • Ilham Rasyid               > Technical
  • Kamal                         > Motoris
  • Adjas Baheram             > Kepala Perhubungan
  • M. Hosen                     > Operator
  • Aladin                         > Operator

Pada bulan Oktober 1949, ketika perintah  tembak menembak sudah dihentikan dan perundingan antara Belanda dan Indonesia diadakan untuk mengakhiri pertikaian. Kepala Teknik PTT Daerah Sumatera Tengah itu memerintahkan Taher Rauf supaya memindahkan Pemancar YBJ6 dari Sumpurkudus kembali ke Halaban.Ketika itu pengangkutan YBJ6 dengan segala peralatannya mengalami kesulitan untuk mendapatkan bantuan tenaga sukarela karena perang dianggap selesai.Beruntung DS Ardiwinata mempunyai dana f1.000 Gulden yang berasal dari PDRI dan berhasil dapat ditukarkan di Bukit Tinggi.

Pada tanggal 22 Nopember 1949 DS Ardiwinata menerima Instruksi dari Wakil Ketua Cabang Pusat PTTRI untuk mempersipakan kembali PTTRI di Bukit Tinggi.Dalam Instruksi tersebut akan dioper Pemancar PTT Belanda  dan mengadakan perhubungan kembali dengan Yogjakarta, Kotaraja dsbnya. Meski demikian karena Djaridjis lebih dahulu berada di Bukit Tinggi, maka dikuasakan oleh Wakil Ketua Pusat PTTRI Cabang Sumatera.

Setelah normal maka DS Ardiwinata menjabat kembali Kepala Daerah Telekomunikasi Daerah Sumatera Tengah yang berkedudukan di padang.Dalam Kedududkannya sebagai Kepala telekomunikasi Ia dianggap penting, sehubungan dengan itu harus meninggalkan kota Padang atas perintah PRRI.Begitu pula pegawai lainnya yang berpangkat Komis ke atas. DS Ardiwinata bersama kelurganya mengungsi ke Bukit Tinggi terus ke Kota Djamba. Ketika itu datanglah anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Jakarta untuk membentuk pemerintah RI kembali. Dalam misi tersebut terdapat pejabat PTT Kantor Pusat Abdoesoeki dan AM Hardigaluh mencari-cari Pegawai PTT, namun yang dapat dijumpai seorang Pegawai PTT dari Jakarta yang lagi cuti di Bukit Tinggi.

Hanya Aladin yang dapat dimanfaatkan dan ditunjuk sebagai Pengawas Kantor Telepon dan Ny Ratna sebagai Pengawas Kantor Pos. Tugas mereka adalah untuk menampung kembali Pegawai PTT yang melaporkan diri.Di samping itu, Aladin bersama Kapten Soetipto dari Divis Brawijaya berhasil memperbaiki instalasi Kantor Telepon Bukit Tinggi yang hancur sehingga perhubungan lokal dapat dipulihkan.

Dalam kedudukannya itu Aladin berperan untuk menyelamatkan DS Ardiwinata dan keluarganya yang berada di Djamba yang masih diduduki oleh PRRI.Dari kurir bernama Muslim sebagai kurir DS Ardiwinata Ia mendapat berita bahwa DS Ardiwinata hendak berjumpa dengan Aladin.Pertemuan terlaksana di Rumah Sakit DR.Djamil di atas ngarai dimana DS Ardiwinata minta pertolongan agar diri dan keluarganya dapat dibebaskan dari daerah yang masih dikuasai PRRI.

Tugas Aladin untuk membebaskan DS Ardiwinata dan keluarganya amat berat dimana dihadapkan dengan maut jika ketahuan oleh PRRI. Ia segera memberitahu Kapten Soetjipto semasa bergerilya dengan YBJ6 menjadi anak buah Suardi yang menjabat Ketua III Badan Perhubungan. Soetjipto yang memandang DS Ardiwinata sebagai orang penting segera mengatur siasat. Kapten Soetjipto mengatur siasat pembebasan DS Ardiwinata tetapi tidak berhasil karena ketatnya penjagaan pihak PRRI yang masih mengusai daerah Djamba.

Sementara DS Arwinata yang dibawa lari ke hutan untuk dihabisi nyawanya berhasil diselamatkan oleh Muchtar Djafar, pegawai PTT yang semasa perang Kemerdekaan menjabat sebagai Camat di pedalaman. Dengan menyamar sebagai tukang minyak yang naik sepeda Ia dapat meloloskan diri dari daerah PRRI yang dijaga ketat melalui Matur, Maninjau, Lubukbaso, Pariaman, dan pantai laut menuju Padang dengan selamat.Selanjutnya Ny. DS Ardiwinata dan anaknya diantar oleh Ny Muchtar Djafar menyelundup ke Bukit Tinggi.

Atas pertolongan Kapten Soetjipto, Ny DS Ardiwinata dan anak-anaknya diikutkan dengan dengan konvoi menuju Padang dan bertemu kembali dengan DS Ardiwinata.

Tahun 1959 DS Ardiwinata dipindahkan ke Kantor Pusat PTT Bandung. Baru 3 bulan menjabat Kepala Bagian Teknik Perlengkapan DS Ardiwinata mendapat serangan jantung dan meninggal dan meninggal dunia. Betapa seorang pejuang PTT dan Kemerdekaan Indonesia telah pergi untuk selama-lamanya sesudah menunaikan tugas Negara dengan baik.

Pemerintah Republik Indonesia memberi penghargaan tanda jasa sebagai berikut :

  • Satyalancana Peringatan Perjoangan Kemerdekaan Indonesia
  • Satyalancana Karya Satya ( 9 September 1967).    

 

YBJ6 Pemancar Milik PTT Sangat Berjasa Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Melawan Belanda (bagian 1)

Pelaku Operator & Teknisi Pemancar YBJ6

 

foto adjas baheram

Adjas Baheram, lahir di Bukit Tinggi tanggal 29 Nopember 1924, Sekolah HIS, Mulo. Pada zaman Jepang (Nanko Keibetai) diangkat sebagai penjaga keamanan di Lapangan udara Tebing (1942-1943), Kemudian tanggal 1 Peberuari 1944 bekerja di Jawatan PTT dan mengikuti Tsusin Gakko (Sekolah Radio Telegrafis Jepang) di Bukit Tinggi

Sebagai lulusan Tsusin Gakko beliau sangat mahir mengetok Telegram di Kantor Telegrap Bukit Tinggi sebagai operator Radio.

Sejalan dengan perubahan status kota Bukit Tinggi menjadi ibu kota Propinsi Sumatera, menyusul pula kedatangan para pejabat tinggi baik sipil maupun militer dari Jawa.PTT Bukit Tinggi sendiri sudah lama mengalami perubahan dan kemajuan sejak zaman pendudukan Jepang, PTT Bukit Tinggi termasuk pusat PTT kawasan Sumatera.

Percakapan sehari-hari baik di warung kopi, kedai nasi, di tempat keramaian, bahwa Belanda akan melakukan persiapan agresi ke 2, terlebih setelah perundingan di Padang antara Indonesia dengan Belanda tidak membuahkan hasil. Tanggal 19 Desember 1948 sebagai biasa,  Adjas Baheran pagi itu masuk Kantor dengan tenang, beliau sama sekali tidak memiliki firasat apapun. Regu Dinas pagi yang bertugas di Kantor Telegrap Bukit Tinggi siap menghadapi perangkat masing-masing dan hubungan dengan stasiun di Sumatera dan Jawa segera dilakukan.

Begitu kontak perhubungan diperoleh dengan stasiun Radio PTT Yogjakarta serta merta PTT Bukit Tinggi diminta “Stanby” menyusul nota telegrap tertulis;

“Pagi ini waktu dini hari Lapangan Terbang Maguwo telah di bom oleh pihak Belanda, kita telah berada dalam keadaan perang, beritahu semua kantor PTT, selamat berjuang…..”

Kalimat terakhir itu belum sampai selesai, tiba-tiba pesawat Mustang Belanda menyerang pula Bukit Tinggi dan menjatuhkan bom pertama di lapangan terbang Gadut, Pemancar RRI, pemancar PTT, di Garegeh dan Tarok, Perhubungan Angkatan Darat dan Kantor Telegrap, Namun Tuhan Yang Maha Kuasa masih melindungi, beberapa roket yang ditujukan ke Kantor Telegrap Bukit Tinggi tidak mengenai sasaran.

image

Semua orang panik, betapa tidak, pagi yang amat tenang itu dikagetkan oleh sejumlah ledakan roket, bom dan sanapan mesin yang dimuntahkan dari pesawat P-51 Mustang. Suasana kota berubah kacau balau, karena semua orang mencari perlindungan untuk menyelamatkan diri.Rasa was-was mencekam para pegawai segera berhamburan, namun para operator radio telegrap masih bertugas namun ada perasaan ketakutan. Para operator masih sempat memberitahu kantor PTT lainnya bahwa Bukit Tinggi juga sudah di Bom, dan kemungkinan pemancar radio PTT tidak akan mengudara lagi sesuai jadwal.

Hingga jam 10,00 masih mengoperasikan perangkat Radio, kemudian datang serangan Pesawat Mustang Belanda untuk menjatuhkan bom yang kedua. Pada saat itulah para operator dan petugas teknik meninggalkan Kantor untuk menyelamatkan diri. Malam harinya beberapa regu teknik untuk mengeluarkan 1 set perangkat pemancar dari Stasiun Radio dan para operator radio mengikutinya, kemana? tanya mereka “ Destination Unknown!” jawaban yang terdengar. Para regu teknik & Operator tidak sempat lagi berpamitan dengan keluarga. Dengan berkendaraan 1 mobil truk dan satu mobil pick up barisan pegawai PTT mulai perjalanan untuk perang gerilya, dengan bersenjatakan 1 unit pemancar Radio dengan  nama call sign YBJ6 kemana tujuan dan berapa lama tidak ada yang tahu.

Meskipun sudah dikatakan bahwa tujuan belum diketahui, suatu perjuangan dengan bergerilya sudah direncanakan dengan memperhitungkan kekuatan yang dapat digunakan.Di atas mobil para pegawai PTT menerima instruksi dan bersiap-siap menghadapi segala kemunkinan.

Tanggal 20 Desember 1948 dini hari para pegawai PTT tiba di perkebunan the Halaban, 45 km dari Bukit Tinggi. Siang hari Stasiun Radio disiapkan dan menjelang sore hari Pemancar YBJ6 dapat berhubungan dengan kantor PTT yang lain. Sementara itu Belanda benar-benar meneruskan serbuannya ke Kota Bukit Tinggi dan Kota lainnya. Tentara Piet Hein ternyata diturunkan dengan pesawat amphibi di danau Singkarak, terus ke Padangpanjang dan dalam tempo dua hari Bukit Tinggi telah diduduki oleh Belanda.Hanya 2 hari Pemancar YBJ 6 bertahan di Halaban, menurut kurir yang datang bahwa Pemerintahan Sipil dan Militer sudah keluar kota.

Kurir tersebut mendapat perintah supaya Pemancar YBJ6 mencari hubungan dengan Pemerintahan Pusat yang berada di sebelah Tenggara Halaban. Berhubung Halaban merupakan perkebunan teh yang kemungkinan besar akan dikuasai kembali oleh Belanda, maka diputuskan oleh pemimpin rombongan untuk membongkar kembali Pemancar YBJ 6 untuk dipindahkan ke tempat yang aman.

Perjalanan diteruskan ke Lintau, kurang lebih 50 Km dari Kota Payakumbuh dan masih bisa ditempuh dengan kendaraan dan setelah itu berjalan kaki. Di Lintau Pemancar YBJ 6 dipasang kembali, pembagian tugas, penjagaan,dan segala sesuatu operasi diatur.

Adjas Baheram, mengkoordinir perhubungan Telegrap dengan beberapa Kantor PTT di Sumatera yang tidak teratur lagi. Pada hari pertama tidak dirasakan adanya perang, para operator radio bekerja secara rutin seperti biasa, dan diadakan pertukaran berita mengenai situasi front dan Instruksi Pemerintah Pusat di Sumatera yang berada di Bidar Alam, sebelah Selatan Muaralabuh. Disiarkan pula warta berita dengan merelay siaran RI yang masih utuh, siaran dengan pemancar di Jawa dan Pemancar Bung Tomo. Ketika itu sesuai berita yang diterima bahwa Yogjakarta telah jatuh kembali ke tangan Belanda, Namun demikian Panglima Besar Jenderal Soedirman dan pengikutnya bergerlya di pedalaman. RVD Belanda melakukan propaganda bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak ada lagi, karena Presiden Soekarno beserta Kabinetnya sudah ditawan Belanda.

Berkumandanglah melalui alat komunikasi yang ada dibawah kekuasaan Republik Indonesia melalui Pemancar PTTR YBJ6, bahwa Pemerintah Darurat Republik Indonesia disingkat PDRI  telah terbentuk di Sumatera, di tengah hutan belantara dan sempat pula Pemancar JBJ6 pada saat itu diubah menjadi Pemancar siaran untuk menangkal propaganda Belanda. Pemancar YBJ6 menjadi pemancar resmi PDRI yang menyalurkan segala instruksi dan perintah di samping pekerjaan rutin sebagai PTTRRI, yang bertugas menembus blokade perhubungan (termasuk telekomunikasi).

Pemnacar YBJ 6 type lab Zender  berkekuatan 160 Watt dengan frequensi 9075 kc dapat menjangkau India dan negara-negara sekitarnya. Ketika itu Adjas Baheram bertugas sebagai Kepala Perhubungan yang membawahi operator Radio antara lain M.Hosen dan aladin. Tim YBJ6 bergotong royong untuk menyelamatkan pemancar.Tindakan ini terpaksa diambil lantaran Belanda sudah mencari pemancar yang dimaksud.

Dalam keadaan letih Tim YBJ6 tiba di tengah Padang, yang masuk wilayah Lintau-Buo. Berkat bantuan penduduk pemancar yang beratnya 700 kg berhasil dipindahkan dengan selamat.Setiba di tempat yang dituju, tanpa istirahat Pemancar YBJ6 langsung diinstalasi.Pemancar dihidupkan antena direntangkan antara dua pohon kelapa. Pada saat itu Stasiun Pemancar lawan muncul memberi panggilan“ Zcw, zok dimana kini?” tanya Stasiun Pemancar Setelah berminglawan, jawaban operator YBJ6, biasa di tempat…” Perjuangan mulai serius kalau sebelumnya terasa seperti pergi rekreasi , tetapi seperti keberadaan terasa was-was disergap pasukan Belanda. Adjas Baheram yang merangkap sebagai juru masak harus menyiapkan makanan untuk tim sebanyak 15 orang.Berhubung perbekalan makanan juga menjadi masalah, maka pagi harinya jika Pemancar tidak operasi berusaha minta bantuan penduduk, sedang pesawat Mustang Belanda meraung-raung di udara mencari sasaran.

Akhirnya jerih payah Tim Pemancar YBJ6 menghasilkan sesuatu yang lama ditunggu-tunggu setelah berapa lama mengirim panggilan,

to chief of vwx2

rri ybtl

pse be so kind observe our x-mitters ybj6 rpt ybj6 and ybjx quote operating respectively on the wavelenghts of 9075 kc and 8500 kc comma daily on the air at 1700 hours indian standart time stop hoping to have communication with us fullstop

=chief of ybj6 = adjas b

Setelah berminggu-minggu melakukan “zth keying” istilah Telegrap, pada suatu sore yang cerah tanda morce keluar dari perangkat penerima terbaca :

“ ybj6 de vwx2 relay reports ybj6 beard now cma getting faster cma remain callsign”

Adjas Baheram segera menyusun jawaban :

=to chief vwx2 new delhi=

today 17 th january 1949 vwx2 heard comma greatly pleased with ypur cooperation to have comma with ybj6 daily at 12.30 gmt stop yr brc received fullstop

chief of ybj6=adsb

Betapa gembiranya para pejuang PTT pada saat itu, Tuhan telah memberi kurnia begitu besar dalam perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Hubungan dengan New Delhi yang sebenarnya tidak pernah terwujud, tiba-tiba ada  panggilan. Kontak itu terjadi menjelang “ Asia Conference” pada tanggal 21 Januari 1949 dengan promotor PANDIT JAWAHARLAL NEHRU.

Saat itu paling tepat menyalurkan semua resolusi dan informasi ke luar negeri. Adjas Baheram tidak peduli bahwa pemancar YBJ6 melanggar pada IFRB, Adjas Baheram mengajukan jadwal waktu begitu saja kepada Pemancar VWX2 India, tanpa banyak pikir ternyata YBJ6 mendapat pelayanan dengan baik. Keberhasilan itu diinfokan kepada Pemerintah Darurat Republik Indonesia yang lagi menunggu dengan penuh harapan hasil percobaan menghubungi Pemancar VWX2 India.

Pemerintah Darurat Republik Indonseia (PDRI) mengalami masalah penunjukan dan pengangkatan salah seorang Pejabat Indonesia yaitu Mr. Maramis yang berada di Lake Succes, supaya bertindak penuh sebagai Menteri Luar Negeri untuk memperjuangkan Indonesia di forum Internasional.

Dengan terjalinnya hubungan Telegrap radio dengan India itu, masalah pelik itu dapat dipecahkan. PDRI segera mengirim telegram pengangkatan Mr.Maramis menjadi Menteri Luar Negeri itu melalui Dr. Sudarsono di India tanggal 19 Januari 1949 sebagai berikut :

“zznr 085 19/1 14.30=

=dr maramis through dr sudarsono indon representative new delhi=nr 22/pdri date january 19th 1949 stop we herewith inform you that by the provisional government you are appointed minister of foreign affairs stop in that quality you are fully empowered by our government to represent her in all matters concerning foreign affairs stop we hope you are willing to accept this appointment stop further please try to get continually in contact with us and to inform us all important matters full stop chief of the provisional government of the rep of indon

dr. s. prawiranegara

Di samping telegram itu PDRI mengirim nota politik berisi sikap Indonesia pada forum “ Asian Confrence” pertama.

Telegram itu mencapai sasaran. Mr.Maramis yang diangkat menjadi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada tanggal 25 Januari 1949 berbicara di corong All India Radio Kepada Rakyat Indonesia, dan menyampaikan terima kasih kepada Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru dan PDRI atas sambutan berupa nota politik pada Konfrensi Asia.

ADJAS BAHERAM CV

  • Kepala Perhubungan Unit Stasiun YBJ6 yang ikut memberi andil dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
  • Kepala Cgrap II Kantor Pusat PTT Bandung
  • Sekretaris Direktur Operasi Telekomunikasi
  • Kepala Bagian Sekretariat & Kepala Bagian Umum Direktorat Personalia Tata Usaha.
  • Inspektur Pembantu Perlengkapan.
  • Pensiun dari  PERUMTEL 1980.

Penghargaan :

  • Satyalantjana Peringatan Perjoangan Kemerdekaan
  • Satyalantjana Karya  Satya Kelas III
  • Piagam Penghargaan pinggir  Perak dari PERUMTEL
  • Piagam Penghargaan pinggir  Emas dari PERUMTEL.

 

Sekilas Perjuangan PARK JI YOUNG, Gadis Korea yang menyelamatkan banyak Nyawa Atas Musibah Tenggelamnya Kapal Ferry SEWOL di Teluk Negara Dalam perjalanan dari Incheon ke Pulau JEJU**

parkjiyoung

 

Di tengah upaya untuk menyelamatkan orang-orang dari Kapal ferry Korea Selatan Sewol , yang terbalik minggu lalu di teluk negara, warga Korea Selatan bangga  atas tindakan heroik dari  gadis Park  Ji Young 22 tahun, yang menyelamatkan banyak nyawa dari tenggelamnya ferry,  2,7 kilometer dari lepas pantai Gwanmaedo Island.

Dalam situasi panik di atas kapal ferry Sewol, Park Ji Young sibuk membagi-bagikan pelampung penyelamat, dan belakangan menjadi korban meninggal dunia.

Park, yang bekerja di Kapal ferry Sewol  sebagai anggota kru dan pekerja kantin, dilaporkan membantu remaja memakai baju pelampung dan segera meninggalkan ferry. Dia menyusul di belakang tanpa jaket pelampung, meskipun remaja lain mendorong dia untuk bergabung dengan mereka ke kapal penyelamat, berikut penuturan terakhir Park Ji Young di atas kapal Ferry Sewol  yang sudah miring dan hampir tengelam>>

" Setelah semuanya siap, aku akan keluar . "

" Para kru keluar terakhir . "

Ki Chae , salah satu kepala Chonghaejin Marine Co Ltd , yang mempekerjakan ferry dan kru-nya, membayar upeti kepada Park dan tindakan heroik dia lakukan untuk penumpang Sewol .

"Park  Ji Young menyerahkan hidupnya untuk membantu menyelamatkan beberapa orang yang lebih muda.Itu menyedihkan dan membanggakan pada waktu yang bersamaan. Ini membanggakan karena menunjukkan bahwa masih ada orang yang benar-benar baik di dunia.Kebanyakan anak-anak yang ditinggalkan mati ayahnya memiliki sifat penyayang yang tinggi, senang membantu orang lain sesuai kemapuannya  dan bekerja tanpa pamrih, dan bekerja keras untuk membantu keluarganya dan saudaranya dengan mengorbankan segala jiwa raganya untuk mencari nafkah.

Menurut informasi bahwa Park Ji Young,  baru saja kehilangan ayahnya sehingga Ia menjadi seorang anak yatim, dari penderitaan  panjang dengan kanker, Park Ji Young mengorbankan masa depannya untuk  mendukung ibunya dan adiknya.Menurut sumber, dia harus berhenti bersekolah agar dia bisa bekerja dan menghidupi keluarga .

Sebuah informasi pekan lalu mengungkapkan bahwa ada sebanyak 450 orang kapal ferry,yang sebagian besar adalah siswa SMA dari Danwon SMA dalam perjalanan mereka ke pulau Jeju .

Pemerintah Korea Selatan kini sedang dibantu oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dalam operasi pencarian dan penyelamatan.Presiden AS Barack Obama sejak telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada keluarga mereka yang meninggal.

Tubuh Park Ji Young kemudian ditemukan tewas, mengambang di laut. Tindakannya dan keberaniannya  akan diingat selamannya oleh mereka yang ia diselamatkan dari ferry .

Barisan karangan bunga,berjejer di rumah duka di Incheon Korea Selatan.Karangan bunga dikirim oleh orang-orang penumpang Kapal Ferry Sewol yang diselamatkan oleh Park Ji Young. Kami tidak akan lupa jasa-jasamu yang mulia, demikian salah satu tulisan di karangan bunga tanda berduka cita. Berbeda dengan awak kapal lainnya, Park Ji Young mendatangi para penumpang dan mendistribusikan pelampung penyelamat kepada para penumpang yang masih ada di dalam palka cabin lantai 3 &4, Hal ini dilakukan seorang diri dari awak kapal yang dibantu oleh beberapa siswa sekolah.

Ketika pelampung tidak mencukupi menurut penumpang kapal ferry Sewol korban musibah, Park Ji Young berlari lagi ke lantai bawah untuk mengambil pelampung tanpa menyadari bahwa kapal sebentar lagi akan tenggelam. Ketika kapal sudah miring salah satu siswa SMA penumpang kapal bertanya” Kenapa belum memakai pelampung penyelamat’? Park Ji Young hanya menjawab bahwa awak kapal orang terakhir yang harus mengenakan pelampung, dan mengutamakan penumpang terlebih dahulu. Sungguh dokrin penyelamatan penumpang di laut sangat dipatuhinya dan aturan kedisplinan ini sangat dijunjung tinggi.

Seorang pria tua luka di kepala akibat benturan datang ke rumah duka, ketika pihak keluarga bertanya, pria tersebut mengaku berhutang budi kepada Park Ji Young yang sempat membalutkan handuk di kepalanya yang berdarah dan membantunya keluar ketika air sudah mulai memasuki kapal. Park Ji Yung sangat bertanggungjawab atas tugas dari perusahaan dan sangat baik hati, demikian penuturan para pelayat yang mengalami musibah di atas kapal ferry Sewol.

Park Ji Young engkau telah tiada dan meninggalkan ibunda, adik-adikmu,dan keluargamu yang engkau cintai menyusul ayahandamu yang tercinta semoga amal bakti ketulusanmu membantu orang lain dapat menjadi bekalmu dihari kemudian.박지성 젊은 사라와 가족의 사랑 자선 단체 성실 잘하면 다른 사람이 그 일에 bekalmu 할 수있는 데 도움이 다음 당신의 어머니와 동생, 아버지 남아있다. (인도네시아의 옵저버 # **)(Pemerti dari Indonesia#**)

Sumber berita : CNN

Pentingnya “Competitive Intelligence”Bagi Perusahaan

CI CyCLE

image

Langkah Pertama

image

Key Intelligence Topics (KIT)

Kebutuhan manajemen yang memandu pekerjaan para profesional CI dalam:

·Organizing

·Prioritizing

·Focusing

sumber-sumber intelligence yang tersedia namun terbatas untuk memenuhi critical requirements dari eksekutif atau klien.

Kategori KIT Fungsional

1.Keputusan dan Isu Strategik

§Mendukung perencanaan strategis utama.

2.Topik-Topik Early-Warning

§Memonitor perubahan dalam lingkungan persaingan.

3.Deskripsi para Pemain Utama

§Profiling para pesaing, pelanggan, supplier, distributor, regulator dan partner potensial.

Contoh: Keputusan Strategik

·Input untuk Rencana Strategik (Strategic Plan)

“Menciptakan lingkungan persaingan masa depan kita di pasar perbankan”

·Perumusan Strategi Persaingan (Strategy Formulation)

“Menilai peran pesaing dalam pencapaian tujuan bisnis multi-media kita”

·Dampak Globalisasi

“Bagaimana/Dengan siapa kita akan bekerja-sama untuk mengadopsi teknologi NGN?”

“Apa yang sedang dikerjakan oleh pesaing kita? Dengan siapa?”

·Perkembangan Pasar Asia

“Menilai situasi persaingan saat ini di wilayah ASEAN, terkait dengan rencana ekspansi kita ke pasar internasional”

§“Menggambarkan kemungkinan masa depan industri telekomunikasi di Vietnam dan Myanmar sebagai target pasar”

Contoh: Peringatan Dini (Early Warning)

·Kemajuan/Perkembangan teknologi.

·Kinerja supplier/vendor utama.

·Perubahan dalam kebijakan procurement di industri.

·Pemain-pemain baru (new entrants) yang mungkin masuk.

·Perubahan dalam politik, sosial, ekonomi atau regulasi secara internasional.

·Aliansi, akuisisi atau divestasi pesaing, pelanggan, dan supplier.

·Inisiatif finansial dari para pesaing utama.

Contoh: Para Pemain Utama (Key Players) (1)

Profil Pesaing:

  • Rencana strategik, tujuan dan intensi.
  • Kinerja keuangan dan pasar.
  • Kepemimpinan dan organisasi.
  • Pemasaran dan penjualan.
  •  Operasional.
  • Saluran distribusi.
  • Pengembangan Bisnis.

Contoh: Para Pemain Utama (Key Players) (2)

·Profil Pesaing

  • §Mengidentifikasi pelanggan baru dari pesaing, kebutuhan dan kepentingan mereka para pelanggan tersebut di masa depan.
  •  Pandangan, sikap dan persepsi.

Profil Stakeholders Lainnya

  • Supplier, distributor, konsumen and pesaing yang akan masuk ke bisnis kita.
  • Pengembang teknologi atau produk baru.
  • Kekuatan lingkungan regulasi.
  • Komunitas investasi dan keuangan.
  • Pihak lain yang berkepentingan.

Langkah 2: Mengumpulkan data/informasi

image

Perspektif dalam Pengumpulan Data/Info CI

1.Informasi dalam jumlah sangat besar sudah dimiliki

2.Usaha yang hanya satu kali saja jarang berhasil

3.Analisis cost/benefit dari pengumpulan data

4.Data tanpa analisis = manfaat yang rendah

Tipe dan Kategori Info CI

1.Tipe Akses Info CI

  • Data Primer vs. Sekunder
  • Sekarang vs. Nanti
  •  Mudah vs. Sulit
  • Internal vs. Eksternal
  • Gratis vs. Membutuhkan Biaya

2.Kategori Content dari Info CI

  • Perilaku pesaing
  • Pernyataan yang dikeluarkan oleh atau mengenai pesaing
  • Perubahan organisasi pesaing

Sumber-sumber Eksternal (baik sumber publik mau pun hasil ethical enquiry)

image

Akses Internal kepada Informasi CI

1.SDM di dalam perusahaan

  • CEO
  • Teknik dan Operasi
  • R&D
  • Keuangan dan Akuntansi
  • Pemasaran

2.Unit Kerja di dalam organisasi

  • Divisi Regional

Metode Pengumpulan Data dari Sumber Internal Terbaik

1.Membangun jaringan kerja internal

2.Menyusun daftar “who-knows-who

3.Menyusun suatu call list

4.Mengembangkan matriks informasi

5.Menghubungi sumber informasi (secara aktif) setiap bulan

6.Memberikan “value-added” feedback pada sumber

Fakta-Fakta Pengumpulan Informasi CI

Tingkat Kesulitan Memperoleh Akses Kepada Informasi

image

Tingkat Kesulitan Memperoleh Akses Kepada Informasi

image

Informasi yang Mudah Diperoleh

1.Tingkat Sensitivitas Rendah

  • Informasi umum mengenai industri atau pasar
  • Industri yang sangat terfragmentasi
  • Jumlah suppliers dan distributors yang sangat banyak
  • Industri yang sangat regulated
  • Industri yang matang
  • Tingkat aktivitas atau pelaporan yang tingi di dalam industri atau pasar

2.Tingkat Ketersediaan yang Tinggi

  • Data publikasi
  • Akses yang mudah
  • Artikel baru
  • Halaman situs
  • Brosur

Informasi yang Sulit Diperoleh

1.Tingkat Sentivitas Tinggi

  • §Informasi spesifik mengenai perusahaaan: penjualan, biaya, anggaran, pendapatan, rencana investasi, rencana akuisisi, dll
  • Industri yang sangat terkonsentrasi
  • Jumlah supplier dan distributor yang sedikit
  • Industri yang baru tumbuh

2.Tingkat Ketersediaan yang Rendah

  • Data yang tidak dipublikasikan
  • Akses yang sulit
  • Laporan ilmiah
  • Laporan, buku, jurnal khusus
  • Mantan karyawan atau eksekutif
  • Produk usang

Kategori Content Informasi Mengenai Profil Pesaing (1)

Operasional

·Kapasitas produksi

·Kemampuan melakukan mass customization

·Siklus waktu, kecepatan, fleksibilitas produksi.

·Implementasi TQM.

·Biaya overhead.

·Teknologi produksi.

·

Sumber Daya Manusia

·Kualitas dan kemampuan personel.

·Tingkat turnover.

·Beban gaji.

·Tingkatan pendidikan/pelatihan.

·Fleksibilitas.

·Hubungan dengan serikat pekerja.

Pemasaran

·Strategi segmentasi.

·Branding dan image

·Kurva pertumbuhan yang mungkin terjadi.

·Advertising/promosi.

·Kemampuan riset pasar.

·Penekanan pada customer service.

·Parameter 4 P – product, price, promotion, place.

·Pelanggan utama/kunci.

Keuangan

·Laporan keuangan.

·Laporan kepada BAPEPAM.

·Analisis rasio keuangan, absolut dan komparatif.

·Disaggregated ratio analysis.

·Analisis cash flow.

·Tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan.

·Kinerja saham.

·Biaya-biaya.

Kategori Content Informasi Mengenai Profil Pesaing (2)

Latar Belakang Organisasi

·Nama.

·Lokasi.

·Deskripsi singkat.

·Sejarah.

·Kejadian penting.

·Transaksi besar.

·Struktur kepemilikan.

Analisis Customer Value

·Atribut-atribut kualitas.

·Atribut-atribut pelayanan.

·Tujuan dan motivasi pelanggan.

·Jumlah dan tipe pelanggan.

·Net worth (manfaat minus biaya) dari produk.

Sosio-politik

·Hubungan dengan pemerintah.

·Reputasi stakeholder.

·Keterkaitan portfolio dengan sosio-politik.

·Pengalaman public affair di masa lalu.

·Bentuk kontrak dengan pemerintah.

·Koneksi dari para anggota dewan direksi.

·Kapasitas manajemen krisis dan manajemen isu.

Profil Manajemen

·Personality.

·Latar Belakang.

·Motivasi, aspirasi.

·Gaya.

·Kesuksesan dan kegagalan masa lalu.

·Bakat dan kemampuan manajerial.

 

Kategori Content Informasi Mengenai Profil Pesaing (3)

Produk/Jasa

·Jumlah produk/jasa.

·Portfolio dan lini produk.

·Kualitas dan value yang menyertainya.

·Proyeksi produk/jasa baru.

·Pangsa pasar berdasarkan produk dan lini produk.

·Proyeksi pangsa pasar.

Teknologi

·Teknologi proses.

·Kemampuan R&D.

·Proprietary technology, patents, copyright.

·Infrastruktur informasi dan komunikasi.

·Kemampuan inovasi internal.

·Akses kepada keahlian dari luar seperti licensing, alliances, dan joint venture.

Strategi

·Positioning

·Rencana masa depan.

·Visi dan Misi.

·Target dan tujuan.

·Portfolio perusahaan.

·Sinergi.

·Sumber daya/kemampuan.

·Kekuatan dan kelemahan.

Kapasitas CI

·Ada tidaknya kapasitas CI formal.

·Hubungan pelaporan.

·Profil.

·Tingkat dukungan dari CEO dan top management.

·Vulnerability.

·Integrasi.

·Pengumpulan data dan aset analisis.

 

Hasil Riset: Content Informasi Pesaing yang Paling Banyak Digunakan (berdasarkan tipe pasar dari CI user)

Total (%)

Industrial Products (%)

Consumer Products (%)

Both Consumer and industrial (%)

Pricing

23

26

20

19

Strategi

19

20

15

22

Data penjualan

13

11

18

12

Produk baru, product mix

11

13

8

10

Advertising/aktivitas pemasaran

7

3

19

4

Biaya-biaya

6

8

3

5

Pelanggan/pasar utama

3

3

6

1

R&D

2

2

1

3

Gaya manajemen

2

1

3

1

Lainnya

4

4

-

8

Tidak menjawab

10

9

7

15

100%

100%

100%

100%

Jumlah perusahaan responden

308

158

72

78

Sumber: Competitive Intelligence (1988). Conference Board Report No. 913. New York: The Conference Board

Hasil Riset: Content Informasi Pesaing yang Penting berdasarkan Tujuan Penggunaan

Present Status

Total

(%)

Prospects

Total

(%)

Costs

Total

(%)

Organization & Operation

Total

(%)

Pricing

97

Rencana strategik

93

Biaya produksi

83

Gaya operasional perusahaan

76

Statistik penjualan

94

Rencana produk baru

91

Biaya pemasaran

71

Kapabilitas pelayanan

76

Perubahan pangsa pasar

93

Rencana ekspansi

91

Biaya iklan

48

Proses produksi

75

Pelanggan utama

91

Prospek atau aktivitas M&A

83

 

 

Struktur organisasi

62

Advertising/ aktivitas pemasaran

81

Aktivitas R&D

80

 

 

Perubahan eksekutif

58

Reputasi perusahaan

77

Desain produk

80

 

 

Financing practices

47

Distributor

63

Paten

79

 

 

Legal actions

46

Supplier

50

 

56

 

 

Kompensasi eksekutif

20

Sumber: Competitive Intelligence (1988). Conference Board Report No. 913. New York: The Conference Board

Tips Pengumpulan Data CI

1.Memperjelas pertanyaan (Akses)

2.Memiliki pemahaman mendalam mengenai industri (Content)

3.Mengidentifikasi semua sumber yang memungkinkan (Akses)

4.Mulai melaksanakan riset sekunder (Content)

5.Menyusun strategi pengumpulan data (Akses)

6.Mulai melaksanakan proses wawancara (Content)

Langkah 3: Analisis CI

image

Proses Analisis CI (lanjutan)

image

Analisis CI yang umum dilakukan

image

3 Tingkat Cakupan Analisis CI

image

image

Alat Analisis yang Populer

image

Efektivitas Alat Analisis

image

Kerangka Berpikir dalam Analisis Pesaing

image

Kerangka Analisis CI

 

image

Analisis Perusahaan (1)

Analisis SWOT

Strengths & Weaknesses

§perusahaan > INTERNAL

Peluang & Ancaman

§industri atau pasar dan makro > EKSTERNAL

Manfaat dari analisis SWOT

§Lebih dari sekedar mengidentifikasi komponen-komponen S-W-O-T

Analisis Perusahaan (2)

·Company Profiling

  • §Investigasi dan analisis rinci tentang strategi, operasi dan kegiatan-kegiatan sebuah perusahaan
  • Menghasilkan gambaran yang luas dan merupakan hasil analisis lintas-fungsional yang mendalam serta mencerahkan pengambil keputusan
  •  Topik-topik dalam melakukan Profiling:

image

image

Analisis Perusahaan (3)

1.Analisis Ratio

2.Indikator keuangan yang mencerminkan kemampuan dan kinerja perusahaan

  • §Khususnya berguna untuk membandingkan perusahaan dengan skala beragam

Analisis Perusahaan (4)

Jenis-jenis rasio keuangan

  • Likuiditas
  • Current Ratio harta lancar / hutang lancar
  • Quick Ratio (harta lancar – persediaan) / hutang lancar
  • §Efektivitas Operasional
  • Perputaran Piutang penjualan / saldo piutang
  • Perputaran Persediaan penjualan / persediaan, atau harga pokok penjualan / persediaan.

Analisis Perusahaan (5)

Jenis-jenis rasio keuangan (lanjutan)

Leverage

  • §Hutang terhadap Harta total hutang / total harta
  • Hutang terhadap Modal hutang jangka panjang / modal Profitability
  • Return on Assets pendapatan bersih / total harta
  • Return on Equity pendapatan bersih / total modal

Analisis Perusahaan (6)

Event Analysis

·Memonitor pergerakan perusahaan di pasar untuk menemukan aksi/tindakan yang signifikan bagi persaingan.

·Mempelajari kejadian masa lalu dan masa kini, untuk mendeteksi kemungkinan kejadian di masa depan.

Langkah 4: Pelaporan

image

Diseminasi: Best Practice Kualitas Laporan

image

Metode Diseminasi CI

  • nIntelligence sharing – Metode penyebaran laporan hasil CI rutin dalam bentuk penyajian dashboard yang bersifat standar dan umumnya secara on-line kepada CI user
  • Intelligence briefing – Metode penyebaran laporan analisis CI secara berkala, yang biasanya disampaikan secara lisan dan searah oleh unit CI kepada CI user.
  • Intelligence meeting – Metode penyebaran laporan hasil CI dalam bentuk rapat antara unit CI dengan para pengguna hasil CI, baik yang bersifat rutin mau pun ad-hoc; dan dengan tujuan merumuskan action plan tindak-lanjut dari hasil CI yang dibicarakan

Materi Diskusi Studi Kasus: London Telecom Network

image

Sumber Tulisan : Materi SUSPIM, Beda & Company

Translation Instructions to all Languages (Petunjuk Terjemahan ke seluruh bahasa)

image

Indonesia :

Copy http://mandorkawat2009.com

klik GOOGLE TRANSLATE

Masukan https://mandorkawat2009.com , pada kolom terjemahan

Langkah pertama : pilih bahasa asli teks yang akan diterjemahkan

Langkah kedua     : pilih bahasa sesuai keinginan dan klik terjemahan/translate

English

Copy http://mandorkawat2009.com

klik GOOGLE TRANSLATE

Put https://mandorkawat2009.com, the translation column

First step: select the original language text to be translated

Step two: select the language as you wish and click translation / translate

Nederland :

Copy http://mandorkawat2009.com

klik GOOGLE TRANSLATE

Zet https://mandorkawat2009.com, de vertaling kolom

Eerste stap: kies de oorspronkelijke taal te vertalen tekst

Stap twee: selecteer de taal als u wilt en klik op de vertaling / vertalen

Perancis :

copiez http://mandorkawat2009.com
cliquez sur Google Translate

Mettez https://mandorkawat2009.com, la colonne de traduction

Première étape: sélectionner le texte dans la langue originale à traduire

Deuxième étape: sélectionner la langue que vous souhaitez et cliquez traduction / traduire

China :

复制http://mandorkawat2009.com

点击Google翻译

https://mandorkawat2009.com,翻译栏

第一步:选择原始语言的文本翻译

第二步:选择语言,你想,然后点击翻译/翻译

Arabic :

وضع https://mandorkawat2009.com، العمود الترجمة

الخطوة الأولى: حدد النص باللغة الأصلية للترجمة

Contoh/example:

Previous Older Entries

Statistik Blog

  • 220,398 hit
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.908 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: